Rejeki itu tidak selalu berupa rupiah

Saat mendapat disposisi dari bos untuk menghadiri seminar dan workshop yang berdurasi tiga hari, saya sempat bergumam…wah…kehilangan waktu lagi nih untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih setengah, seperempat bahkan belum saya mulai karena sejak awal, pertengahan Juni, disibukkan dengan musim UAS, musim sidang, lebaran…

Tapi setelah sampai di hari ke-3 workshop dan akhirnya berakhir dengan sukses (menurut kacamata peserta) saya bersyukur karena mendapat banyak ilmu, inspirasi dan tips. Emang seru banget ya ? Asli…seru banget.

Seminar & Workshop DOED 2016 yang bertemakan “Fostering Online Educational Research in Indonesia”  bagi saya yang juga mempunyai sedikit pengalaman mengajar dengan sistem online merupakan sebuah evaluasi sekaligus penyegaran kembali. Pembelajaran dengan e-learning memang bukan hal yang mudah, tetapi juga bukan sesuatu yang sangat sulit; yang dibutuhkan adalah komitmen dan engagement dari fasilitator (dosen) dan mahasiswa sebagai pembelajar.
Dari sesi-sesi yang diberikan oleh pembicara sejak hari ke-1 hingga ke-3 saya mendapat banyak pencerahan.

Assoc. Prof. Khairiyah Mohd. Yusof dari Universiti Teknologi Malaysia menekankan pembelajaran dengan sistem CL dan PBL. Nyaris semua yang beliau gambarkan juga saya alami…bahwa pengelolaan kelas sangat penting agar semua mahasiswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Metode yang tepat untuk itu adalah pembelajaran active learning. Peran dosen dalam metode pembelajaran active learning lebih sebagai fasilitator yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuannya.

Sharing dari Assoc. Prof. Dr. Tsukasa Hirashima (Hiroshima University) sangat menarik, beliau memutarkan video yang merekam situasi kelas sekolah dasar di Jepang dimana murid-murid aktif belajar menggunakan alat bantu yang sederhana seperti kertas hingga yang canggih seperti tablet dilengkapi aplikasi software yang kreatif.

Sesi Prof. Dr. Lyn Brodie (University of Southern Queensland) memberi pencerahan bagi saya dalam hal penjaminan mutu akademik, karena beliau menekankan bagaimana kurikulum dirancang, dijalankan dan dievaluasi. Karena kita harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di kelas, terutama saat kita sebagai dosen menerapkan pedagogis yang inovatif.

Sharing Dr. Denny dan Dr. Harry B. Santoso sebagai pembicara sekaligus tuan rumah sangat inspiratif; dapat saya jadikan trik yang akan saya implementasikan dalam mata kuliah saya, karena saya juga menggunakan ScELE. Kesulitan saya ternyata juga pernah menjadi kesulitan beliau-beliau dalam mengelola e-learning class…hanya saja mereka lebih expert dan berpengalaman dibanding saya

Sesi Pak Tony Seno Hartono dari pihak sponsor (Microfost) mengenai Analytic Approach sangat menarik; beliau memandu kami sejak mengunduh, menginstall hingga menggunakan aplikasi Power BI Desktop yang bermanfaat untuk mengolah dan mempresentasikan data. Beliau sangat sabar dan helpful.

Sharing Pak dari IPB membuat kami bisa “comparing notes”, dengan apa yang sudah dimiliki oleh UI dalam hal e-learning, dapat menjadi penyemangat, benchmarking dan problem solver juga, demi perbaikan pelaksanaan e-learning di UI.

Sampai Jumpa di DOED 2017
Sampai jumpa di DOED 2017

#doed2016  #pusilkomui   #fasilkomui

  5 comments for “Rejeki itu tidak selalu berupa rupiah

  1. November 9, 2016 at 3:54 am

    kapan2 bisa di share bu rekamannya.. pasti bagus sekali

  2. August 28, 2017 at 11:20 am

    bener banget Kata Kata Bijak

  3. June 19, 2018 at 4:32 am

    Terima kasih sudah mengingatkan.
    Bagaimana caranya mendapatkan rejeki yang banyak dan berkah ya?

    Thank

  4. June 19, 2018 at 4:33 am

    Terima kasih sudah mengingatkan.
    Bagaimana tips mengelola rejeki agar dapat berkah ya?

    Terima kasih

  5. August 8, 2018 at 2:29 am

    Benar, Rejeki itu tidak selalu berupa rupiah terkadang malah mengeluarkan rupiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *