March 20, 2014

In Memoriam Pudjianto

Filed under: Lain-lain — rani @ 5:19 pm

In Memoriam Pudjianto Bagi sebagian pegawai tenaga kependidikan UI, nama Pudjianto (59) barangkali hanya sebuah nama saja pensiunan pegawai arsip UI. Meninggal 18 Maret 2014 pukul 14.40 WIB karena kadar gula darahnya menurun. Dikebumikan tanggal 19 Maret pukul 10.00 WIB di Kampung Blimbing dekat salah satu kompleks perumahan elite (Grand Depok City) di kawasan Depok.

Tetapi bagi bagi sebagian kecil pegawai, orang akan mengingat Pudjianto sebagai seorang sopir yang setia (karena ada juga sopir pegawai Universitas Indonesia yang meninggalkan mobil yang dikendarainya di tengah jalan dimana di dalamnya ada pimpinan UI) menemani Rektor UI (alm) Prof.Dr.dr. Sujudi dalam melaksanakan tugas sebagai orang nomor satu di Universitas Indonesia, sampai akhirnya Prof. Sujudi diangkat sebagai Menteri Kesehatan RI.

Sebagai seorang mantan reporter suratkabar kampus, naluri untuk mengetahui lebih jauh pengalaman seseorang menggoda untuk mengetahui lebih jauh pengalaman-pengalamannya dalam berinteraksi dengan orang nomor satu UI. Dari dia penulis mengetahui beberapa hal tentang Prof. Sujudi. Misalnya saja, satu saat Prof. Sujudi karena kesibukan pekerjaannya sampai melupakan shalat jum’at. Entah kebetulan atau memang “satu peringatan” dari yang Maha Kuasa mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah. Sejak saat itu, Prof. Sujudi tidak pernah lagi alpa untuk shalat Jum’at. Jadwal acaranya selalu disesuaikan dengan kegiatan shalat Jum’at. Satu saat, usai dilantik menjadi Menteri Kesehatan, Prof. Sujudi sengaja mengajak Menteri Agama dr. Tarmizi Taher dan mendaulatnya menjadi khatib shalat Jumat di Mesjid UI Kampus Depok.

Ada lagi satu cerita tentan almarhum Pudjianto. Atas inisiatifnya sendiri, dia mengumpulkan beberapa teman tenaga kependidikan yang membutuhkan rumah tinggal. Setelah terkumpul, dia lalu mencari pengembang perumahan yang bisa membangun rumah yang dapat dicicil oleh pegawai UI. Merasa dekat dengan pimpinan UI, lalu dia melapor kepada Prof. Sujudi tentang gagasan untuk membeli rumah bagi pegawai UI secara kredit. Waktu itu belum ramai ada koperasi pegawai atau lembaga yang memberikan cicilan rumah bagi pegawai kecil. Tetapi ternyata gagasan yang “cemerlang” ini justru tidak disetujui oleh Pimpinan UI. Sebagai seorang pegawai biasa dianggapnya terlalu jauh melampaui tugas dan wewenangnya. (190314)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment