Pemeringkatan Universitas Sedunia, 24 Mei 2011

Siapakah yang pernah membayangkan bahwa World University Ranking akan menjadi topik penting tentang Pendidikan Tinggi di Forum Organisasi Internasional seperti UNESCO? Bukan Robert Morse yang memulainya di AS dengan USNews Rankingnya, bukan juga Nian Cai Liu, Profesor Shanghai Jio Tong yang menjadi pemeringkat paling top di dunia, bukan juga Jan Sadlak Presiden IREG yang akan memberikan persetujuan pada pemberi peringkat. Tiba-tiba semua nama-nama penting itu beserta pimpinan UNESCO, OECD dan World Bank seperti mendapat angin. Duduk bersepakat di Ruang Konferensi 2 Markas Besar UNESCO di Paris, 16-17 Juli 2011, 250 peserta dari pemeringkat, universitas, perwakilan pemerintah dari seluruh belahan dunia berbicara tentang kegunaan dan penyalahgunaan pemeringkatan universitas. Semua orang tahu bahwa dunia bukanlah tempat bermain yang datar. Menggunakan satu cara ukur untuk berbagai perbedaan sumberdaya manusia, sumber keuangan, usia, fokus, misi dan tujuan, pasti tidak akan menghasilkan suatu hasil yang tepat. Namun sejak tahun 2004 ketika webometrics mengeluarkan daftar universitas yang panjangnya hingga 15000, tiba-tiba semua orang merasa terpanggil untuk mengetahui dimana posisinya. Pemeringkatan menjadi sesuatu yang dilirik, dianggap tidak penting, namun sesuatu yang membanggakan jika cukup tinggi. Pendidikan membuat orang mudah dipimpin namun sulit dikendarai. Mudah diatur namun sulit diperbudak (Peter Brougham).

July 19 2011 05:30 pm | Catatan Pribadi

3 Responses to “Pemeringkatan Universitas Sedunia, 24 Mei 2011”

  1. defny Says:

    Perkenalkan, saya Defny dari FISIP UI. Menarik sekali ketika disebutkan, “berbicara tentang kegunaan dan penyalahgunaan pemeringkatan universitas”, berarti ada semacam ketidaksepakatan instrumentasi hasil pemeringkatan, bukankah demikian, Prof? Saya jadi teringat dengan komentar sahabat lama dalam menjelaskan kemunculan sistem dan lembaga pemeringkatan lain, semisal CHE Ranking, bahwa hal itu disebabkan universitas-universitas dari non-English speaking countries merasa dirugikan (mohon maaf jika Prof kurang berkenan; tidak bermaksud menyinggung almamater Prof di UK). Bagaimana menurut pendapat Prof? Lalu, saya tertarik untuk mengetahui hasil konferensi tersebut, apakah Prof berkenan berbagi dengan kami lagi?

  2. Eman Setiawan Says:

    Apakah disitu juga dibahas mengenai pemeringkatan Webometrics Prof? Kalo menurut Prof. Riri sendiri, bagaimana mengenai Webometrics?
    Terima kasih.
    Salam hangat Prof.
    Eman Setiawan.
    http://narotama.ac.id

  3. adel Says:

    Very helpful article you thanks . others awaited ..

    ST3 TELKOM

Leave a Reply