March 19, 2013

si Pengacau

Filed under: Uncategorized — rani @ 8:33 am

Almarhum Prof. Sujudi Rektor UI, senang sekali memberikan julukan kepada orang-orang tertentu dengan karakter yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki orang tersebut. Julukan yang terkesan “olok-olok” sebagai suatu ekspresi dan penghargaan serta keakraban Prof. Sujudi terhadap orang tersebut. Ini sesuai dengan sifat dasarnya yang memang doyan melucu dalam berbagai situasi. Dalam setiap acara yang dihadiri Prof. Sujudi, suasana menjadi hangat dan menyegarkan karena selalu ada yang menjadi bahan guyonan.

Misalnya saja ada seorang staf, jabatannya salah satu kepala bagian di lingkungan pusat administrasi, begitu dekat dan akrab sekali dengan Prof. Sujudi. Dalam setiap berbagai acara dan berbagai kesempatan, baik didalam maupun di luar UI orang ini senantiasa mendampingi Prof. Sujudi. Bahkan fungsi dan tugasnya sudah seperti asisten pribadinya, mengatur segala kegiatan dalam setiap acara. Orang-orang terdekat di lingkungan pusat administrasi selalu membicarakannya. Rupanya Prof. Sujudi mengetahui juga, dia menjuluki staf tersebut dengan sebutan “super rektor”.

Lain lagi dengan sebutan yang diberikan kepada seorang sahabat, jaman dulu sewaktu masih aktivis di suratkabar kampus. Tadinya tidak terpikir sebelumnya kenapa Prof. Sujudi menjuluki teman penulis dengan julukan demikian. Tetapi ketika kemarin melihat-lihat dokumentasi video tahun 1986, barulah terpikir, kenapa julukan itu muncul. Peristiwanya terjadi pada tanggal 15 Januari 1986 menjelang pelantikan Rektor baru UI. Pagi-pagi ketika lalu lintas di bilangan kebayoran baru masih sepi, penulis bersama seorang sahabat itu sudah berada di salah satu halaman rumah di bilangan jalan Daksa. Hari itu tanpa pemberitahuan sebelumnya, kami berdua “nyelonong” ke rumah di jalan Daksa. Akan mewawancarai Prof. Sujudi sebelum dilantik menjadi Rektor UI. Dalam pakaian yang sudah rapih, Prof. Sujudi menemui kami berdua dan memberikan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan sahabat penulis. Luar biasanya dia dengan senang hati mau meluangkan waktu, padahal waktu pelantikan sudah demikian sempit. Ketika selesai wawancara, beliau langsung pergi meninggalkan kami menuju kampus Salemba.

Setahun lebih setelah acara pelantikan Rektor UI, penulis dan sahabat penulis tersebut meliput acara peresmian Kampus Depok. Maka ketika usai acara peresmian kampus Depok, para reporter surat kabar kampus ikut “nimbrung” ketika Prof. sujudi berbicara dengan Prof. Mahar Mardjono dan Mendikbud Prof. Fuad Hassan di halaman depan dekat lapangan rotunda Gedung Pusat Administrasi Universitas. Kami pun terlibat dalam obrolan dengan ketiga tokoh itu. Melihat sahabat penulis, Prof. Sujudi langsung nyeletuk “ini dia si pengacau.” Di duga, dalam pikiran Prof. Sujudi terlintas peristiwa wawancara tempo dulu yang nyaris membuatnya telat datang pada acara pelantikan rektor.(180313)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment