February 10, 2014

Pertemuan Dua Jenderal

Filed under: Kampusiana — rani @ 8:20 am

Kalau dua jenderal bertemu dalam suatu acara wisuda apa yang akan terjadi? Di bawah ini adalah suasana ‘kebatinan’ pertemuan tersebut.

Pada bulan Januari 2014 tepatnya tanggal 15 di FISIP UI telah berlangsung upacara promosi doktor dengan promovendus Moeldoko, Panglima TNI, yang mengajukan disertasi berjudul “Kebijakan dan Scenario Planning Pengelolaan kawasan Perbatasan di Indonesia”. Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ., dan ko-promotor Prof. Dr. Azhar Kasim. Inilah barangkali, yang pertama kali seorang Panglima TNI berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Administrasi di UI.

Pada acara wisuda pascasarjana yang berlangsung Sabtu 8 Februari 2014, salah seorang yang menjadi wisudawan adalah Moeldoko. Duduk di belakang dari barisan wisudawan dan menerima ijazah dari Rektor UI di panggung juga mendapat giliran paling akhir. Satu sikap terpuji, tidak mau diistimewakan. Setelah acara wisuda usai, Moeldoko beserta keluarga menghadiri resepsi yang diadakan di lantai dasar gedung pusat administrasi universitas. Kesempatan yang langka ini dimanfaatkan oleh para “penggila foto” untuk berfoto bersama panglima TNI, termasuk penulis. Pada kesempatan itu penulis melaporkan KKN mahasiswa UI di wilayah terluar RI yang berbatasan dengan Negara lain, kerjasama dengan TNI. Disitulah terjadi interaksi antara para mahasiswa UI dengan prajurit dan perwira TNI. Satu hal yang sangat bermanfaat dan memberikan wawasan bagi mahasiswa UI untuk mengenal lebih jauh wilayah NKRI. Kebetulan penulis juga tahun 2009 selama sebulan sempat mendokumentasikan kegiatan KKN UI di Pulau Miangas daerah NKRI paling utara yang berbatasan dengan Negara Filipina. Jadi bisa merasakan bagaimana semangat pengabdian mahasiswa UI dan memahami pula tugas berat TNI dalam menjaga keutuhan NKRI di wilayah perbatasan.

Penulis juga menanyakan kepada Pangliman TNI, hal menarik apa yang dirasakan selama studi di UI. Setelah merenung sejenak, Jenderal Moeldoko menyatakan ada hal yang berbeda jiika dibandingkan sewaktu studi di akademi militer maupun kursus di Lemhanas. Di UI para dosennya betul-betul memberikan kebebasan dan wawasan kepada mahasiswa. Suasana perkuliahan mendorong semangat untuk mempelajari satu bidang lebih mendalam dari berbagai perspektif, hangat dan menyenangkan.

Siapakah jenderal yang satu lagi? ‘Jenderal’ ini bukan sembarang jenderal. Dia memimpin pasukan sebanyak 200-an orang yang ‘berpangkat’ mahasiswa baru FISUI (sekarang FISIP) angkatan tahun 1980. Walaupun jabatan jenderal hanya berlaku selama dua minggu saja, yaitu selama kegiatan Ospek (orientasi pengenalan kampus) berlangsung, tetapi telah memberikan kesan mendalam, sehingga sampai sekarang di FISIP UI. Hingga kini mahasiswa FISIP angkatan 1980 menjadi angkatan yang paling solid dan akrab, secara berkala mengadakan pertemuan setiap dua bulan sekali. Itulah dia ‘jenderal’ yang satu lagi adalah penulis sendiri.

Narsis nih ye..! Lebay!!! (100214)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment