Research

A. Bidang Ekplorasi Panasbumi

Sifat petrofisika yang diturunkan dari analisis data wireline/logging maupun inti batuan (core) merupakan signature unik bawah permukaan tanah yang bisa mengindikasikan keberadaan potensi sumber daya alam kebumian. Wireline dapat mengukur hambatan jenis batuan, tekanan formasi, suhu, kecepatan gelombang seismik (Vp), serta dimensi lubang sumur. Kegiatan ini dapat dibarengi dengan analisis cutting dan coring untuk memastikan batas-batas litologi. Studi petrofisika di lapangan panasbumi di Indonesia masih terbilang jarang, dikarenakan oleh ketiadaan data wireline/logging. Ada anggapan bahwa sensor-sensor yang terpasang di tiang sonde tidak mampu mengukur secara akurat ketika masuk formasi bersuhu tinggi. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar mengingat beberapa perusahaan yang bergerak di bidang energi panasbumi sudah biasa melakukan wireline/logging. Tanpa adanya wireline/logging, maka delineasi fitur-fitur penyusun sistem panasbumi hampir sepenuhnya mengacu pada penampang resistivitas hasil inversi data magnetotelluric yang blocky, kaku dan beresolusi rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi lanjutan yang bisa meningkatkan resolusi hasil MT. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan mengikatnya ke data wireline/logging. Sehingga hasil inversi MT akan terkoreksi dan model sistem panasbumi akan terupdate dengan sendirinya. Lebih jauh lagi, secara teori, penampang resistivitas memungkinkan untuk dikonversi menjadi penampang porositas dan permeabilitas. Akan tetapi perlu dilakukan secara cermat mengingat pada umumnya lapangan panasbumi di Indonesia berada di lingkungan vulkanik yang didominasi oleh batuan beku. Sehingga porositas dan permeabilitas tidak dikontrol oleh pori-pori antar butiran batuan, melainkan didominasi oleh jaringan fracture dan fault.

 

B. Bidang Instrumentasi and Embeded System

Mikrokomputer sekarang bukan barang mahal, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan instrumen geofisika yang lebih canggih dibanding hanya menggunakan micro-controller. Operating system yang ditanam dalam mikrokomputer akan mampu membuatnya menjalankan peran multi-tasking. Sehingga ia mampu mengukur sambil tetap mengolah data; persis seperti ketika anda mengetik sambil mendengarkan lagu pada sebuah komputer yang sama. Kapasitas ruang penyimpanan (memory) eksternal dapat diperbesar sehingga mampu mengukur dalam durasi waktu yang lebih lama. Proses pengiriman data juga bertambah variasinya, tidak hanya mengandalkan protocol RS 232, sekarang di mikrokomputer dapat dipasang modul wireless yang plug & play. Seluruh fasilitas istimewa ini telah mengubah sistem alat-alat instrumentasi geofisika. Terdapat 2 sistem instrumentasi yang tengah kami kembangkan yaitu portable logging dan sistem akuisisi data seismik multi-komponen berbasis wireless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *