Archive for September, 2010

Keberadaan printer sudah menjadi satu paket dengan komputer. Namun sayangnya, seringkali para pengguna komputer ini mengabaikan perawatan printer. Padahal jika printer ngadat, kinerjanya menjadi tidak optimal.

Untuk itulah, printer juga perlu dirawat layaknya perangkat eletronik lainnya agar tetap dalam kondisi baik. Beberapa tips berikut seperti dilansir Humas Polda Metro Jaya mungkin bisa membantu Anda dalam merawat printer secara mudah dan murah, antara lain:

1. Gunakan printer secara periodik
Agar kualitas cetakan tetap optimal, gunakanlah printer Anda secara periodik sedikitnya 2-3 kali seminggu. Hal ini akan membuat aliran tinta dari lubang tetap lancar.

2. Matikan printer saat tidak digunakan
Jangan lupa untuk selalu mematikan printer jika tidak digunakan. Hal ini akan mencegah menutupnya lubang-lubang aliran tinta dalam kepala printer.

3. Bersihkan kotoran yang ada dalam printer
Setiap satu atau dua minggu, bersihkan bagian dalam printer. Hal ini perlu untuk menjaga kemampuan printer dalam mencetak. Jangan simpan printer di tempat yang berdebu atau penuh serangga. Bila perlu, bungkus printer dengan plastik agar terhindar dari kotoran.

4. Jagalah kondisi cartridge
Karena cartridge printer dipenuhi penghubung listrik yang halus dan akan berpengaruh pada hasil cetakan, perlakukanlah selalu cartridge dengan hati-hati. Termasuk saat mengganti tinta.

5. Gunakan Diagnostic Tools
Umumnya seluruh printer memiliki perangkat lunak mengenai bagaimana merawat atau mengatasi permasalahan mengenai printer tersebut. Pelajari sofware tersebut karena mungkin saja informasi yang disediakan bisa menolong Anda mengatasi permasalahan dalam printer.

6. Matikan printer jika gagal mencetak
Terkadang, kegagalan dalam mencetak bisa diatasi dengan mematikan tombol printer, kemudian mencabut kabel daya. Setelah sepuluh menit, masukkan lagi kabel daya tersebut pada colokannya, nyalakan printer dan cobalah mencetak kembali.

Sumber:http://www.tribunnews.com/2010/09/14/ingin-printer-anda-awet-ini-dia-tips-merawatnya

Jawa Pos: Communicator Muncul Lagi

| September 17th, 2010

AJANG Nokia World 2010 di London yang berakhir kemarin (15/9) dijadikan momentum untuk menghadirkan aneka produk yang inovatif. Salah satu di antaranya adalah penerus seri Communicator yang legendaris, terutama di Indonesia.

Kontributor Jawa Pos Herry S.W. yang mengikuti acara tersebut melaporkan, di hadapan peserta Nokia World 2010, Executive Vice President Markets Nokia Niklas Savander menegaskan bahwa Nokia is back. Sederet produk dengan lompatan besar diumumkan ke publik. Produk-produk baru itu diharapkan mampu mengukir prestasi fenomenal seperti pendahulunya sekaligus memperkuat posisi Nokia sebagai pemimpin pasar di industri smartphone.

“Sekarang kami setiap hari menjual 260 ribu unit smartphone. Symbian adalah platform yang paling banyak dipakai oleh smartphone di seluruh dunia. Deretan produk yang kami perkenalkan hari ini menggunakan sistem operasi Symbian terbaru yang lebih cepat, lebih mudah digunakan, dan lebih ramah terhadap para pengembang aplikasi,” jelas Niklas.

Dan… Communicator generasi terbaru akhirnya diperkenalkan dengan nama Nokia E7. “E7 diposisikan sebagai perangkat bisnis kelas premium. Kami mengembangkannya dengan becermin pada kesuksesan Nokia 9000 Communicator yang beredar pada 1996,” papar Executive Vice President Mobile Solutions Nokia Anssi Vanjoki.

E7 memanfaatkan layar sentuh kapasitif berukuran empat inci yang telah mengadaptasi teknologi clear black. Sebagai peranti untuk menunjang aktivitas pebisnis, E7 mendukung Mail for Exchange, Microsoft Communicator Mobile, dan beragam standar sistem korporat. Ia dilengkapi pula dengan aplikasi anti­maling yang memungkinkan pengguna mengunci ataupun menghapus data dari jarak jauh.

Ponsel yang dilengkapi dengan qwerty keyboard itu memiliki memori internal berkapasitas 350 MB. Untuk penyimpanan aneka file, tersedia ruang pe­nyimpanan masal (mass storage) yang berdaya tampung 16 GB. E7 dilengkapi dengan wifi, bluetooth, GPS terintegrasi, dan mendukung layanan akses da­ta berkecepatan tinggi HSDPA/HSUPA.

Peranti berdimensi fisik 123,7 x 62,4 x 13,6 mm dan berat 176 gram tersebut dijadwalkan beredar sebelum pergantian tahun. Harga jualnya EUR 495 atau sekitar Rp 6,93 juta, belum termasuk pajak dan subsidi.

Selain E7, Nokia memperkenalkan C6 dan C7. C6 generasi terbaru yang diumumkan, C6-01, merupakan penerus C6-00 yang telah tersedia di pasar, termasuk Indonesia. Ponsel berlayar sentuh kapasitif 3,2 inci AMOLED itu dihadirkan untuk pengguna yang gemar memanfaatkan layanan jejaring sosial dan messaging. Memori internalnya 340 MB dan dilengkapi dengan slot microSD.

Peminat C6 yang menginginkan layar lebar plus memori lebih lega disodori C7. Ia berlayar sentuh kapasitif 3,5 inci AMOLED. Selain memori internal 350 MB, C7 memiliki penyimpanan masal berkapasitas delapan GB plus slot microSD.

Sumber: Jawa Pos, Kamis, 16 September 2010