Nov
3

Dokter dan Doktor

by syahidin.badru , in: Uncategorized

Masih hangat dalam ingatan kita ketika acara pelantikan tanggal 20 Oktober 2009 lalu, Ketua MPR RI dengan terbata-bata dan salah menyebutkan gelar Presiden SBY dan Wakil Presiden Budiono. Beberapa kali beliau menyebut SBY dan juga Boediono dengan dokter bukan doktor.

Yang menjadi masalah adalah bukan karena tidak mengetahui beda antara dokter dan doktor, melainkan karena penulisan singkatan gelar Dr. (ditulis huruf d besar dan huruf r kecil diakhiri dengan tanda titik) yang membuat sang ketua ragu-ragu menyebutkannya: doktor atau dokter.

Hal di atas terjadi, antara lain, akibat umumnya pemakai bahasa tidak disiplin dalam berbahasa, baik lisan maupun tulis. Pemakai bahasa sering tidak konsisten dalan penulisan singkatan, baik untuk gelar doktor maupun dokter: dr. Dr. DR.

Misalnya:

(1)    Dr. Subki Abdulkadir

(2)    dr. Subki Abdulkadir

(3)    DR. Subki Abdulkadir

Apakah Bapak Subki Abdulkadir itu seorang yang bergelar doktor atau dokter? Pertanyaan itu muncul karena adanya penulisan seperti (1), (2), dan (3) di atas.

Mengenai perbedaan arti dokter dan doktor, pada umumnya orang mengetahuinya. Sesuai dengan yang ada dalam buku KBBI, sebagai acuan berbahasa dengan benar, orang memahami bahwa  doktor adalah gelar kesarjanaan tertinggi yg diberikan oleh perguruan tinggi kepada seorang sarjana yang telah menulis dan mempertahankan disertasinya, sedangkan dokter adalah lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatannya.

Jadi, masalah perbedaan arti kedua kata itu sudah sangat jelas, tetapi cara penulisan singkatannya itu ternyata masih banyak yang ragu-ragu. Sering orang menulis singkatan gelar doktor dengan d besar dan r besar seperti ini DR, padahal yang benar cukup dengan d besar dan r kecil seperti ini Dr. Sementara ini masih banyak terjadi di mana-mana, penulisan singkatan dokter dengan d besar dan r kecil seperti ini Dr. Padahal, yang benar cukup dengan d kecil dan r kecil seperti ini dr.Jadi, menurut kaidah bahasa baku bahasa Indonesia, jika Bapak Subki Abdulkadir bergelar dokter, penulisan singkatan yang benar adalah

dr. Subki Abdulkadir (Benar)

bukan

Dr. Subki Abdulkadir (Salah).

Jika Bapak Subki Abdulkadir bergelar doktor, penulisan singkatan yang benar adalah

Dr. Subki Abdulkadir (Benar)

bukan

DR. Subki Abdulkadir (Salah).

Jika Bapak Subki Abdulkadir gelarnya berderet, misalnya doktor, dokter, insinyur, haji, sarjana hukum, dan sarjana ekonomi, penulisan singkatan yang benar adalah

Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H., S.E.

Jangan lupa pula, Anda harus memperhatikan dengan cermat penggunaan tanda baca titik, koma, serta kerenggangan antarunsurnya.  Bandingkan contoh penulisan di bawah ini.

Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H., S.E. (Benar)

Dr.dr.Ir.H. Subki Abdulkadir, S.H., S.E. (Salah)

Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, SH, SE (Salah)

DR. Dr. Ir. H. Subki Abdulkadir SH., SE. (Salah)

Dr dr Ir H Subki Abdulkadir, S.H., S.E. (Salah)

Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H, S.E (Salah)

Dr. dr. Ir. H Subki Abdulkadir, S.H. S.E. (Salah)

DR. Dr. IR. H. Subki Abdulkadir S.H., S.E. (Salah)

Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H. S.E. (Salah)

Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H, S.E (Salah)

Semoga hal-hal di atas memicu kita untuk lebih cermat dalam berbahasa, terutama  ketika kita berkomunikasi dalam forum resmi, seperti dalam pelantikan; dalam karya tulis keilmuan dan/atau kedinasan.

You can leave a commentor a trackback .


Comment this post