September 27, 2011

Trik Mengundang Petinggi Negara Masuk Kampus

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:07 pm

Hari ini (27/09) di kampus UI Depok dilakukan pembukaan kegiatan Olimpaide Sains Nasional (OSN) yang ke-4 dengan sponsor utama Pertamina. Acara dibuka Dirjen Dikti Prof.Dr. Djoko Santoso, dari pihak pertamina diwakili Direktur SDM Rukmi Hadihartini dan Rektor UI Prof.Dr.derSoz. Gumilar Rusliwa Somantri. OSN kali ini diikuti 16.478 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia. Temanya yaitu ‘mencetak generasi berprestasi sebagai energy negeri.

Ketua panitia UI Dr.rer.nat. Harris merasa masygul, karena tadinya mengharapkan yang membuka OSN Menteri Pendidikan Nasional. Namun Rupanya Menteri berhalangan hadir. Padahal sehari sebelumnya (26/09) Menteri Pendidikan Nasional sempat datang ke kampus Depok, membuka pameran dan kuliah tentang perubahan Iklim yang dihadiri Menteri Lingkungan Norwegia. Entah benar entah tidak, rupanya di kalangan petinggi Negara ada aturan tidak tertulis, tidak bisa menghadiri suatu acara di kampus dua hari berturut-turut. Biasanya Menteri akan menugaskan kepada bawahannya. Karena itu Ketua panitia Harris bertekad untuk mengundang wapres membuka acara OSN tahun depan. Sehingga kalau Wapres berhalangan akan menugaskan bawahannya, paling tidak setingkat menteri. Dengan demikian Menteri Pendidikan tidak akan bisa “ngeles”.

Perkara mengundang petinggi Negara ke kampus, memang gampang-gampang susah. Tergantung siapa yang mengundang dan topik apa yang akan dibahas. Bagi lembaga kemahasiswaan atau institusi kampus, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bila acaranya dihadiri petinggi Negara. Selain akan menjadi liputan berbagai media, juga dapat berdialog dan mengetahui secara langsung tentang suatu kebijakan di level Negara. Dan petinggi yang kerapkali datang ke Kampus Depok yaitu Yusuf Kalla. Dari Catatan penulis, sewaktu Yusuf Kalla menjadi Wapres sempat meninjau lab IHVCB di Kampus Salemba. Hadir dalam suatu acara yang diselenggarakan FISIP UI. Setelah tidak jadi Wapres, sempat memenuhi undangan BEM Fakultas Hukum UI sebagai Ketua PMI dan juga menjadi pembicara pada acara mahasiswa Fakultas Ekonomi UI tentang proses pembuatan kebijakan pemasyarakatan pemakaian kompor gas bagi rumah tangga. Suatu saat satu kelompok mahasiswa UI mengundang seorang menteri untuk menjadi narasumber satu seminar di dalam kampus. Menteri yang diundang sudah setuju untuk datang dan menjadi pembicara. Sehari sebelum acara, staf menteri menanyakan kepada petinggi fakultas bersangkutan tentang seminar yang akan diadakan esok hari. Jawaban dari petinggi fakultas menyatakan, tidak ada laporan atau undangan ke pihak fakultas mengenai acara seminar. Langsung saja sang menteri memerintahkan staf bawahannya untuk mewakili menjadi pembicara pada acara seminar tersebut.

Tetapi yang terjadi pada tbulan Oktober tahun 1980 lain lagi. Para mahasiswa yang sedang menggelar satu acara di Student center kampus Salemba sempat panik. Karena yang datang ke kampus bukan petinggi Negara, melainkan bawahannya. Bukan mau menjadi pembicara, tetapi mau membubarkan acara seminar dengan memakai popor senjata. (270911)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment