March 8, 2016

Semua Peristiwa Tidak Kebetulan

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:31 am

Pernahkah mencoba untuk merenung sejenak mencermati satu saja peristiwa yang terjadi menimpa kita kemudian menelusuri secara cermat dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya, adakah hubungan satu peristiwa dengan peristiwa tersebut. Atau lebih tepatnya lagi, bagaimana kita memaknai suatu peristiwa yang kita alami dan pengaruhnya terhadap perkembangan hidup kita selanjutnya.
Ada peristiwa/kejadian yang sesuai dengan yang kita rencanakan, ada pula kejadian yang sama sekali tidak kita duga. Kita pun meresponnya sesuai dengan yang kita rencanakan atau bahkan melakukan suatu suatu respon/tindakan yang tidak kita duga sama sekali.

Saya punya seorang teman yang sudah mendapatkan permanen residen di satu negara asing. Dia kirim sms meminta tolong untuk mencarikan nomor telpon seorang teman di NTB, karena ada keperluan kepada orang tersebut. Singkat kata saya menyanggupi akan membantu mencarikan nomor telpon teman tersebut. semalam saya bertaziah ke rumah saudara. Dilalah, ketemu dengan orang yang bisa memberikan nomor hp teman. padahal waktu berangkat dari rumah, tidak terpikirkan bisa bertemu dengan orang yang bisa memberikan nomor hp seperti yang diminta teman itu. Selain bisa mendapatkan nomor hp, ada peristiwa lain yang tidak terduga sebelumnya, yaitu jatuh dari motor karena melewati halaman rumah orang yang licin karena tanahnya berlumpur, sehingga menyebabkan kaki kanan saya sakit terkena goresan besi yang ada di motor.

Dari semua peristiwa yang telah dipaparkan di atas tadi, menunjukkan ada kaitan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Terkadang timbul satu peristwa yang tidak terduga sebelumnya yang harus direspon secara spontan dan tidak terencana. Ini sebetulnya menggambarkan salah satu model teori komunikasi yang dibuat seorang pakar komunikasi Amerika bernama Gerbner. Model Gerbner ini ini memang tidak begitu populer dibanding beberapa teori komunikasi lainnya. Di Indonesia, khususnya UI model teori komunikasi ini dipopulerkan oleh Djajusman Tanudikusumah, ketika dia membuat disertasi doktor dalam bidang Ilmu Komunikasi “Lambang Dasar Komunikasi” di FISIP UI pada tahun 1984. Model teori komunikasi ini kemudian dipakai juga oleh beberapa orang mahasiswa dalam pembuatan skripsinya.(080316).