Masalah Ruang Lingkup Kurikulum Geofisika

Jika dilihat dari akar keilmuannya, geofisika ada di antara ilmu geologi dan ilmu fisika. Geologi adalah ilmu yang mempelajari berbagai ilmu yang ada di kerak bumi, sedangkan fisika adalah ilmu yang mempelajari semua proses dan gaya yang bekerja pada materi. Jadi geofisika adalah ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip fisika untuk mengetahui dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan bumi atau dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bumi dengan prinsip-prinsip fisika.

Perkembangan kegeofisikaan terjadi karena para ahli mengembangkan keilmuan tanpa melihat tumpang tindih akar keilmuan. Misalnya Sir Isaac Newton (ahli fisika) yang menjelaskan tentang pembentukan pegunungan melalui teori kontraksi. Pada saat sekarang ini ilmu geofisika mengalami pengayaan serupa dari berbagai cabang ilmu maupun teknologi contohnya elektronika instrumentasi, komputasi, basis data dan informatika, penginderaan jauh, ekonomi, manajemen, teknologi infrastruktur, teknologi pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam, teknologi dan mitigasi bencana kebumian, teknologi dan pengelolaan lingkungan, dan lain-lain. Akibatnya kegeofisikaan mempunyai cakupan yang luas. Ia menjadi ilmu dan kemudian berkembang menjadi teknologi. Konsekuensinya geofisika mempunyai cakupan yang lebar, mulai dari ilmu murni hingga rekayasa.

Sehingga, masalah dalam penyusunan kurikulum Program Studi Geofisika adalah hingga seberapa jauh akan dicakup? Jika kita melihat kepada Gambar setidaknya dapat dikelompokkan kepada 4 kelompok, yaitu yang berpijak pada akar keilmuannya, menjadi kelompok fisika yang memiliki ketercakupan hingga geofisika, kelompok geologi yang memiliki ketercakupan hingga geofisika, kelompok geofisika dengan ketercakupan hingga terapannya dan kelompok teknik geofisika yang memiliki ketercakupan mulai dari terapannya.

Referensi:

  1. Djoko Santoso dan Satryo Sumantri Brodjonegoro, Pendidikan Geofisika dan Perundangan Pendidikan Baru di Indonesia, HAGI-Prosiding Lokakarya Nasional Pendidikan Geofisika Indonesia, 9-10 Oktober 2003, Yogyakarta
This entry was posted in Kampus. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *