April 8, 2013

Cerita Gatotkaca Arahan Kasino

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:37 am

Ini cerita lain tentang Gatotkaca, suatu pengalaman yang terjadi pada waktu mengikuti OSPEK (Orientasi Studi Pengenalan Kampus) ketika menjadi mahasiswa baru Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial UI 33 tahun lalu. Masa menjadi mahasiswa baru, masa yang paling indah dan romantik, walaupun penuh dengan penderitaan ( memodifikasi salah satu syair lagu Koes Plus). Walaupun namanya secara berkala berubah-ubah, tetapi yang namanya perpeloncoan atau penggonjlokan dari mahasiswa senior terhadap mahasiswa junior, tetap saja berjalan baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Tetapi disitulah letak romantikanya. Selama kurang lebih dua minggu “sehidup semati” atau istilah waktu itu dinamakan “wan-wan sib” (kawan-kawan senasib) kita menjadi akrab dengan sesama teman seangkatan dan para mahasiswa senior. Bahkan dikemudian hari ada mahaiswa junior yang mendapatkan jodoh dengan mahasiswi senior.

Waktu itu menjadi mahasiswa FIS UI sangat beruntung, karena disela-sela penggojlokan yang dilakukan mahasiswa senior, para mahasiswa baru “dihibur” oleh ulah dua orang alumni yang tergabung dalam grup lawak Warkop DKI. Biasanya menjelang malam hari ketika acara Ospek mau berkahir Warkop DKI hadir menghibur para mahasiswa baru dengan banyolan-banyolannya. Terkadang melibatkan mahasiswa baru untuk turut serta dalam acara banyolan tersebut. Atau dihibur dengan acara dangdutan oleh grup dangdut PSP (Pancaran Sinar Petromak) dimana para personilnya alumni dan para mahasiswa senior FIS UI.

Di lain kesempatan, panitia membuat acara selamatan ulang tahun. Kepada para mahasiswa baru yang berulang tahun diminta ke depan dan diberi kueh agar-agar, dengan catatan. Kue agar harus dimakan dan ditelan tidak boleh dimuntahkan. Tanpa rasa curiga, teman-teman yang berulang tahun memakan agar tersebut.Tetapi kemudian ekspresi wajahnya berubah kecut. Selidik punya selidik, ternyata kue agar itu tak ada rasa manis, karena sudah dicampur dengan bubuk akar tumbuhan brotowali, yang paitnya minta ampun.

Satu kali Kasino membuat acara permainan drama, pemainnya para mahasiswa baru. Mengambil episode tentang Gatotkaca yang ingin mempunyai istri. Para mahasiswa hanya bertugas memerankan tokoh-tokoh tertentu seperti wayang dan mengucapkan apa yang dikatakan Kasino. Singkat cerita, maka Gatotkaca pun mengajukan keinginannya kepada Bima. Terjadilah dialog antara anak dan Bapak. Akhirnya Bima bertanya kepada Gatotkaca, “Apakah kamu sudah kepengen, Gatottt?” Mendengar dialog yang menimbulkan asosiatif berbau nakal ini, membuat para mahasiswa baru tertawa terpingkal-pingkal. Sementara pemeran Bima dan Gatotkaca, malu tersipu-sipu. Itulah yang diingat dan masih terkenang dalam ingatan kepada almarhum Kasino, alumni FIS UI. (080413)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment