September 15, 2011

Wisuda UI dari Waktu ke Waktu

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:44 pm

Salah satu kegiatan akademik yang rutin dilakukan setiap tahun adalah upacara wisuda. Dalam tulisan terdahulu yang mengutip dari buku memoar Ayatrohaedi, 28 September 1961 untuk pertama kalinya UI melakukan upacara wisuda, sehingga tanggal tersebut dinobatkan sebagai Hari Sarjana. Tetapi karena kegiatan wisuda tidak selalu tepat dilakukan setiap tanggal 28 September, akhirnya Hari Sarjana itu tidak berlaku lagi. Hari Jum’at siang (16/09) wisuda program Sarjana (S1) dan Sabtu pagi dan siang (17/09) melaksanakan wisuda Program Program Diploma dan Program Pascasarjana/spesialis/doktor.

Penulis mulai terlibat dalam kegiatan wisuda sejak tahun 1984, Waktu itu dilaksanakan di Gedung Balai Sidang (Convention Hall) Senayan. Dahulu bentuk bangunan masih bulat, tidak seperti sekarang. Prosesi upacara pada dasarnya sama seperti sekarang ini, ada dua wakil wisudawan dari masing-masing fakultas yang maju ke depan lalu diberikan ijazah oleh rektor, kemudian bersalaman dengan rektor dan Dekan. Ada anggota paduan suara dan orkes yang mengiringi saat prosesi upacara, ada pidato wakil wisudawan dan pidato Rektor, juga ada acara penyerahan kendi ilmu dari wisukurang dari dua jam acara bisa terlaksana. Bandingkan dengan acara wisuda yang dilakukan oleh perguruan tinggi lain (waktu itu). Semua wisudawan maju ke depan, rektor memindahkan kuncir pada topi yang dipakai wisudawan dari kiri ke kanan, lalu bersalaman dengan rektor dan dekan. Konon katanya, acara prosesi seperti ini bisa memakan waktu berjam-jam.

Wisuda pertama kali di Kampus Depok, berlangsung tanggal 7 September 1987, dua hari setelah peresmian Kampus Depok oleh Presiden Suharto. Waktu itu karena wisudawan masih sedikit (dibawah 2000 orang), para lulusan program Diploma, Sarjana serta pascasarjana digabung menjadi satu. Ketika produktivitas lulusan makin meningkat dan bertambah banyak, sementara kapasitas ruangan Balairung tidak berubah, mulailah acara wisuda dilakukan beberapa kali. Mula-mula dua kali kemudian berubah menjadi tiga kali. Pertama-tama dilakukan pada hari Sabtu, kemudian duakali berturut-turut setiap hari sabtu dan akhirnya dilaksanakan hari jumat (satu kali) dan hari sabtu (dua kali).

Dalam hal pakaian (toga) yang dipakai para wisudawan pun mengalami perubahan. Kalau dahulu cukup dengan memakai pakaian/jubah hitam dengan memakai warna tertentu yang melingkar di leher para wisudawan, sesuai dengan warna fakultas, maka kini di lengan baju sebelah kanan melingkar warna tertentu. Lengan baju yang tidak ada apa-apa berarti wisudawan program diploma. Di lengan ada satu lingkaran, itu adalah wisudawan program sarjana. Dua lingkaran untuk pasca sarjana dan tiga lingkaran berarti wisudawan program doktor.

Pada masa kepemimpinan Rektor UI Prof.Dr.dr. Asman Boedisantoso Ranakusuma (1997-2002), mulai diterapkan tradisi baru, mengumumkan wisudawan yang lulus tepat waktu dengan IPK kumulatif di atas 3,5 dinyatakan lulus dengan nilai cum laude dan diberikan penghargaan selain sertifikat juga uang senilai SPP satu semester. Tradisi lulusan cum laude ini sampai saat ini terus berlangsung, tetapi tidak lagi mendapat hadiah uang. Pada waktu Kepemimpinan Rektor UI Prof.dr. Usman Chatib Warsa, Sp.MK., Ph.D (2002-2007) ada tradisi baru. Ketua MWA dan Ketua ILUNI UI ikut prosesi upacara dan duduk di sebelah Rektor. Juga ada tradisi, para wisudawan yang sudah menjadi alumni UI itu menyumbangkan sejumlah uang kepada UI yang diserahkan Ketua ILUNI UI kepada Pimpinan UI, yang akan dijadikan dana abadi UI. Uang ini diambil dari paket pembelian toga, undangan dan konsumsi wisudawan. Pada kepemimpinan Rektor Prof.Dr. Gumilar Rusliwa Somantri ada tradisi baru dengan mengundang Rektor/pimpinan perguruan tinggi lain baik di tingkat nasional maupun dari luar negeri, untuk ikut dalam acara wisuda UI.

Untuk memeriahkan suasana wisuda, pada upacara wisuda disajikan lagu-lagu yang dinyanyikan paduan suara mahasiswa dan penyanyi pop/seriosa yang memang sengaja diundang khusus. Inilah salah satu atraksi yang menarik para wisudawan dan undangan. Untuk paduan suara mahasiswa ini pernah memecahkan rekor MURI (2005), karena anggota paduan suara yang menyanyi mencapai 4000 mahasiswa. Sementara untuk penyanyi, pernah mengundang seorang penyanyi cilik berusia 9 tahun dan menyanyikan lagu berirama jazz.

Pada Agustus lalu, penulis baru mendapatkan informasi, kalau konsep janji wisudawan yang setiap kali dibacakan pada saat acara wisuda dibuat Prof.Dr.Sri-Edi Swasono, pada waktu menjabat sebagai Pembantu Rektor III UI pada masa kepemimipinan Rektor Prof.Dr. Mahar Mardjono (1973-1982). Janji wisudawan itu sengaja dibuat, untuk menanamkan nilai-nilai kepada para lulusan, ketika sudah keluar dari UI supaya ingat dan mencamkan terhadap apa yang diucapkannya pada waktu diwisuda.(150911)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment