Apa yang akan diberikan Nusantara lagi kepada dunia?

Apa yang sudah diterima dunia dari Nusantara masa lalu?

NKRI yang dahulunya Nusantara (kesatuan bangsa-bangsa belahan kepulauan tropis di terbitnya Matahari)

Era kolonial telah usai, boleh mereka bilang “Era kolonialisme di Nusantara oleh bangsa-bangsa Eropa dan Jepang, Sekutu selama abad 15 M – pertengahan abad 19 M”.

Tetapi selayaknya kita lebih senang mengatakan “Apa mereka belum cukup sudah kita beri banyak hal selama itu” “Apa belum cukup pengorbanan bangsa-bangsa Nusantara selama itu”

Apa lagi yang kita berikan kepada dunia dari Nusantara

Kita bangsa pemberi, bukan bangsa peminta (hanya dapet 80-an T dari arab)
Kita bangsa “tongkat kayu dan batu jadi tanaman” , tapi bukan bangsa miskin (hanya dapet 80-an T dari arab)
Kita bangsa yang berlimpah sinar matahari, tapi bukan bangsa kurang energi
Kita bangsa dengan 6 bulan hujan datang sendiri bahkan sering lebih, tetapi bukan bangsa haus (di lahan yang banjir)
Kita bangsa yang tahu dan kaya fotosintesa, tapi bukan bangsa lapar (mati di lumbung padi)
Kita bangsa yang tahu akan limpahan panas tropis lebih awal, tapi bukan bangsa magribi/dingin
Kita bangsa yang dari berabad lalu mereka ingin memiliki, tapi bukan bangsa yang kesepian (lirik sana lirik sini cari teman)
Kita bangsa yang tahu keberanian memberi dan menyelamatkan, tetapi bukan bangsa penyimpan roti dan penyimpan alkohol untuk hidup (tutupen botolmu?)
Kita bangsa penggerak spice road dunia, bukan bangsa maritime silk road

Kita bangsa yang tak kenal kekurangan, tapi bukan bangsa rakus (e-ktp disikat juga)
Kita bangsa yang terbuka untuk umat manusia dari belahan bumi manapun, bukan bangsa tertutup dan pemalu (menutup pagar tamu yang datang)
Kita bangsa yang tahu arti menghormati kemerdekaan, bukan bangsa yang expansionis (tidak punya tinggalan perahu armada besar)
Kita bangsa yang tahu arti kedaulatan, tapi bukan bangsa yang menggusur/biadab (pulanglah ke negerimu dan di kasih ongkos asal tidak ganggu kedaulatan NKRI)
Kita bangsa yang sejahtera, tapi bukan bangsa yang dikasihani (kewibawaan sektoral menjalankan sesuai fungsi memenuhi kebutuhan rakyat, bukan pindah kewenangan)
Kita bangsa yang tahu mencerdaskan bangsa, bukan bangsa yang bodoh (bangsa kreatif yang mau Ngaos, mamaos, main po demi peningkatan kualitas hidup du dunia untuk dunia)
Kita bangsa yang tertib (berakhlak), bukan bangsa yang hantam kromo (mulai dengan berbicara sopan dan tegas)
Kita bangsa yang adil, bukan bangsa semena-mena (siram air keras?)
Kita bangsa yang damai, bukan bangsa pemasang ranjau (suka menjebak anak didik sendiri, mengecap anak bangsa sebagai teroris padahal memberi kesempatan dididik musuh)
Kita bangsa yang beraneka dan bersatu, bukan bangsa pemecah belah
Kita bangsa beragama, bukan bangsa tidak beragama

Kita bangsa ber-panca sila, bukan ber –eka-dwi-tri-catur-nawa dan bukan panca sakti dan bukan panca cita

 

Bedahan/tq/april/2017

Apa yang akan diberikan nusantara lagi kepada dunia?

About taqy