Kematian Sel Yang Terprogram

Bagi orang-orang yang tidak belajar Biologi, istilah Programmed Cell Death (PCD) pasti terdengar menakutkan. Semacam melihat James Bond atau Ethan Hunt yang mendapat tugas melenyapkan seorang target. Upps…sorry untuk fans Mr. Bond dan Mr. Hunt, sepertinya analogi saya kurang tepat; justru biasanya mereka mendapat tugas menggagalkan misi pembunuhan tersebut.

Apa itu PCD ? PCD atau kematian sel terprogram atau kadang-kadang disebut sebagai bunuh diri seluler (tuh kan makin serem lagiii) terpicu oleh kejadian di dalam sel seperti sel yang rusak akibat diserang penyakit sehingga sel tidak lagi dibutuhkan. Sebagai upaya membersihkan jaringan yang rusak di dalam tubuh, terjadilah mekanisme kematian sel terprogram. Dalam proses biologis, PCD terjadi justru memberikan manfaat atau keuntungan bagi kehidupan suatu organisme.

Sesuai silabus, di bab terakhir kuliah Fisiologi Tumbuhan dan Nutrisi Tumbuhan, saya menjelaskan tentang PCD yang menyebabkan tumbuhan memiliki pembuluh xylem seperti sebuah selang yang berongga, contoh lain PCD yaitu terbentuknya aerenkim pada batang tumbuhan air. Dan yang selalu saya tampilkan di slide power point adalah gambar daun tanaman Monstera yang berlubang-lubang mirip seperti keju Swiss, sehingga tanaman Monstera dinamakan The Swiss cheese plant.

Gambar kiri: keju Swiss yang memiliki ciri berlubang-lubang,
kanan: slide kuliah tentang PCD

Penyebab PCD bermacam-macam, bisa karena tanaman terserang penyakit, sehingga tanaman mengembangkan mekanisme respons hipersensitif, yaitu jika satu sel diserang patogen, maka sel di sekitarnya mati dengan cepat, agar infeksi tidak menyebar luas.

PCD yang terjadi akibat tumbuhan diserang patogen

Biasanya daun akan terlihat berbintik-bintik coklat kering yang dalam istilah biologi disebut nekrosis.

Daun yang mengalami nekrosis karena serangan fungi

Mengapa Monstera yang saya jadikan contoh PCD? Karena Monstera yang merupakan marga tanaman dari famili Araceae yang mendapatkan namanya dari bahasa Latin “monstrous” atau ” abnormal” berdasarkan bentuk daunnya yang tidak biasa – memiliki lubang alami. Lubang pada helaian daun Monstera terbentuk dengan mekanisme PCD (kematian sel terprogram, dan bukan karena digunting-gunting ^_^, bukan karena diserang penyakit, bukan pula karena dimakan herbivor (ulat, belalang, kambing dll ). Tidak ada tumbuhan lain yang memiliki lubang tetapi tetap sehat seperti Monstera.

Monstera merupakan tumbuhan native (asli) dari hutan hujan tropis di Mexico selatan hingga Panama. Tumbuhan ini mulai tumbuh dari lantai hutan dan akan “berpegangan” pada tumbuhan lain dan “memanjat” ke atas untuk mendapatkan cahaya. Dalam ilmu botani, tumbuhan yang hidup berpegangan pada tumbuhan lain disebut epifit; Tumbuhan epifit mendapatkan unsur hara sebagian besar dari udara dan air hujan, bukan dari tanah.

Perhatikan susunan daun tanaman Monstera, tidak ada yang bertumpuk, sehingga semua lembaran daun mendapatkan cahaya meskipun letaknya di bawah

Mengapa daun Monstera berlubang ? Di habitat seperti hutan yang lebat dengan kanopi pohon yang rapat, cahaya matahari menjadi sangat langka, sementara tumbuhan membutuhkan cahaya yang cukup untuk berfotosintesis. Bagaimana Monstera (terutama untuk helaian daun yang berada nyaris di lantai hutan yang gelap) mendapatkan cahaya matahari? Ternyata lubang tersebut berfungsi untuk melewatkan cahaya matahari! Allahu Akbar, Betapa smart tumbuhan ini. Daun-daunnnya pun tersusun menyebar tidak bertumpuk agar daun di sebelah atas, tidak menutupi daun di bawahnya. Selain itu, saat hujan lebat dan angin kencang, tetesan air dan hembusan angin yang kuat akan melewati lubang sehingga tidak menyebabkan daun sobek!! (inget kan mengapa spanduk kain diberi lubang-lubang ?)

Itulah sekelumit share saya tentang PCD, Programmed Cell Death, kematian sel yang terprogram, dan salah satu contohnya yaitu tanaman Monstera yang sekarang sedang hit!; saya ngga bilang sedang naik daun, karena Monstera kan sebenarnya “naik” pohon…hahaha

Sampai jumpa di postingan berikutnya yang tidak kalah menarik.



  2 comments for “Kematian Sel Yang Terprogram

  1. Iman
    November 9, 2020 at 1:46 am

    Ini kelompok janda bolong kah yg sedang populer? Kenapa saat tidak terlindungi dan dapat sinar matahari penuh Monstera tetap bolong…

  2. November 26, 2020 at 5:55 pm

    Terima kasih banyak atas informasi nya, semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *