April 17, 2013

Mesjid Arif Rahman Hakim, Riwayatmu Dulu

Filed under: Warna Warni — rani @ 11:01 am

Cakav Podcast.Kali ini dokumentasi multimedia web UI menayangkan suasana mesjid Arif Rahman Hakim Kampus Salemba Jakarta. Bagi para mahasiswa UI yang beragama Islam, tentu tidak akan lupa dengan Mesjid Arif Rahman Hakim (ARH) yang terletak di Kampus Salemba Jakarta. Pada jaman dulu (1970 an hingga 1980 an) mesjid ini menjadi salah satu pusat kegiatan dan tempat berkumpulnya para aktivis mahasiswa seperti juga mesjid Salman di ITB Bandung. Bahkan beberapa orang tokoh Islam kerapkali memberikan pernyataan-pernyataan yang bernada mengeritik kebijakan pemerintahan Orde Baru dari mesjid ini. Sehingga sempat terjadi, gerak gerik para mahasiswa di lingkungan mesjid diawasi pihak intelijen. Salah seorang tokoh aktivis mahasiswa mesjid ARH, pada kabinet reformasi ada yang menjabat sebagai menteri.

Kemarin secara tidak sengaja ketika melihat-lihat dokumentasi kegiatan UI menemukan cuplikan rekaman video suasana mesjid ARH jaman dahulu. Kalau tidak silap rekaman itu dilakukan tahun 1986. Karena dalam rekaman itu juga ada cuplikan kegiatan pembuatan mimbar untuk khutbah Idul Fitri. Khutbah pada shalat Idul Fitri disampaikan Ibrahim Hasan, Kepala Bulog yang kemudian menjabat sebagai Gubernur Provinsi D.I. Aceh. (Sebetulnya ada rekaman khutbah Idul Fitrinya, tetapi lupa di kaset Betamax yang mana, sehingga belum sempat ditransfer ke format DVD).

Rekaman tentang mesjdi ARH hanya sekilas saja, berdurasi 3 menit 49 detik. Gambar pertama memperlihatkan tempat wudlu di bagian luar, diambil dari lantai 3 Gedung Rektorat. Gambar kemudian diambil dari bawah dekat tempat wudlu wanita. Kemudian beralih menampilkan pohon yang terletak di depan mesjid yang hingga kini setelah renovasi tetap tidak berubah, masuk ke dalam mesjid melalui tempat penyimpanan sepatu/sandal yang dijaga seorang penjaga, lalu menyusuri ruangan utama mesjid dimana para jamaah sedang melaksanakan shalat. Tidak lupa mengambil suasana di ruangan tempat wanita shalat. Sempat meng close up seorang jamaah mesjid, yang ternyata seorang aktivis mesjid ARH (kini menjadi dosen di FKM UI). Bagian akhir merekam suasana kesibukan membuat mimbar untuk khutbah Idul Fitri di halaman depan rektorat.

Kalau membandingkan dengan suasana mesjid ARH sekarang, jauh berbeda sekali. Perbedaan ini mungkin salah satu faktornya karena pengaruh ‘semangat jaman’. Dahulu para mahasiswa UI seperti juga para mahasiswa lainnya di berbagai kampus di Indonesia, dipenuhi dengan ‘semangat berontak’ terhadap kemapanan yang bersumber dari inspirasi kemenangan Ayatullah Rohullah Khomeini yang berhasil menggulingkan pemerintahan Iran pimpinan Syah Reza Pahlevi yang didukung Amerika Serikat. Selain itu, faktor di dalam negeri juga berpengaruh besar, terutama ketika pemerintahan Orde Baru dirasakan sangat menekan dan mencurigai terhadap segala kegiatan keislaman. Ini hanya pendapat pribadi, yang mungkin saja keliru. Tetapi demikianlah yang dapat penulis amati pada waktu itu.(170413)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment