Archive for July, 2011

Matahari Nottinghamshire

July 19th, 2011 -- Posted in Catatan Pribadi | No Comments »

Matahari musim semi di Yorkshire bersinar cerah hangat indah dan sejuk. Matahari yang membawa semangat terang pag pukul lima dan tenggelam pukul 8.30 malam. Matahari itu mengingatkan aku pada kehidupan 10 tahun yang lalu ketika 2 bayi kecil kuasuh dalam keheningan Meadowhall yang cantik. Aku terkenang pada wangi bayi-bayi itu, tangisannya, pada kedatangan perawat gratis yang mengajar merawat bayi kerumah selama dua minggu pertama. Aku ingat pada kecemasan ketika anak sakit di puskesmas dokter Okorie ditepi padang savana itu. Aku teringat saat mendorong 2 bayi di masa indah persahabatan pengajian Sheffield di tepi danau Rotherham.

Aku teringat pada hari-hari yang sempit ketika tumpukan tugas dirumah bergabung dengan ratusan eksperimen program komputer yang harus aku jalankan. Ruang Laboratorium kenangan di dasar gedung EC Stoner di Leeds University itu masih berdiri kokoh tidak berbeda. Sepuluh tahun lalu aku selalu dalam harap cemas akan hasil evaluasi paper konferensi internasional yang aku kirim. Cemas akan masa depan yang entah kemana akan dibawa. Ruang itu dan teman-teman didalamnya menjadi saksi siang dan malam yang berganti yang kulewati disana. Tidur dua jam dibawah meja lab, atau sering pulang jam 2 dinihari karena tanggung akan eksperimen yang sedang jalan. Aku teringat pada Motorway jalan toll gratis Leeds Sheffield yang kulalui ribuan kali sambil merenung dan berpikir diatas bis nasional ekspress.

Ada kepuasan yang mendalam ketika suatu fase ditutup dan kendaraan bergerak cepat dalam ruang terbuka savana yang luas dengan puluhan domba yang merumput. Cerita perjuangan ini harus kuceritakan pada generasi setelahku. Mereka harus cerdas, cekatan dan pantang menyerah karena standar yang harus dicapai kedepan tidak pernah turun. Jika tidak ada hari-hari dingin yang mencekam dan tidak ada evaluasi kritis tentang apa yang ditulis, lalu apa yang akan dicapai. Jam bisa saja berhenti atau bergerak lebih cepat. 10 tahun yang lalu saat hari demi hari berganti dalam pertumbuhan bayi Almira dan Naufalia, dunia ternyata bisa menyatukan peran ibu balita dan mahasiswa doktoral teknik komputer dalam hidupku. Sedih dan gembira, sakit dan sehat, terlalui dengan kenangan yang membekas, mungkin tak sempat tertuliskan, namun tersimpan dalam memory orang-orang tercinta. Masa-masa itu telah berlalu. Aku kembali ke Inggris Raya dengan peranan seorang reviewer. Sama seperti jadual visitasi Dikti ke puluhan universitas di Indonesia Raya dan bukti sukses pelatihan peer Dewan Pendidikan Tinggi Dikti. Aku teringat tata cara yang kupelajari pertama saat Dr. Adil Ahza visitasi ke jurusanku untuk proposal hibah.

Pagi itu 12 Mei 2011 sama seperti di Indonesia, di Stasiun Kereta Nottingham aku dijemput Direktur Umum Nottingham University dengan mobil dinas Audi pimpinan universitas. Universitas yang hijau luas dengan komponen yang sangat pas dengan GreenMetric sehingga menjadi juara 2 dunia tahu lalu, terbuka luas untuk dievaluasi dan menjadi show case. Kali ini harus melakukannya sendiri atas nama UI Greenmetric Ranking of World Universitirs, aku mereview setiap komponen penilaian dan bukti-bukti yang disediakan Direktur Umum dan Estat dan Manajer Lingkungan Universitas Nottingham Inggris.

Jadual lengkap bertemu Rektor, Wakil Rektor Internasional, Direktur Umum, Manajer Lingkungan, Manajer Energi, Direktur akademik, Koordinator kuliah berbasis keberlanjutan, berjalan dengan lancar. Visitasi dilanjutkan dengan mencocokkan kondisi kampus jubillee dan University Park yang dimiliki universitas Nottingham dengan data yang disubmit online. Masalah penghematan energi, alternatif energi, pengelolaan sampai, pengelolaan air, transportasi sepeda, bis dan pejalan kaki, mendapat perhatian rinci dan terencana di universitas ini karena kepemimpinan yang baik. Universitas berperan besar dalam memastikan “sustainability” atau keberlanjutan. Kata ini dapat didefinisikan sebagai tindakan untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan memperhatikan kegunaannya dan efisiensinya untuk saat ini dengan tidak melupakan kepentingan generasi mendatang. Yang diimpikan adalah perubahan perilaku untuk menjadi lebih memperhatikan lingkungan.

Kampus Jubilee Nottingham terletak beberapa kilometer dari kampus utama yang hijau. Disana berbagai gedung dengan arsitektur beragam mulai dari gedung inovasi yang seperti kapal luar angkasa, gedung merah miring terakota, barisan gedung dengan dinding luas dari kayu dan lainnya bergabung. Perpustakaan bentuk piramid terpotong terbalik yang dibuat naik berkeliling seperti di perpustakaan UI yang baru terlihat sangat cantik dengan pemandangan sungai yang asri dari jendela.

Satu perjalanan… menuju perjalanan berikutnya (to be continued)

Riri Fitri Sari

Nottingham-London, 13 Mei 2011.

Pemeringkatan Universitas Sedunia, 24 Mei 2011

July 19th, 2011 -- Posted in Catatan Pribadi | 3 Comments »

Siapakah yang pernah membayangkan bahwa World University Ranking akan menjadi topik penting tentang Pendidikan Tinggi di Forum Organisasi Internasional seperti UNESCO? Bukan Robert Morse yang memulainya di AS dengan USNews Rankingnya, bukan juga Nian Cai Liu, Profesor Shanghai Jio Tong yang menjadi pemeringkat paling top di dunia, bukan juga Jan Sadlak Presiden IREG yang akan memberikan persetujuan pada pemberi peringkat. Tiba-tiba semua nama-nama penting itu beserta pimpinan UNESCO, OECD dan World Bank seperti mendapat angin. Duduk bersepakat di Ruang Konferensi 2 Markas Besar UNESCO di Paris, 16-17 Juli 2011, 250 peserta dari pemeringkat, universitas, perwakilan pemerintah dari seluruh belahan dunia berbicara tentang kegunaan dan penyalahgunaan pemeringkatan universitas. Semua orang tahu bahwa dunia bukanlah tempat bermain yang datar. Menggunakan satu cara ukur untuk berbagai perbedaan sumberdaya manusia, sumber keuangan, usia, fokus, misi dan tujuan, pasti tidak akan menghasilkan suatu hasil yang tepat. Namun sejak tahun 2004 ketika webometrics mengeluarkan daftar universitas yang panjangnya hingga 15000, tiba-tiba semua orang merasa terpanggil untuk mengetahui dimana posisinya. Pemeringkatan menjadi sesuatu yang dilirik, dianggap tidak penting, namun sesuatu yang membanggakan jika cukup tinggi. Pendidikan membuat orang mudah dipimpin namun sulit dikendarai. Mudah diatur namun sulit diperbudak (Peter Brougham).

Kado Doa Bulan Juli dari Ir. Endang Sriningsih MT

July 19th, 2011 -- Posted in Catatan Pribadi | 1 Comment »

Tiga Dosen Wanita di Departemen Elektro
By Ibu Endang Sriningsih
Red Bean Margocity, Depok, 19 Juli 2011

Bulan Juli adalah bulan keberkahan buat mereka
Bertiga memperingati Hari lahir di bulan yang sama
Tanggal Tujuh, Tiga belas dan Sembilan belas Juli, hari ulang tahunnya
Di Red Bean mereka merayakan , mengundang sejawat untuk makan bersama
Pastinya kami sejawat , suka cita menyambutnya

Bu Riri adalah yang tertua diantara mereka
Gelar akademis tertinggi, Prof, sudah disandangnya pada usia muda
Mempunyai keluarga bahagia dengan suami dan 3 putri yang sangat memanjakannya
Lingkungan kerja dan sejawat yang sangat akrab dan selalu ketawa
Semoga…kau tetap bersemangat dan sukses membangun Kinerja

Generasi berikutnya adalah Bu Yuli
Walau pak Ojek mengantarmu setiap pagi dengan kecepatan tinggi
Kau selalu berpakaian Rapi dan berseri
Karyamu telah banyak sekali…dan terpilih sebagai dosen berprestasi
Semoga ….jenjang tertinggi segera kau raih beberapa tahun lagi.

Yang Termuda…..bu Prima
Tepat sekali saat itu, kau masuk sebagai calon dosen saat ada formasi
pegawai negeri
Kau ambil……dan kau melanjutkan kuliah keluar negeri
Untuk mencari Gelar yang lebih tinggi
Walau kau harus meninggalkan pacar dan hidup sendiri

Baru seumur jagung kau bertugas disini
Namun berbagai tugas telah kau jalani
Tanpa pamrih dan mengeluh tetap kau lakoni
Walaupun setiap saat kau harus mengelola… ASI
Demi si Kecil, si buah hati yang selalu menanti

SELAMAT ULANG TAHUN buat bu Riri, bu Yuli dan bu Prima

Doa kami dan seluruh dosen Elektro menyertaimu….
Semoga Tuhan memberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan selalu
Kesuksesan karier, dalam melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi Almamatermu
Jagalah kemantapan Jiwa dan Raga, lahir dan batin, didunia dan diakhirat tanpa ragu
Dan……Semoga Tuhan selalu melindungimu, tentu saja beserta keluargamu..

Bait terakhir ….buat Rekan bertiga

Jadilah Cahaya…Walaupun tak tersentuh tapi selalu menerangi
Jadilah Angin….Walaupun tak berwujud tetapi selalu memberikan kesejukan
Jadilah Sahabat sejati…Walaupun tak bersama menjalani hari…tetapi selalu memberi kehangatan dihati……
Amin

Kenangan Terindah Elektro UI di Pantai Jimbaran, 7 Juli 2011

July 19th, 2011 -- Posted in Catatan Pribadi | 1 Comment »

Tatkala senja menyapa pantai pasir putih Jimbaran yang bersuasana liburan, suasana diterangi kerlap-kerlip lampu romantis dari refleksi perahu yang dilamun ombak dipantai. Pantai dipenuhi pengunjung restoran pantai gigantik bersuasana multinasional, romantis dengan lampu redup di tiap meja.

Penghujung hari, malam penuh bahagia keluarga besar Departemen Elektro FTUI. Anak-anak yang bermain lepas ditepi pantai, tak lelah walau seharian sudah menyaksikan gemuruh ombak di Tanah Lot dan sejuk lembut angin di Bukit Kintamani (Ebiet G Ade).

Momentum tahunan ke 12 di departemen elektro, hampir sama usianya dengan konferensi QIR yang telah makin membesar dengan 500 peserta dari 22 negara. Apresiasi pada Prof Djoko Hartanto yang menginisiasi event-event ini. Begitu konferensi internasional ditutup Wadek FTUI, Dr Dedi dan ketua panitia Prof Bondan, para dosen elektro langsung menjemput keluarga ke airport Bali, dilanjutkan makan malam di Mang Engking Denpasar. Di hotel kami ada rombongan Metalurgi, dan konon sebagian dosen FT jurusan lain melanjutkan perjalanan bersama ke Lombok. Sebagian peserta mengikuti tour di Bali sehari setelah seminar.

Tahun ini perbedaan mulai terasa. Pertama kalinya family gathering elektro dengan pesawat, semua berlibur karena ada Event Organizer, semua sudah makin baik standarnya: transportasi, penginapan di FaveAston, dan atraksi world class yang menimbulkan kebanggaan pada nusa dan bangsa. Disudut meja di tepi pantai Jimbaran saya lihat warga asing yang menyaksikan acara keluarga tahunan ini.

Rasa lelah dan kerja keras setelah menginisiasi topik riset, mengolah data dan menuliskannya menjadi paper ilmiah layak QIR, terbayarkan dengan bahagia menyaksikan keindahan pulau dewata yang dirasakan seluruh anggota keluarga. Perhelatan ilmiah yang penuh makna. Bahwa setelah semua dicapai kita perlu menceritakan dan merayakannya. Milestone perjalanan yang perlu dirayakan, bukan destinasinya.

“Bila yang tertulis untukku.
Adalah yang terbaik untukmu.
Kan kujadikan kau kenangan.
Yang terindah dalam hidupku”, lagu Samsons itu mengalun pelan dibawakan musikalis restoran “the Fountain”.
Surprise hari ulang tahun hari ini. Seperti de javu yang sudah saya bayangkan sebelumnya, sebuah nyanyian bersama “Happy Birthday to you”, kue chocolate lembut yang lezat, para senior (ada Prof Budi, Pak Hartono, Pak Supranyoto, Prof Harry, Pak Ridwan Gunawan, Pak Wahidin, Prof Pupu, Prof Benyamin, Pak Amien) dan semua teman (Pak Asvial, Pak Muli, Pak Dodi, Pak Salman, Pak Pur, Bu Yuli, Mia, Ajib,Tommy, Yan dan semua), lengkap dengan keluarga tercinta. Terimakasih pada para sahabat, pada generasi mendatang yang jadi harapan kami untuk membuat dunia yang lebih baik. It worth denying an offer for a trip to Auckland New Zealand for an IEEE Women in Engineering Conference, and trade it with so much happiness celebrating birthday with loving family and friends. Alhamdulillah ya Allah.

Pelukan dan ucapan selamat di pagi hari, greetings dari jejaring facebook, BBM, WhatApps dari seluruh teman dibelahan dunia, semua begitu berbeda beberapa tahun belakangan ini. Dengan sedikit teknologi, secara otomatis di pagi hari ada sms HUT yang terkirim dari account seorang dosen UGM yang sangat kerap berjejaring dengan teknologi informasi. Doa tulus dan testimoni mantan mahasiswa yang telah lulus di facebook, atau prakarya jahitan tiga gadis kecilku Almira, Naufalia dan Laura, yang penuh pesan dan doa untuk bunda adalah hadiah yang paling berharga rasanya kini. Hanya satu harapan yang tergores dalam hati, semoga teknologi informasi dan transportasi yang telah mentransformasi hidup sekarang, kedepan akan menjadi pencetus bahagia untuk semua, bukan menjadi beban yang tak dapat dihela.

“Terimakasihku pada Mu Tuhanku
Tak mungkin dapat terlukis oleh kata-kata, hanya diri Mu yang tahu besar rasa citaku pada Mu.
Karunia Mu tak pernah berhenti selalu datang kepada Ku, Tuhan semesta alam dan satu janjiku, tak kan berpaling dari Mu” (Rossa).