Pengalaman Belajar dalam Konteks Geosains

Pengalaman belajar untuk mencapai kompetensi kawasan kognitif meliputi menghafal, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mensitesakan dan menilai pengalaman belajar.

Pengalaman belajar untuk kegiatan hafalan dapat berupa menyebutkan lapisan-lapisan bumi, macam-macam batuan, tipe-tipe gunung api, siklus air, jenis-jenis muatan listrik, jenis-jenis gelombang. Jenis materi pembelajaran yang perlu dihafal dapat berupa fakta dan prosedur.

Pengalaman belajar untuk tingkat pemahaman dilakukan dengan mengidentifikasikan dan membandingkan karakteristik suatu obyek atau fenomena atau keadaan yang ada di alam. Jenis materi pembelajaran yang perlu dipahami juga meliputi konsep dan prinsip.

Pengalaman belajar tingkatan aplikasi dilakukan dengan jalan menerapkan konsep/prinsip ilmiah untuk membuat model suatu fenomena atau keadaan yang terjadi di alam

Pengalaman belajar tingkatan analisis dilakukan dengan jalan menerapkan sejumlah konsep/prinsip yang saling berkaitan dan tepat secara ilmiah untuk menyimpulkan suatu fenomena atau keadaan yang terjadi di alam

Pengalaman belajar tingkatan sintesis dilakukan dengan memadukan berbagai unsur atau komponen untuk membentuk metode baru yang bisa memecahkan suatu permasalahan.

Pengalaman belajar untuk mencapai kemampuan dasar tingkatan penilaian dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap objek studi menggunakan kriteria tertentu.

Pengalaman belajar yang perlu dilakukan agar mahasiswa mencapai tingkatan kompetensi afektif yaitu dengan mengamati dan menirukan contoh/model, mendatangi objek studi yang dapat memupuk pertumbuhan nilai, kejujuran dalam pengambilan data dan analisis data, perasaan malu jika berbuat salah, berbuat atau berpartisipasi aktif sesuai dengan tuntutan nilai yang dipelajari dan sebagainya.

Untuk kawasan psikomotor, pengalaman belajar yang dapat dilakukan untuk mencapai kompetensi ini adalah berlatih dengan frekuensi tinggi dan intensif, latihan menirukan, menstimulasikan, mendemonstrasikan, gerakan yang ingin dikuasai, misalnya cara-cara benar sesuai tahapan untuk membuat sayatan tipis, cara akuisisi data georadar, cara menggunakan kompas, cara menggunakan mikroskop polarisasi, dan sebagainya.

This entry was posted in Kampus. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *