STRATEGI PENGENTASAN PENDUDUK MISKIN DAERAH.

STRATEGI PENGENTASAN PENDUDUK MISKIN DAERAH. Strategi untuk mengurangi kemiskinan (angka kemiskinan daerah), BPS dan Menkesra sudah ada data tentang berapa banyak penduduk yang dikategorikan miskin (atau yang ngaku miskin). Data […]

STRATEGI PENGENTASAN PENDUDUK MISKIN DAERAH.

Strategi untuk mengurangi kemiskinan (angka kemiskinan daerah), BPS dan Menkesra sudah ada data tentang berapa banyak penduduk yang dikategorikan miskin (atau yang ngaku miskin). Data tersebut jika diolah dapat mengarahkan untuk mengambil tindakan pengentasannya. Miskin menurut parameter data PPLS (menkesra): setidaknya ada 18-25 kategori yang dianggap oleh penduduk yang ngaku miskin. diantaranya: karena jumlah anggota keluarga, cacat, karena tidak memiliki pekerjaan, karena tidak memiliki tempat tinggal, status tanah tempat tinggal, ukuran bangunan/lantai dan jenis lantai, tembok, jauhnya akses terhadap air bersih, sulitnya kases terhadap sanitasi, akses kesehatan, akses modal, akses pendidikan, akses fasilitas publik, akses makanan (1 x sehari, 2 x sehari, 3 x sehari, kekurangan gizi, kesehatan ibu dll.
Sementara pemerintah daerah melalui pihak ketiga (konsultan: Intelektual) sering merancang perencanaan tata ruang daerah, dengan tujuan efektifitas dan efisiensi ekonomi daerah, tetapi data di atas tidak sebagai target penyelesaian masalah kemiskinan yg direncanakan. Pertanyaannya:
Apakah ada perencanaan perumahan yang layak utk penduduk yang ngaku miskin karena tidak punya tempat tinggal dalam target penataaan ruang tsb?
Apakah ada penrencanaan fasilitas untuk memfasilitasi penduduk yang ngaku miskin karena cacat di dalam perencanaan tsb?
infrastruktur air bersih, jamban/mck, program pembangunan padat karya dlseterusnya dalam rangka menjawab parameter kemiskinan di data kesra itu?
Jawabannya: O, KARENA MEMANG TIDAK MENGGUNAKAN DATA ITU SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEBIJAKAN STRATEGIS PENGENTASAN KEMISKINAN. —-> apakah ini kejahatan perencanaan?
Pertanyaan selanjutnya: Sebenarnya Perencanaan Tata Ruang itu apakah penduduk miskin tidak termasuk hitungan target pengentasan tahunan? sesuai prioritas kemampuan pendanaan dan kapasitas daerah.
Pertanyaan ketiga: aktor perencana (Intelektual), aktor regulator (pemerintah) merencanakan hanya untuk dirinya (mungkin?). setelah warga miskin teriak, mereka malu-malu kucing, sperti kasus di Depok, masak abat IT, ternyata masih ada warga miskin meninggal karena kelaparan, masih ada orang tua membunuh anaknya karena tidak mampu menanggung beban memberi makan, menyekolahkan dan keb keluarga lainnya.
Mari pendataan yang nilainya tidak murah yang dibiayai oleh rakyat itu, kita gunakan untuk menyelesaikan permasalahan rakyat (kemiskinan). Mari kita petakan dan kita ambil langkah strategis secara periodik untuk pengentasannya. Semoga kita berbicara dengan data. Amiiiin taqy

About taqy