Permasalahan yang dihadapi Jakarta makin kompleks. Berbagai ancaman mulai dari banjir, tenggelam, macet, dan kebakaran menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta. Ironisnya masalah ini tidak mampu diselesaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pembatasan kendaraan dan pengadaan moda angkutan massal tak kunjung direalisasikan. Tak hanya itu, Jakarta juga tidak dapat mengelak dari ancaman akan tenggelam kalau tidak membatasi pembangunan.

Ancaman yang tidak kalah serius, yakni kebakaran. Ada 53 kelurahan dan 97 pasar tradisional di Jakarta pada tahun 2010, yang masuk dalam zona merah rawan kebakaran. Bahkan dalam setahun tercatat 800 kali kejadian kebakaran. Setidaknya dalam sehari bisa empat kali kejadian kebakaran.

Berbagai skenario dan rencana untuk mengantisipasi digagasPemprov DKI Jakarta. Namun sayang rencana itu masih sebatas wacana.

Contohnya penanganan terkait kemacetan yakni rencana pembatasan penggunaan kendaraan ini di antaranya adalah electronic road pricing (ERP) dan pembatasan bagi sepeda motor di jalur-jalur protokol pada jam sibuk. Tapi hingga kini belum terealisasikan.

“Pemberlakuan ERP adalah jalan keluar untuk mengatasi macet sambil menunggu pembangunan dan berbaikan moda transportasi massal seperti busway, MRT, dan monorel,” kata Koodinator TMC (Traffic Managemen Centre) Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Indra Jafar.

Apalagi, lanjut Indra, pertumbuhan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil terus meroket. Tentunya perlu adanya sebuah terobosan yang signifikan salah satunya ERP.

Pada 2011, katanya, tidak kurang dari 12.062.396 kendaraan akan memadati jalan di Jakarta. Setengahnya adalah kendaraan baru. Tahun ini, jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 11.362.396 unit kendaraan.

Sementara panjang jalan di Jakarta saat ini hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26 persen dari luas wilayah DKI.
Sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01 persen per tahun. Belum lagi tingginya angka perjalanan di Jakarta yang mencapai 20 juta per harinya.

Tidak hanya ancaman lumpuh total, Jakarta juga memiliki ancaman akan tenggelam. Pada 2050 ada prediksi yang menyebutkan bahwa empat kecamatan di Jakarta Utara akan tenggelam.

Hal ini terjadi akibat pemerintah tidak mengantisipasi pembangunan di ibukota.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan melalui global positioning system (GPS) oleh Geodesi Dinas Perindustrian dan Energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menyimpulkan sedikitnya 60 titik di Jakarta, khususnya Jakarta Utara rawan amblas akibat penurunan tanah mencapai 116 sentimeter (1,6 meter) selama delapan tahun

Semuanya akibat ketidaktegasan pemerintah dalam hal pembatasan pembangunan dan pengambilan air tanah di beberapa daerah di Ibukota yang dekat dengan laut.

Bahkan mengantisipasi menurunnya permukaan tanah di Jakarta. Pemprov DKI berupa pengurangan penggunaan air tanah dan membatasi pembangunan ruang bawah tanah (basement) di gedung bertingkat.

“Biasanya pembangunan ruang bawah tanah (basement) dilakukan setelah mengambil habis ABT (air bawah tanah), agar kebutuhan ruang dan lahan di bawah tanah yang diperlukan bisa digunakan,” kata Asisten Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemprov DKI, Tauchid Tjakra Amidjaja.

Tiga ancaman serius itu, menjadi pekerjaan rumah yang tidak kunjung terselesaikan di era kemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Wakil Gubernur Prijanto, yang telah memasuki tiga tahun masa kerja.

Sumber: http://metro.vivanews.com/news/read/184857-tiga-ancaman-pembawa-malapetaka-jakarta

Beli Printer Baru

| October 26th, 2010

Perlu color printer baru? Berikut ini ulasan tentang printer baru yang dikeluarkan sebuah merek printer sebagaimana disiarkan situs www.fajar.co.id.

