Perang remote di pagi hari

Judulnya heboh tenan. Bagaimana nggak heboh. Di pagi hari yang hectic dan super duper ribet, ada tiga kepala yang memperebutkan satu remote control TV. Aku meskipun sambil mondar-mandir kamarku, kamar anakku, dapur, ruang makan,  menyiapkan sarapan, bekal sarapan si Mas, bekal sekolah anak, tapi juga sambil mendengarkan berita di TV atau acara favoritku Mamah dan Aa. Biasanya kubangunkan anak-anak sholat shubuh, setelah itu anak sulungku yang masuk sekolah jam 7.30, kadang tidur lagi (heran juga….kok sempet-sempetnya ???). Sementara yang bungsu masuk jam 7.00, tetapi dijemput oleh mobil antar jemput jam 6.00. Si Mas jam 5.30 biasanya sudah berangkat.

Sambil mengawasi si Bungsu berpakaian, sarapan, kami berdua “rebutan” remote, pagi hari acara favoritnya selalu film kartun Chalkzone si Rudy Tabootie diteruskan dengan Spongebob si celanakotak. Kalau sedang iklan, dia membolehkan aku “mendengarkan” si Mamah dan Aa, tentunya tetap sambil mondar-mandir. Perjanjian bilateral ini berlangsung kondusif sampai pihak ketiga bangun dari tidurnya.

Pihak ketiga ini favoritnya menonton segala jenis berita olah raga, terutama sepak bola. Mau Liga Inggris, Liga Italia, Liga spanyol, sampai sepak bola di stadion Lebak Bulus dipelototin juga lah. Kalau sudah begitu aku lebih baik mundur, selain juga harus segera mandi dan siap-siap berangkat. Nanti dari kamar mandi sering kudengar pertengkaran kecil kedua anakku yang tidak imbang itu (terutama ukuran badannya ^_^).  Kalau jeda iklan di kedua stasiun TV yang beda itu juga beda, amanlah. Bisa gantian. Yang payah kalau jeda iklannya sama. Padahal sudah kusuruh si adek ngalah, nonton TV di kamarku, nggak mau dia. TV nya kekecilan Mah. Yo wis. Pada dasarnya mereka berdua itu sama-sama suka Sponge Bob, juga sama-sama penggila sepak bola ! Terbukti kalau sore si kakak pulang agak cepat, kutemukan mereka berdua sedang nonton Sponge Bob edisi sore. Akhirnya aku juga ikutan nonton hehe. Padahal ceritanya juga tidak selalu baru, ada edisi yang diulang-ulang, tapi harus kuakui memang lucu sih dan nggak ngebosenin. Lebih bosen nonton berita. Di lain waktu aku juga melihat keduanya nonton pertandingan sepak bola live dari manca negara. Si Kakak menjagoi Chelsea, si adek menjagoi Manchester United. Kadang-kadang juga ada perang lagi soal dua klub itu kalau yang satu kalah yang satu menang. Wis toh…. aku tuh udah kaya wasit tinju kerjaannya misahin orang berantem melulu.

Biarpun  begitu, ada kelegaan, kedua anakku tidak tertarik nonton sinetron yang sebagian besar alur ceritanya tidak masuk akal, bertele-tele dan membuat ketagihan karena endingnya selalu dibuat menggantung, membuat penasaran. Kalau film kartun (meskipun tidak semua kartun juga cocok untuk anak-anak) ceritanya selesai per episode. Apalagi sepak bola…kecuali Piala Dunia, nggak ada babak sambungan hahaha…jadi aku nggak perlu tarik urat leher untuk menyuruh mereka berhenti mematung di depan TV.

  1 comment for “Perang remote di pagi hari

  1. September 7, 2017 at 9:59 am

    jangan perang dong kak Biarpun begitu, ada kelegaan, kedua anakku tidak tertarik nonton sinetron yang sebagian besar alur ceritanya tidak masuk akal, bertele-tele dan membuat ketagihan karena endingnya selalu dibuat menggantung, membuat penasaran. Kalau film kartun (meskipun tidak semua kartun juga cocok untuk anak-anak) ceritanya selesai per episode. Apalagi sepak bola…kecuali Piala Dunia, nggak ada babak sambungan hahaha…jadi aku nggak perlu tarik urat leher untuk menyuruh mereka berhenti mematung di depan TV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *