January 9, 2011

Alumni FMIPA Mulai “Unjuk Gigi”

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:48 pm

Pada usia limapuluh tahun Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mulai unjuk gigi di pentas perpolitikan nasional. Banyak para alumninya yang menduduki posisi penting dan strategis baik di jajaran pemerintahan maupun di lingkungan perusahaan swasta. Demikian hasil pengamatan dari kegiatan reuni alumni FMIPA berlangsung Sabtu (08/01) yang digagas Iluni FMIPA di Hotel Sahid Jakarta. Pada kesempatan itu dilakukan tayang bincang (talk show) dengan tema “Peran Sains dalam Peningkatan Produktivitas Nasional”.

Ada empat pembicara yang hadir dalam kesempatan itu. Pertama Dr. Asep Karsidi Kepala Bakosurtanal, kedua Dr. Sabri Ramdhani Direktur Utama Perusahaan Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Dua lainnya yaitu Dipo Alam (mantan mahasiswa Jurusan Kimia dan mantan Ketua Dewan Mahasiswa UI) Menteri Sekretaris Kabinet Reformasi Jilid II dan Suharna Surapranata (mantan mahasiswa Fisika dan aktivis mesjid ARH UI) Menteri Riset dan Teknologi. Dua alumni FMIPA ini adalah bagian dari enam menteri yang berasal dari alumni UI yang menduduki jajaran kabinet Reformasi Jilid II. Baru kali ini alumni FMIPA bisa “menembus” menduduki jajaran menteri. Suatu prestasi yang membanggakan, karena biasanya jabatan menteri diduduki para alumni dari fakultas Ekonomi, Kedokteran, ISIP, Hukum, Psikologi dan Teknik.

Pada kesempatan itu pula, Dipo Alam bersedia dicalonkan menjadi Ketua Umum Iluni UI, yang akan melakukan pemilihan Ketuanya pada Maret Mendatang. Ketua ILUNI UI Sofyan Jalil akan habis masa jabatannya tahun 2011 ini. Sebelum habis masa jabatan sebagai Menteri BUMN Oktober 2010, Sofyan Jalil membagikan 100 milyar rupiah beasiswa bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri, yang disisihkan dari keuntungan berbagai perusahaan BUMN. UI mendapat dana 10 milyar rupiah, lebih banyak dari perguruan tinggi lainnya. Apakah Dipo Alam bisa memberikan dana bagi UI lebih besar dari Sofyan Jalil? Harus Bisa melebihinya! Hatta Radjasa saja (menteri Korodinator Perekonomian) begitu terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni ITB, langsung memberikan dana 25 milyar untuk ITB.

Tapi tampaknya orang-orang UI rada aneh juga. Menurut Informasi dari alumni UI yang bekerja di Kementerian Riset dan Teknologi, tahun lalu kementerian ini memberikan dana beasiswa untuk 300 an orang yang akan melanjutkan studi S2 dan S3 baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dari sekian banyaknya penerima beasiswa itu, tak ada satupun dosen UI yang menjadi salah satu penerimanya. Entah ada kesalahan dimana. Untuk menghibur diri dan “menyombongkan” kepada pihak lain, ada alasan tepat, kenapa UI tidak mendapat beasiswa. Biarpun menteri Risteknya alumni UI, toh tidak dilakukan KKN dalam memberikan beasiswa.