Canon kembali meluncurkan printer photo dengan teknologi tinggi yang didesain elegan dalam balutan warna hitam. Peluncuran kelima printer photo yang bertujuan meningkatkan kinerja dan kenyamanan akan kebutuhan pencetakan digital seperti dokumen, foto, maupun video yang direkam dengan camera Canon dinamakan PIXMA Black Series.

Rangkaian printer PIXMA Black Series terdiri dari printer multi fungsi PIXMA All-In-One (AIO) MP287, MP497, MG5170, MG5270 dan printer foto fungsi tunggal terbaru iP4870. ” Sungguh suatu terobosan di tahun 2010 ini dimana Canon menyempurnakan performa kerja sebuah printer yang dibalut dengan design yang elegan sehingga printer PIXMA Black Series ini merupakan perwujudan suatu maha karya terbaikā€, ujar Merry Harun, Direktur Canon Division saat peluncuran PIXMA Black Series di Gedung Lindeteves Trade Centre, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, Rabu 30 September 2010.

Untuk penggunaan di rumah dan di kantor, kata Hero, PIXMA MG5270 dan MG5170 menawarkan biaya operasional yang hemat. Menurutnya, keuntungan bisa dinikmati karena menggunakan Individual Ink Cartridge, yang hanya perlu diganti bila tinta memang sudah benar-benar habis. “Printer ini juga dilengkapi dengan layar TFT LCD sebesar 2,4 inci dan slot kartu memori,” ucap Hero Chandra, Marketing Executive PT Datascrip Divisi Canon.

Dijelaskan pula Hero, resolusi pencetakan MG5270 mencapai 9600 x 2400 dpi dengan ISO printing speed 11 ipm mono dan 9.3 ipm color, sedangkan MG5170 berkecepatan 9.7 ipm mono dan 6.1 ipm color. Masing-masing hanya membutuhkan waktu 20 detik dan 39 detik untuk mencetak foto dengan ukuran 4 x 6 inci. Kedua printer ini juga memiliki optik resolusi pemindai 2400 x 4800 dpi untuk seri MG5270 dan 1200 x 2400 seri MG5170.

“Kedua printer ini juga bisa langsung mencetak foto dari kamera digital yang kompatibel dengan PictBridge, termasuk kartu memori dan USB penyimpanan data. Kelebihan lain dari MG5270 adalah konektivitas Wi-Fi yang memungkinkan proses pencetakan dari beberapa komputer pada jaringan nirkabel yang sama. Selain itu, foto juga dapat dicetak secara nirkabel dari iPhone atau iPod Touch,” jelasnya.

Bagi mereka yang membutuhkan printer multifungsi yang terintegrasi, PT Datascrip sebagai distributor tunggal printer Canon di Indonesia menawarkan MP497 dan MP287. Desain kompak dan bergaya printer mampu mencetak dengan kualitas tajam hingga 4800 x 1200 dpi, dan dengan ukuran tetesan tinta minimal 2pl. “Ini pilhan tepat,” ucapnya.

Sedangkan PIXMA iP4870 diperuntukkan bagi mereka yang tidak memerlukan fitur pemindaian dengan hasil berkualitas dan performa pencetakan terbaik. Dengan ukuran tetesan tinta minimal 1pl dan tingkat resolusi hingga 9600 x 2400 dpi, hasil cetak menjadi sangat tajam. Printer ini dapat mencetak foto 4×6 inci, hanya dalam waktu 20 detik saja. Kecepatan cetak dokumen A4 untuk monokrom dan warna mencapai 11 ipm dan 9.3 ipm dengan 5 Individual Ink Cartridges.

“PIXMA iP4870 dilengkapi dengan Advanced Media Handling dengan kemampuan Auto Duplex Printing, 2-Way Paper Feeding, dan pencetakan label pada permukaan CD/DVD untuk sentuhan akhir yang istimewa,” katanya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, lanjut Hero, Produk Canon diproduksi dengan standar lingkungan tertinggi yang mencakup sertifikasi Energy Star tentang penggunaan energi secara efisien dan RoHS Uni Eropa tentang bahan berbahaya. Penggunaan plastik daur ulang juga diterapkan secara luas pada printer yang diluncurkan tahun ini. Canon pixma mg5220.