Hari yang aneh

Pernah kan mengalami hari yang aneh atau kacau balau …lebih sopan daripada menyebutnya hari yang menyebalkan. Well…yaa bukan hari-nya yang salah, karena setiap hari adalah anugrahNya, kita saja yang kadang-kadang mengisi hari, sengaja atau tidak sengaja dengan kegiatan yang baik atau tidak. Dan sebaiknya memang di penghujung hari, sebelum kita berangkat tidur kita bermuhasabah, menilai bagaimana performance kita hari itu, sama dengan kemarin ? Atau lebih baik atau lebih buruk dari kemarin. Seperti yang ditegaskan Rasulullah SAW dalam salah satu hadist-nya bahwa “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, jika hari ini sama seperti hari kemarin kita adalah golangan orang yang rugi, dan jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin kita termasuk golongan yang celaka.
So inilah hari teraneh yang pernah kualami, tepatnya senin yang lalu.

Bangun pagi setelah sholat shubuh seperti biasa rutinitas pagi hari membuat minum, menyiapkan sarapan pagi sekaligus makan siang untuk si Adek dan si Kakak. Karena kemarin sore lupa beli roti tawar ya sudahlah mau buat nasi goreng aja. Begitu bumbu selesai ditumis kubuka magic jar untuk mengambil nasi, daaaan …nasinya tinggal sedikiit….mungkin tinggal 2 sendok makan.
Haduuh kok bisa sih ? Padahal semalam seingatku setelah Kakak makan nasi masih banyak.

Mikir lagi….roti habis, tukang roti tumbenan juga kok gak lewat-lewat, apa tadi sudah lewat tapi aku aja yang ngga denger? Hemmm….bikin pancake aja deh. Setelah menuang adonan terakhir di frying pan, aku langsung membuat bumbu untuk mengungkep ayam. Karena semalam aku menggoreng ayam ungkep terakhir yang ada di chiller. Sewaktu kubuka chiller bermaksud mengambil ayam, ternyataaa…..ayam mentah yang seingatku sudah kukeluarkan dan kupindahkan untuk thawing semalaman masih nangkring di freezer……

potongan ayamnya masih menempel satu sama lain ...beku...oh my...

أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ.. kenapa ya aku kok bisa lupa semua begini ?
Padahal kulihat jam sudah 6.00. Harus menunggu berapa lama untuk defrost ni si ayam beku ? Akhirnya tanpa defrost, bongkahan ayam kumasukkan ke dalam kuali dan mengungkepnya (pasti menurut ilmu kuliner itu tindakan yang slordig, sloppy)….hehe tapi biarin deh asal ayam bisa matang dengan cepat.

Sementara itu aku juga harus memasak nasi, menumis sayur kacang panjang campur tempe.
Akhirnya jam 7 kurang  aku baru selesai urusan dapur. Buru-buru aku mandi. Untung si Kakak lagi gampang dibangunin, jadi aku dianter sampai stasiun.

Sampai di stasiun karena sudah hampir jam setengah 8, aku belum hafal jadwal baru KRL ekonomi tujuan Bogor, daripada harus menunggu lebih lama lagi, aku langsung antri beli tiket commuter line jurusan Bogor.  Baru saja aku sampai di peron tempat biasa aku menunggu, masuk kereta ekonomi jurusan Bogor. Wah … tau begitu, tadi tak usah lah beli tiket commuter line, lumayan kan Rp 7000, padahal kalau mau naik KRL ekonomi aku sudah punya kartu abonemen bulanan seharga Rp 50.000. Yah daripada rugi tidak dipakai, selain juga males antri lagi untuk menguangkan lagi tiket yang sudah terlanjur kubeli, terpaksalah menunggu sampai kereta commuter nya datang. Dari pengumuman kutau ternyata baru sampai stasiun Tebet, sedangkan KRL ekonomi berikutnya sudah sampai Lenteng Agung, sementara posisiku di Depok. Hiiiih gemeeeessss.. Sudahlah bayar lebih mahal, tapi harus menunggu pula. Makin siang aja deh sampai di kampus, padahal hari ini  begitu banyak yang harus kukerjakan di lab.

Sampai di lab aku membuat media untuk kultur bakteri. Semua kukerjakan seperti robot karena pekerjaan yang sama sudah kukerjakan ratusan kali. Tepat sebelum memasukkan ke autoklaf untuk sterilisasi media, teknisi di lab bertanya padaku.

“Bikin media tuang Mbak ?” Aku hampir mengangguk sebagai jawaban pertanyaannya, sampai kemudian aku tersadar, Masya Alloh…aku kan bermaksud membuat media cair, bukan media padat. Astaghfirullah, pasti tadi saat menimbang komposisi media, aku juga menimbang dan memasukkan agar (pemadat) ke dalam botol. Yaaah sudahlah meskipun salah buat tetapi media itu akhirnya toh akan terpakai juga nanti. Padahal media padatku masih banyak, justru yang segera akan kupakai adalah media cair. Terpaksalah aku menimbang dan membuat lagi media LB cair….

Sebelum aku pulang, aku bermaksud mengkultur bakteri yang akan kugunakan esok pagi  sehingga memerlukan waktu inkubasi semalam. Ada dua jenis bakteri yang akan kukultur, satu tanpa penambahan antibiotik, sedangkan yang lain dengan antibiotik, kanamisin. Entah karena tidak konsentrasi, menjelang kumasukkan bakteri ke dalam dua tabung yang sudah berisi media itu, aku tiba-tiba ragu…apakah aku sudah memasukkan antibiotik ke tabung yang memang sudah kuberi nama, atau belum ? Atau jangan-jangan aku justru memasukkan antibiotik ke tabung yang seharusnya tanpa antibiotik.

Haduh, piye ki…daripada besok aku mendapati kultur yang tidak tumbuh gara-gara kemasukan antibiotik, lebih baik kuulang. Daaan…. itu membuat pekerjaanku jadi selesai lebih lama. Padahal semakin sore, jalan di Darmaga semakin macet.

Malamnya, di rumah, something silly still happened !! Sambil mandi, aku berpikir: habis mandi mau memasak makan malam, membereskan cucian, membantu menyiapkan peralatan sekolah anakku…maka, yang terjadi adalah saat sikat gigi yang sudah kububuhi pasta gigi menyentuh gigi dan lidahku,…bwaaahhhh…kok rasanya aneh. Jangan-jangan…setelah kucium bau sikat gigiku…hemmm ternyata itu adalah pasta pencuci mukaku yang wadahnya berbentuk tube persis wadah pasta gigi…

What a day  ?

Aku berpikir-pikir lagi dan akhirnya sadar, apapun yang kita lakukan kita harus memulainya dengan sadar, konsentrasi dan selalu diawali dengan doa, dan saat suatu pekerjaan telah selesai, kita pun harus mensyukuri dan berterima kasih kepadaNYA.

Sumpah, aku tidak punya motto “I don’t like Monday“…cuma kebetulan saja di hari senin kemarin kok begitu ya nasibku hehe….hiks…

  2 comments for “Hari yang aneh

  1. Pri799
    September 16, 2011 at 8:41 am

    sama banget -.-‘…
    hari yang aneh, identik dengan banyaknya hal-hal yang terjadi tidak sesuai keinginan kita…
    hmpphh, tapi harus tetep bersyukur.. 🙂
    thanks for sharing

  2. June 19, 2018 at 5:52 am

    cuplikan ini yang aku suka banget:
    “Aku berpikir-pikir lagi dan akhirnya sadar, apapun yang kita lakukan kita harus memulainya dengan sadar, konsentrasi dan selalu diawali dengan doa, dan saat suatu pekerjaan telah selesai, kita pun harus mensyukuri dan berterima kasih kepadaNYA”

    Keren!

Leave a Reply to Pri799 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *