Wabah Lintah di Demak Bukan jenis Herudo Medicinalis

Pemberitaan tentang Lintah semarak diberbagai media cetak maupun media layar kaca (tv), terkait mewabahnya lintah (Discodoris sp) di daerah Demak desa Timbulsloko kecamatan Sayung setelah terjadinya banjir rob menembus di perkampungan warga, Minggu (5/6/2011). Seperti yang termuat web okezone (warga Demak di serang lintah), web suara demokrasi (warga Demak di serang Lintah), rimanews (

Warga Demak Diserang Mahluk Penghisap Darah, Lintah!) dll yang me-link di web ini. Hanya yang sangat disayangkan foto yang termuat di berita adalah foto yang salah. Alias wartawan beritanya tidak memperhatikan dengan benar jenis yang mewabah di Demak. Foto-foto yang ditempelkan di berita sepertinya mengambil gambar dari web lain, salah satunya foto koleksi BLBI (budidaya Lintah Beneran Indonesia-punya Pak Salim Bedahan Depok). Selain tanpa ijin, foto lintah tersebut bukan lintah yang banyak muncul di Demak. Pesan untuk redaktur seyogjanya menegur wartawan yang asal tempel foto lintah, tanpa mengambil gambar sendiri di lokasi. Mungkin lebih tepatnya dapat melihat tanyangan okezone tv. Bandingkan bentuk lintah yang di berita dengan yang ada di tayangan.

 

 

 

Gambar 1 dan 2 lintah untuk terapi sedangkan gambar di tanyangan okezone tv yang ada di Demak (sangat berbeda).

Warga Demak tidak perlu kawatir terjadinya siklus kembang biak yang diluar normal,  terlihat seperti anomali, tetapi bisa dipandang dari berbagai sudut yang diantaranya; di daerah itu memang habitat lintah tersebut dari dahulunya, hanya sekarang ditempati oleh manusia di bangun perkampungan. Dalam hal ini lintah mengeikuti siklus perkembangan alaminya, tetapi manusia yang tinggal  di habitat lintah merasa terganggu. Beginilah manusia mau menangnya sendiri. Sangatlah mudah untuk membasmi lintah tersebut oleh manusia dan lintah tidak mampu melawan, yaitu dengan garam, tetapi sangatlah sayang jika hanya diusir bahkan dibunuh tanpa meneliti dahulu bahwa lintah tersebut tentunya dilahirkan di dunia mengemban tugas sebagi mahluk (bertahmit dan bertasbih).

Semoga manusia dapat berlaku adil kepada ma’mumnya jika memang menempatkan diri sebagai khalifah di bumi ini. Dan mendengar dan melihat tahmit dan tasbih ma’mumnya dalam hal ini lintah di Demak.

 

About taqy