May 23, 2011

Profesor pun Jadi Obyek Penipuan

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:43 am

Kejahatan dan penipuan dimana-mana senantiasa mengintai mangsanya. Tidak tebang pilih atau pilih bulu, siapa pun bisa menjadi sasaran kejahatan. Mulai dari dari “orang kecil” yang berpenghasilan pas-pasan, orang kaya sampai orang berpendidikan dan bergelar profesor bisa menjadi mangsa kejahatan dan penipuan. Waspadalah!

Hari ini (11/05) saat mengikuti ceramah tentang media yang disampaikan Arif Suditomo di Gedung Pusat studi Jepang kampus Depok, telpon berdering, di seberang sana ada suara,” saya baru nyampe nih dari Amsterdam, tolong di sms kan nomor hp rektor dan hp sekretaris universitas.” Ternyata dari seorang profesor salah satu fakultas di UI. Konon katanya, dia mendapat undangan melalui telpon, untuk mengikuti satu seminar riset yang diselenggarakan Direktorat Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional. Ada sejumlah dana untuk kegiatan tersebut dan profesor tersebut diminta nomor rekeningnya, karena akan segera dikirim uang untuk riset tersebut. Si penelepon tersebut juga sudah meminta persetujuan rektor dan Sekretaris universitas. Tetapi rupanya sang Profesor tidak begitu mudah percaya, karena selain suara di seberang telepon sangat asing, biasanya harus ada persetujuan dulu dari Dekan Fakultas dan biasanya pihak fakultas yang menghubungi dan menunjuknya sebagai wakil dari universitas.

Sewaktu penulis menanyakan kepada sekretaris universitas tentang adanya undangan mengikuti seminar riset melalui telpon, memang kejadian tersebut bukan kali ini saja terjadi. Sudah cukup lama bahkan dia pun salah seorang yang pernah diundang melalui telpon untuk mengikuti riset yang diselenggarakan Kopertis III. Kebetulan Sekretaris Universitas kenal dekat dengan Direktur Kopertis III, karena itu dia menjawab “nanti saya konfirmasi dulu ke Direktur Kopertis III,” maka seketika itu si penelpon menutup pesat telponnya. Tetapi apa lacur, beberapa orang Profesor ada yang sempat memberikan nomor rekeningnya. Entah berapa banyak uang di rekeningnya yang kena dibobol. Karena itu, Rektor UI telah membuat surat edaran kepada berbagai fakultas tentang modus penipuan gaya baru ini.

Sebetulnya dalam hal undangan riset atau seminar di luar lingkungan UI sudah ada prosedur yang jelas birokrasinya. Misalnya saja biasanya pihak universitas akan menulis surat kepada dekan fakultas dan pimpinan fakultas ini yang menunjuk siapa yang boleh ikut seminar atau riset di luar UI. Tidak bisa menerima begitu saja undangan via telpon. Tetapi memang ada dosen yang diam-diam tanpa sepengetahuan pimpinan fakultas/universitas yang menerima atau melakukan riset di luar, mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan pihak universitas.(11052011) .,._ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic