EWAS (Earthquake Warning Alert System)

Para Peneliti dari Departemen Geosains, FMIPA – Universitas Indonesia yang berlatarbelakang ilmu kebumian dan instrumentasi telah berhasil merancang alat untuk mendeteksi kehadiran gempa bumi. Alat itu dinamakan EWAS (Earthquake Warning Alert System), suatu alat yang dirancang khusus sebagai pengganti panca indera manusia, agar menihilkan faktor subyektifitas, yang mampu mendeteksi kehadiran gempa bumi. Untuk mendeteksi adanya getaran dalam kawasan yang luas, alat EWAS memanfaatkan sensor getaran, sirine/alarm dan modul komunikasi gelombang radio, seperti yang biasa digunakan pada alat komunikasi handy talkie. Cara instalasi alat EWAS tergolong mudah, sehingga masyarakat dipastikan bisa memasang sendiri, tentunya dengan petunjuk pemasangan yang disediakan. Biaya perancangan relatif murah dan terjangkau denganĀ  harga yang tidak melebihi harga sebuah handphone. Namun demikian, belum ada satupun alat serupa yang beredar di pasaran.

Alat EWAS telah dipasang sekaligus diujicoba dengan sukses di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Terdapat 6 alat EWAS terpasang disana pada 12 Oktober 2018, dimana beberapa alat dipasang sendiri oleh beberapa pemuda warga Desa Sembalun Bumbung. Alat tersebut masih bekerja hingga hari ini. Berdasarkan informasi warga setempat, alat EWAS berbunyi pada 5 November 2018 menandai kehadiran gempa dengan magnitudo 4,6 SR. Kemudian tgl 26 Desember 2018 alat EWAS berbunyi sesaat setelah gempa 4,9 SR hadir di Desa Sembalun Bumbung. Pada 17 Maret 2019 gempa berkekuatan 5,8 SR juga terdeteksi oleh alarm EWAS. Setiap kali ada kejadian gempa, suara alarm yang terdengar hingga sudut-sudut desa berhasil menyadarkan warga desa untuk secepatnya bereaksi menyelamatkan diri dengan keluar dari bangunan tempat tinggalnya.

Jpeg

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *