January 28, 2014

In Memoriam Iqbal Djajadi

Filed under: Kampusiana — rani @ 12:16 pm

Penulis merasa perlu untuk mengenang sahabat ( almarhum) Iqbal Djajadi, dosen Departemen Sosiologi FISIP yang meninggal hari Kamis 23 Januari 2014 pukul 01.20 WIB di Bogor. Pertama karena tahun 1990 satu angkatan Latihan Pra-jabatan di UI. Kedua, penulis sempat bicara secara intens setelah terjadi musibah kebakaran Laboratorium Departemen Sosisologi FISIP UI.

Waktu Prajabatan, Iqbal dikenal peserta yang paling “ngocol” sekaligus kreatif,membuat suasana menjadi hidup dan segar. Waktu itu, kegiatan Prajabatan masih digabung dengan para dosen Politeknik Negeri Jakarta dan ada satu orang peserta dosen Universitas Gajah Mada, yang kebetulan baru menyelesaikan Program S2 di fakultas Ilmu Komputer UI. Lurah, kepala suku atau ketua angkatan Prajabatan dipegang Gihik (Prof. Hikmahanto Juwana, SH, LL.M.,Ph.D). Di dalam angkatan Prajabatan ini juga bergabung Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH. MH ketua Mahkamah Konstitusi yang pertama. Kegiatan Prajabatan selama tiga minggu, sangatlah membosankan. Tetapi Iqbal mempunyai ide kreatif, dengan membuat buletin berjalan, dimana isinya mengomentari tentang berbagai hal yang boleh ditulisi atau dikomentari setiap peserta yang membacanya, untuk menghilangkan kejenuhan. Penulis sempat membukukan buletin tersebut yang disatukan dengan buku daftar peserta Prajabatan angkatan 1990. Tapi sayangnya hingga saat ini buku tersebut belum ditemukan disimpan dimana.

Beberapa waktu setelah pelantikan sebagai wakil Dekan, penulis sempat berbincang cukup lama, memberikan masukan bagaimana menyatukan kembali warga FISIP dan alumninya setelah sempat terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam tentang kepemimpinan Rektor terdahulu. Kemudian penulis juga menyarankan untuk melakukan reuni angkatan Prajabatan 1990, yang diselenggarakan di FISIP. Dia menyetujui. Beberapa Wakil Dekan fakultas ternyata ada juga yang satu angkatan Prajabatan, sehingga sangat tepat kalau dilakukan reuni untuk merajut kembali kebersamaan diantara warga UI. Hal ini juga sempat dibicarakan pada saat kegiatan Capacity Building yang diadakan di Hotel Novotel Bogor.

Namun apa daya, ketika kegiatan belum berlangsung lama, malam hari tanggal 22 Januari sehabis makan malam, Iqbal merasa sakit di sebelah kanan perut bagian bawah. Maka ketika acara berlangsung, Iqbal masih duduk di luar ruangan sambil meringis menahan sakit. Mukanya pucat pasi, seperti kehilangan darah. Penulis segera memberi tahu Warek III UI Prof. Dr.dr.Siti Setiati, Sp.PD(K) yang memang ahli penyakit dalam. Kemudian Warek III menanyakan apakah ada riwayat penyakit darah tinggi atau jantung, Iqbal menjawab tidak. Akhirnya diberi obat untuk menahan asam lambung. Tapi rupanya tidak mempan, dia pergi ke toilet untuk muntah. Penulis temani ke toilet untuk jaga-jaga barangkali perlu bantuan mendadak. Setelah muntah, tampaknya mulai agak membaik.

Penulis segera masuk ruangan, karena acara akan segera dimulai ceramah yang disampaikan Andrie Wongso, seorang tokoh motivator dan inspirator. Hari berjalan bertambah larut. Iqbal tidak terlihat ada di ruangan. Acara kemudian berganti dengan ceramah yang disampaikan Dr. Lim Jui dari Nanyang University Singapore. Seorang panitia dengan terburu-buru meninggalkan ruangan, akan mengantarkan Iqbal Djajadi ke Bogor Medical Center (BMC) untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut. Menurut salah seorang dokter yang ikut mengantar ke BMC, ketika sudah dipasang peralatan medis, nyawa Iqbal tidak tertolong lagi, terkena serangan jantung. Sesungguhnya kita ini Milik Allah dan akan kembali kepada-Nya jua. (280113)