March 27, 2013

Dua Guru Besar UI

Filed under: Uncategorized — rani @ 6:37 pm

Hari Rabu ini (27/03) UI mengukuhkan dua Guru Besar Tetap Prof. Budi Anna Keliat dari Fakultas Ilmu Keperawatan dan Prof. Budi Hidayat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dengan pengukuhan ini, jumlah Guru Besar UI saat ini menjadi 251 orang (tetap, luar biasa, emeritus). Jumlah Guru Besar Tetap saja hanya berjumlah 187 orang. Istimewanya pada upacara pengukuhan kali ini dipimpin langsung Pjs. Rektor UI Prof. Joko Santoso yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti Kemendikbud).

Prof. Budi Anna Keliat, kelahiran tahun 1952 salah seorang mahasiswa angkatan pertama (1975) Program Studi Ilmu Keperawatan yang dulu bernaung dibawah Fakultas Kedokteran UI. Selama 28 tahun bergelut di bidang keperawatan, dia mencoba merintis berdirinya keperawatan kesehatan Jiwa (1982) di Bogor bersama teman-temannya. Judul pidato ilmiah pengukuhannya “Kontribusi Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia.”

Prof. Budi Hidayat (41), kelahiran Purbalingga Jawa Tengah ini membacakan pidato ilmiah berjudul “Rambu-rambu Jaminan Kesehatan Nasional” Isi pidatonya berkaitan dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Nomor 40/2004. Semangat undang undang tersebut sebetulnya bentuk dari komitmen pemerintah untuk menjalankan jaminan sosial bagi rakyat. Kemudian disusul dengan keluarnya Undang Undang Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Nomor 11 tahun 2011. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan dilaksanakan 1 Januari 2014 dan pada tahun 2019 cakupannya diperluas jaminan kesehatan meliputi semua penduduk Indonesia.Prof. Budi Hidayat tahun 1995 lulusan terbaik Sarjana Kesehatan FKM UI. Dan tahun 2004 peraih Ph.D dengan predikat Summa Cum Laude dari Universitas Heidelberg Jerman.

Yang menarik dari pidato tanpa teks, Prof. Budi menceritakan kembali peristiwa 25 tahun lalu saat menonton satu acara televisi bersama orangtuanya. Waktu itu ada seorang profesor yang tengah mengadakan diskusi dengan peserta lainnya yang bergelar doktor. Pesan orang tuanya kalau jadi guru hendaknya sampai pada tingkat yang paling tinggi seperti profesor yang ada di televise. Tahun 1995 setelah mengantongi sarjan kesehatan masyarakat sebetulnya sudah punya “tiket” menjadi tentara, karena cita-citannya sejak kecil ingin menjadi TNI. Tetapi rupanya perjalanan karirnya berubah di tengah jalan karena “diprovokasi” para dosennya di FKM UI. Setelah 25 tahun berlalu dia menyadari rupanya apa yang diucapkan orang tuanya dulu menjadi do’a makbul yang terkabulkan ditambah lagi dengan shalat malam yang dilakukan orang tuanya. (270313)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment