December 9, 2014

Doni Munardo yang saya kenal

Filed under: Uncategorized,Warna Warni — rani @ 5:16 pm

Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal (TNI) Doni Munardo, terlambat datang pada acara penanaman pohon di Kampus UI Depok yang berlangsung hari Minggu (07/12). Acara penanaman pohon pun akhirnya diwakili Wadanjen Kopassus Brigjen (TNI) M. Herindra. Dari UI diwakili Wakil Rektor Prof.Dr. Bambang wibawarta MA. Setelah acara penanaman usai selang beberapa waktu kemudian barulah Doni Munardo tiba dan langsung menanam pohon Cerme yang telah disediakan. Cara menanam pohon pun unik. Tanah untuk menimbuni akar pohon ditaburkan memakai telapak tangan telanjang. Setelah dirasa cukup, diteruskan penimbunan dengan memakai cangkul. Ini mengingatkan kepada adanya zat-zat tertentu pada telapak tangan yang dapat menyuburkan tanah, seperti juga kalau kita makan dengan tangan menambah kelezatan pada makanan.

Perkenalan dengan Doni Munardi terjadi beberapa tahun lalu, ketika Kopassus melakukan penanaman pohon di hutan Wales Barat di dekat asrama mahasiswa di Kampus Depok. Waktu itu masih menjabat sebagai Wadanjen Kopassus. Karena ada keperluan yang mendesak penanaman pohon dimajukan mendahului penanaman pohon yang dilakukan Danjen Kopassus beberapa hari kemudian. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap penghijauan. Bahkan menurut anak buahnya, Doni Munardo tidak segan-segan belajar dan memperdalam tentang seluk beluk dan karakteristik berbagai pohon langka di nagri jiran.

Tidak lama setelah melakukan penanaman pohon di kampus UI Depok, Doni Munardo ditugaskan sebagai Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres). Pada masa ini, penulis bertemu lagi dalam satu acara peresmian pembukaan lembaga nirlaba internasional Latif Jamil Poverty Action Lab (J-PAL) cabang Indonesia yang bekerja sama dengan LPEM-FEUI di Hotel Indonesia. Acara yang diresmikan Presiden SBY dikawal oleh Paspampres.Pada acara itu Doni Munardo kelihatan akrab dengan para reporter. Bahkan sempat tukar-tukaran nomor telepon. Pada kesempatan itu penulis sempat memberikan rekaman video kegiatan mahasiswa UI yang melakukan demonstrasi pada awal reformasi 1998. Tak lupa menitipkan juga satu keping dvd untuk Presiden SBY dan memohon bantuannya minta waktu untuk wawancara dengan presiden seputar peristiwa reformasi. Waktu itu SBY menjabat Kepala Asisten Teritorial ABRI yang bertanggung jawab terhadap keamanan di ibukota. Selang beberapa hari kemudian ada kiriman sms dari Doni Munardo, yang menyatakan terima kasih atas kiriman dvdnya, sambil menyatakan sebaiknya permintaan untuk wawancara dengan Presiden SBY bisa menulis surat ke Sekretariat Negara.

Usai penanaman pohon di kampus UI depok, Doni Munardo masih sempat bincang-bincang dengan Pimpinan UI yang mengusulkan supaya di Kampus Depok disediakan lahan khusus untuk penanaman pohon-pohon langka khas Betawi. Misalnya buah kemang, gandaria, manggis, dan lain-lain. Setelah cukup lama, tiba tiba muncul seorang reporter yang meminta Doni Munardo untuk melakukan rekayasa ulang penanaman pohon. Dalam hati membatin, pasti ditolak, kurang ajar sekali menyuruh komandan jenderal Kopassus sesuai perintah sang reporter. Tidak disangka Doni Munardo menurut apa yang diperintahkan reporter. Bahkan tidak segan-segan Doni Munardo memberi usulan wawancara dilakukan di dekat pohon Mahoni, yang dua tahun lalu ditanam Kopassus. (091214)

December 8, 2014

Kopassus “Menghijaukan” Kampus UI Depok

Filed under: Kampusiana — rani @ 11:44 am

Memang menghijaukan disini mempunyai arti ganda, ketika berlangsung kegiatan penanaman pohon di Kampus UI depok yang berlangsung Minggu pagi (07/12). Dihadiri Wakil Rektor I UI Prof.Dr. Bambang Wibawarta MA dan jajaran pimpinan UI lainnya serta para mahasiswa. Sementara dari Kopassus sendiri hadir danjen dan wadanjen Kopassus serta jajarannya. Ada seribu pohon yang ditanam pada hari itu dari sepuluh ribu pohon yang akan ditanam di lingkungan kampus UI. Lokasi penanaman di dekat gedung rektorat, dimana diantaranya ada juga pohon mahoni yang ditanam kopassus dua tahun lalu sudah tumbuh setinggi 4 meter.

Sudah sejak tiga hari lalu pasukan berbaju hijau itu menata wilayah yang akan dijadikan penanaman pohon. Lahan disiangi dan dipotong dengan mesin pemotong rumput. Dibuat lubang-lubang penanaman pohon. Bekerja sejak pagi hari hingga sore hari. Tak heran kalau dalam sambutannya Wakil Rektor UI angkat topi terhadap kerja kopassus, dimana kalau orang sipil yang melakukannya belum tentu bisa serapih dan secepat itu. Pendek kata UI hanya menyediakan lahan kosong untuk ditanami. Sementara menyiangi lahan, menggali lubang hingga mendatangkan pohon disediakan oleh kopassus.

Sementara itu Danjen Kopassus Mayjen Doni Munardo datang terlambat karena sampai kemarin menemani Presiden Jokowi di Pangkalan Bun Medan. Wadanjen Kopassus Brigjen M. Herindra datang terlebih dahulu. Ketika acara berlangsung Danjen Kopassus masih dalam perjalanan dari Halim menuju Kampus Depok. Komitmen Kopassus terhadap kampus yang hijau sangat luar biasa. Bekerja sama dengan BNI Kopassus membuat yayasan yang khusus melakukan pembibitan tanam tanaman langka. Seperti dikatakan kepada para wartawan, Mayjen Doni Munardo mempersilahkan jika ada masyarakat yang berminat untuk menanam pohon di halaman rumahnya, Kopassus bisa memberikan bibit tanaman dengan cuma-cuma.

Jika tahun 1980 an warga kampus UI sangat alergi dengan pasukan berbaju hijau sehingga muncul olok-olok “laler ijo”. Kerap kali masuk kampus untuk membubarkan kegiatan diskusi yang diselenggarakan lembaga kemahasiswaan yang mengundang pembicara yang selalu mengeritik kebijakan pemerintahan Orde Baru. Ketika Kegiatan UI pindah ke kampus Depok, justru pihak TNI lah yang banyak melakukan kegiatan penghijauan kampus. Dari kegiatan ini, tidak pelak lagi Kampus UI Depok telah dihijaukan oleh pasukan berbaju hijau. (081214)