Archive for April, 2010

Republika.co.id —Indonesia memiliki peneliti di berbagai bidang, namun minim apresiasi. Oleh karenanya, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, agar penelitian dapat berkembang dengan baik maka harus menumbuhkan budaya atau tradisi apresiasi.

Bentuknya, ujar M Nuh dapat berupa kesempatan untuk melanjutkan penelitian dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan penelitiannya sendiri.”Jangan sampai anak-anak yang berprestasi, yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk meneliti, kita tidak memberikan (apresiasi) sama sekali. Itu justru nanti menjadi disinsentif. Oleh karena itu, tumbuhkan budaya apresiasi,” kata Mendiknas usai membuka Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17 atau 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Bali, Selasa (13/4) seperti siaran pers yang diterima Republika.

Mendiknas menyampaikan, kemampuan untuk meneliti didasarkan pada tiga hal. Partama, kata Mendiknas, adalah rasa kepenasaran intelektual atau intellectual curiosity. Kedua adalah atmosfer meneliti dan ketiga adalah guru atau dosen yang merawat atmosfer penelitian. “Meskipun benihnya bagus, tapi kalau atmosfernya tidak bagus juga tidak bisa tumbuh dengan baik,” katanya.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Kemendiknas Suyanto menyampaikan, ICYS adalah lomba presentasi hasil penelitian oleh peneliti muda setingkat SMP dan SMA di bidang Ilmu Fisika, Matematika, Ilmu Komputer, dan Ekologi. “Lomba ini diadakan setiap tahun guna menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh umat manusia di dunia,” terangnya.

Pada penyelenggaraan tahun lalu di Pszcyna, Polandia, Indonesia berhasil meraih prestasi gemilang menduduki peringkat pertama sebagai juara umum. Indonesia meraih enam medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Disusul Belanda di peringkat kedua dengan tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Adapun peringkat ketiga diraih Amerika Serikat dengan tiga medali emas. Sementara Rusia di peringkat keempat dan Polandia di peringkat kelima dengan perolehan masing-masing dua medali emas.

Backorder domains

| April 14th, 2010

InTrust Domains, who doesn’t know it? I am quite sure that every publisher is familiar with it. InTrust Domains is the most famous domain provider. Through them we can get some land space on internet that can be used for starting your online business or putting your own blog. However, talking about this topic, I am very sure that mostly publishers have known well it.

What about domain backorders? Have you ever heard it before? For this topic, I am sure that publishers-moreover for common people-still have a little information related it. Actually, what are domain backorders? Domain Backorder is like a second hand domain but you don’t treat it as same as you buy a second hand television or mobile phone that are full risks. Buying second hand domain is very profitable. What kinds of profit that we will obtain? For example is to buy domain backorders, you don’t have to be at paints to promote your site or your personal blog, because your blog site or your blog has been caught by Google. It will be harder if your start to own your personal blog or site from nothing. I am sure that every publisher knows what I mean.

If you interested to have one of domain backorder, InTrust Domains provide it. Inside the website, beside you can read more about what it second hand domain or domain backorder, you can also see multiple option of domain backorder available. Hence, in order to not waste the time, it is better to come in the website directly.