March 22, 2013

Dari KKN Hingga K2N (di UI)

Filed under: Uncategorized — rani @ 6:10 pm

Hingga kini, di beberapa perguruan tinggi negeri masih masih menawarkan matakuliah K2N (Kuliah Kerja Nyata) dengan bobot SKS sebesar 3. Di beberapa perguruan tinggi negeri matakuliah ini termasuk kategori yang wajib diambil setiap mahasiswa. Sementara beberapa perguruan tinggi negeri lainnya hanya bersifat pilihan. Di tingkat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti Kemendikbud) ada bagian yang khusus menangani hal ini, bahkan disediakan pembiayaan anggaran dari APBN.

Bagaimana awal mulanya terjadinya kegiatan ini? Menurut (alm) Prof. Kusnadi Hardjasoemantri mantan Rektor UGM seperti yang dituturkan kepada penulis, pada tahun 1950 an, Indonesia kekurangan tenaga pengajar (guru) untuk mengajar di berbagai daerah pelosok Indonesia. Untuk mengatasi kekurangan itu, maka dikerahkan tenaga sukarelawan para mahasiswa untuk bertugas mengajar di daerah-daerah pelosok Indonesia. Prof. Kusnadi kebetulan mendapat tugas mengajar di provinsi NTT. (Salah seorang anak didiknya dari NTT yang berhasil menjadi orang ternama di tingkat nasional yaitu Adrianus Mooy, Gubernur Bank Indonesia dari tahun 1988 hingga 1993). Dari situlah kemudian dibuat program Kuliah Kerja Nyata di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Prof. Kusnadi pula pada tahun 1998 pada satu acara diskusi tentang Reformasi di Balairung Kampus UI depok, mendeklarasikan supaya Kuliah Kerja Nyata, singkatannya diubah menjadi K2N, supaya tidak keliru dengan singkatan yang berkonotasi negatif dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang ditentang kelompok pro Reformasi.

Di UI program KKN mulai diberlakukan sejak tahun 1979 hingga tahun 1982, di beberapa wilayah Jawa Barat. Kemudian terhenti sebentar, pada tahun 1985 dimulai lagi program KKN di wilayah Serpong Tangerang (waktu itu masih masuk Provinsi Jawa Barat). Tahun berikutnya wilayah kerja KKN diperluas di daerah pinggiran Jakarta dan Kepulauan Seribu. Pada tahun 1993 dicoba melakukan kegiatan KKN bersama antara tiga perguruan tinggi yaitu UI, ITB dan IPB. Lokasinya di daerah Kecamatan Jonggol dan kecamatan Cariu Bogor, yang akan dijadikan tempat pusat ibukota negara (tapi kemudian tidak jadi). Tahun 2002 hingga 2007 kegiatan terhenti, pimpinan UI waktu itu tidak setuju dengan program KKN, yang lebih berorientasikan kepada masyarakat pedesaan.

Baru pada tahun 2008 dimulai lagi program K2N dengan mengambil lokasi di Desa Leuwinanggung Depok. Setelah itu tahun 2009 K2N UI melakukan “lompatan besar” dengan melakukan kegiatan K2N yang mengusung tema mengenal pulau pulau terdepan dan daerah perbatasan. Selama 4 tahun K2N UI didapat temuan adanya keterbatasan komunikasi, transportasi, penerangan, rendahnya ingkat pendidikan dan kesehatan. Hal ini menjadi keprihatinan UI, mengingat kita telah merdeka selama delapan windu, tetapi masih ada saudara-saudara kita di NKRI yang masih belum bisa menikmati hasil-hasil kemerdekaan seperti saudara saudara di pulau lainnya.

Daerah yang telah dijadikan lokasi K2N UI (2009 -2012) antara lain yaitu Pulau Miangas (Sulawesi Utara), Sabang (Provinsi Aceh), Pulau Subi Kecil (Kab. Natuna) Entikong (Kab. Sanggau), Pulau Sebatik (Kab. Nunukan – Kaltim), Kecamatan Rote dan Rote Barat Daya (NTT), Pulau Selaru ( Kab. Maluku Tenggara Barat), Desa Sota (kab. Merauke), Pulau Ende, Pulau Alor, Pulau Pantar (kab. Alor NTT), Perbatasan NKRI Distrik Oecussi (Kab. Timor Tengah Utara – NTT), Pulau Liran (Kab. Maluku Barat Daya – Maluku), Pulau Waigeo dan Kep. Ayau (Kab. Raja Ampat – Papua Barat), Kec. Wasior (kab. Teluk Wondama – Papua Barat), Pulau Karimata dan Pualau Serutu (Kab. Kayong Utara – Kalbar), Kecamatan Puring Kencana (Kab. Kapuas Hulu – Kalbar), Desa Long Berang Kecamatan Mentarang Hulu dan Desa Paking Kecamatan(kab. Malinau _Kaltim), perbatasan Motaain dan Turiskai (Kab. Belu – NTT). (220313)

Blusukannya Mahasiswa UI

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:33 am

Tim Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (K2N) UI melakukan presentasi dihadapan para petinggi TNI yang berlangsung kamis pagi (21/03) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta. Dari UI hadir (Plh) Rektor UI Prof. M. Anis, Pelaksana Harian Direktur Kemahasiswaan Arman Nefi, Ketua Pelaksana K2N UI Sri Murni, Kepala kantor Komunikasi UI Farida Haryoko. Dari pihak TNI tampak Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI May Jen S. Widjonarko, Wakil Aster Laksamana Pertama Giyarto serta jajaran staf lainnya.

Kegiatan ini dalam rangka melakukan kegiatan K2N mahasiswa UI yang akan berlangsung 23 Juni hingga 25 Juli 2013 menyebar di 21 titik wilayah Provinsi Maluku dan Papua. Dengan tema “Harmoni dalam Kebhinekaan menuju Masyarakat Sejahtera dan Mandiri” rencananya akan diikuti 220 mahasiswa, setelah lolos tahap seleksi dan latihan fisik. Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan para mahasiswa tercakup dalam 6 kegiatan. Yaitu Rumah Inklusif Ceria, Lansia S ehat dan Mandiri, Pengembangan Pariwisata Kreatif, Rumah Kreatif Bhinneka Tunggal Ika, Kesehatan untuk Semua dan Penyuluhan Hukum.

Aster Panglima TNI May Jen S. Widjonarko menyatakan, pihak TNI merasa senang dan sangat mendukung kegiatan K2N UI, karena TNI pun mempunyai program menyejahterakan penduduk TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Selain itu telah dijalin kerjasama TNI dengan Kemendikbud, dimana anggota TNI yang bertugas di wilayah terdepan NKRI menjadi pengajar di sekolah-sekolah setempat. Sementara Wakil Aster Laksamana Pertama Giyarto mengusulkan supaya tema K2N UI dicantumkan kata Nusantara, mengingat cakupan wilayah K2N UI sudah menjangkau se Nusantara.

Tahun ini UI telah melaksanakan kegiatan K2N untuk yang kelima kalinya dengan mengambil lokasi di pulau/wilayah terdepan NKRI. Selama ini UI senantiasa mendapat bantuan dari Pihak TNI untuk mencapai lokasi K2N yang sulit dicapai. Boleh dikatakan para mahasiswa UI telah “blusukan” mulai dari Sabang sampai Merauke, ujung paling barat dan paling timur dan dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote, ujung paling utara hingga ujung Selatan NKRI.(210313)