Matahari Nottinghamshire

Matahari musim semi di Yorkshire bersinar cerah hangat indah dan sejuk. Matahari yang membawa semangat terang pag pukul lima dan tenggelam pukul 8.30 malam. Matahari itu mengingatkan aku pada kehidupan 10 tahun yang lalu ketika 2 bayi kecil kuasuh dalam keheningan Meadowhall yang cantik. Aku terkenang pada wangi bayi-bayi itu, tangisannya, pada kedatangan perawat gratis yang mengajar merawat bayi kerumah selama dua minggu pertama. Aku ingat pada kecemasan ketika anak sakit di puskesmas dokter Okorie ditepi padang savana itu. Aku teringat saat mendorong 2 bayi di masa indah persahabatan pengajian Sheffield di tepi danau Rotherham.

Aku teringat pada hari-hari yang sempit ketika tumpukan tugas dirumah bergabung dengan ratusan eksperimen program komputer yang harus aku jalankan. Ruang Laboratorium kenangan di dasar gedung EC Stoner di Leeds University itu masih berdiri kokoh tidak berbeda. Sepuluh tahun lalu aku selalu dalam harap cemas akan hasil evaluasi paper konferensi internasional yang aku kirim. Cemas akan masa depan yang entah kemana akan dibawa. Ruang itu dan teman-teman didalamnya menjadi saksi siang dan malam yang berganti yang kulewati disana. Tidur dua jam dibawah meja lab, atau sering pulang jam 2 dinihari karena tanggung akan eksperimen yang sedang jalan. Aku teringat pada Motorway jalan toll gratis Leeds Sheffield yang kulalui ribuan kali sambil merenung dan berpikir diatas bis nasional ekspress.

Ada kepuasan yang mendalam ketika suatu fase ditutup dan kendaraan bergerak cepat dalam ruang terbuka savana yang luas dengan puluhan domba yang merumput. Cerita perjuangan ini harus kuceritakan pada generasi setelahku. Mereka harus cerdas, cekatan dan pantang menyerah karena standar yang harus dicapai kedepan tidak pernah turun. Jika tidak ada hari-hari dingin yang mencekam dan tidak ada evaluasi kritis tentang apa yang ditulis, lalu apa yang akan dicapai. Jam bisa saja berhenti atau bergerak lebih cepat. 10 tahun yang lalu saat hari demi hari berganti dalam pertumbuhan bayi Almira dan Naufalia, dunia ternyata bisa menyatukan peran ibu balita dan mahasiswa doktoral teknik komputer dalam hidupku. Sedih dan gembira, sakit dan sehat, terlalui dengan kenangan yang membekas, mungkin tak sempat tertuliskan, namun tersimpan dalam memory orang-orang tercinta. Masa-masa itu telah berlalu. Aku kembali ke Inggris Raya dengan peranan seorang reviewer. Sama seperti jadual visitasi Dikti ke puluhan universitas di Indonesia Raya dan bukti sukses pelatihan peer Dewan Pendidikan Tinggi Dikti. Aku teringat tata cara yang kupelajari pertama saat Dr. Adil Ahza visitasi ke jurusanku untuk proposal hibah.

Pagi itu 12 Mei 2011 sama seperti di Indonesia, di Stasiun Kereta Nottingham aku dijemput Direktur Umum Nottingham University dengan mobil dinas Audi pimpinan universitas. Universitas yang hijau luas dengan komponen yang sangat pas dengan GreenMetric sehingga menjadi juara 2 dunia tahu lalu, terbuka luas untuk dievaluasi dan menjadi show case. Kali ini harus melakukannya sendiri atas nama UI Greenmetric Ranking of World Universitirs, aku mereview setiap komponen penilaian dan bukti-bukti yang disediakan Direktur Umum dan Estat dan Manajer Lingkungan Universitas Nottingham Inggris.

Jadual lengkap bertemu Rektor, Wakil Rektor Internasional, Direktur Umum, Manajer Lingkungan, Manajer Energi, Direktur akademik, Koordinator kuliah berbasis keberlanjutan, berjalan dengan lancar. Visitasi dilanjutkan dengan mencocokkan kondisi kampus jubillee dan University Park yang dimiliki universitas Nottingham dengan data yang disubmit online. Masalah penghematan energi, alternatif energi, pengelolaan sampai, pengelolaan air, transportasi sepeda, bis dan pejalan kaki, mendapat perhatian rinci dan terencana di universitas ini karena kepemimpinan yang baik. Universitas berperan besar dalam memastikan “sustainability” atau keberlanjutan. Kata ini dapat didefinisikan sebagai tindakan untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan memperhatikan kegunaannya dan efisiensinya untuk saat ini dengan tidak melupakan kepentingan generasi mendatang. Yang diimpikan adalah perubahan perilaku untuk menjadi lebih memperhatikan lingkungan.

Kampus Jubilee Nottingham terletak beberapa kilometer dari kampus utama yang hijau. Disana berbagai gedung dengan arsitektur beragam mulai dari gedung inovasi yang seperti kapal luar angkasa, gedung merah miring terakota, barisan gedung dengan dinding luas dari kayu dan lainnya bergabung. Perpustakaan bentuk piramid terpotong terbalik yang dibuat naik berkeliling seperti di perpustakaan UI yang baru terlihat sangat cantik dengan pemandangan sungai yang asri dari jendela.

Satu perjalanan… menuju perjalanan berikutnya (to be continued)

Riri Fitri Sari

Nottingham-London, 13 Mei 2011.

July 19 2011 05:34 pm | Catatan Pribadi

Leave a Reply