January 4, 2011

UI Panen Doktor

Filed under: Uncategorized — rani @ 1:58 pm

Memasuki tahun baru 2011, Universitas Indonesia (UI) memulainya dengan “panen” doktor. Kemarin pagi (03/01) di FISIP UI memulai promosi doktor dalam bidang sosiologi atas nama Siti Aminah (45) dengan judul disertasi”NEGARA, PASAR dan MASYARAKAT Sebuah studi Sosio Ekonomi dan Budaya Pembangunan BRT-Transjakarta”. Promotornya Prof.Dr.derSoz Gumilar Rusliwa Somantri dan ko-promotor Suyono Dikun, Ph.D.

Hari Selasa ini (04/01) promosi doktor bidang Akuntansi berlangsung di Fakultas Ekonomi (FE) dan bidang Material di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Besok (05/01) masih aka nada promosi doktor di FE dan FMIPA. Tanggal 12 Januari FMIPA juga akan mengadakan sidang promosi doktor. Sementara itu, dalam bulan Januari ini juga ada 3 orang yang akan melakukan sidang promosi doktor di Fakultas Psikologi. Bulan Desember tahun lalu, Fakultas Kedokteran (FK) telah menghasilkan 3 orang doktor dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 2 orang doktor dan Fakultas Kesehatan Masyarakat 1 orang Doktor.

Waktu mengobrol dengan Wakil Dekan FISIP, Edy Prasetyono, sulit bagi doktor lulusan FISIP untuk mencapai nilai cum laude karena persyaratannya, selain harus IPnya di atas 3,5 juga masa studinya tepat waktu yaitu 8 semester. Ketepatan waktu ini menjadi kendala, karena penelitian lapangan bidang Ilmu Sosial memakan waktu lama. Begitu pula di bidang MIPA, seperti yang dikatakan Adi Basukriadi, Ph.D Dekan FMIPA waktu memimpin sidang promosi doktor Erfan Handoko (37) bidang Ilmu Material Fisika selasa siang (04/01). Uji coba dan penelitian di laboratorium bisa menghabiskan waktu cukup lama. Erfan Handoko yang mengajukan disertasi berjudul “Rekayasa Struktur Material Magnet Sistem Komposit Nd2FE14B/Fe3Si Melalui Rute Mechanical Alloying untuk Aplikasi Magnet Permanen” membutuhkan waktu hingga 9 semester untuk melakukan ujicoba penelitiannya.

Bisakah dirasakan manfaat dari hasil penelitian doktor itu? Ini persoalan yang tersendiri di luar bidang akademis. Hasil penelitian transportasi yang berupa saran bisa dijadikan masukan langsung bagi para penentu kebijakan. Tetapi dalam sains di bidang material misalnya, harus dilakukan tahap berikutnya (produksi secara masal) lagi sebelum dirasakan secara langsung. Seorang teman dokter gigi yang tengah menempuh S3 bidang material, mencoba melakukan penelitian pada rumput laut untuk dapat ditransplantasikan pada cekungan rahang gigi. Sementara seorang teman yang bekerja di Kementerian Riset dan Teknologi dalam penelitian S3nya mencoba ‘mengutak-atik’ bahan alam magnesium (Mg) untuk pembuatan pupuk tanaman bagi para petani Indonesia. Dia ingin hasil penelitiannya dapat memakmurkan dan menyejahterakan rakyat, tidak peduli nanti hasil yudisiumnya apa.