December 31, 2010

Rumus Tauhid 5 us

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:36 am

Abdullah Gymanstiar (48), yang akrab dengan sapaan Aa Gym, setelah tahun 2004 berceramah di Balairung Universitas Indonesia (UI) Kampus Depok, pada tahun 2010 selasa lalu (28/12) kembali berceramah di UI, tetapi kali ini di Mesjid Ukhuwah Islamiyah (MUI), dengan membawakan tema “UI Bertauhid Bersama Aa Gym”.

Ada perbedaan dan persamaan dari kegiatan ceramah Aa Gym di Kampus UI Depok. Tahun 2004 tempat ceramah di Balairung yang dipadati pengunjung, sementara kemarin di mesjid UI, ruangan hanya terisi setengahnya. Persamaan dari ceramahnya itu, senantiasa menyelipkan humor-humor khas Sunda. Dari segi jumlah penanya, kemarin hanya ada satu pertanyaan dari pria, sedangkan dari wanita ada tiga penanya. Apakah ini satu indikasi, ceramah kiai masih digandrungi wanita ketimbang pria?

Ringkasan ceramahnya menyatakan, inti Ketauhidan yaitu tidak takut, tidak berharap, tidak tergantung kepada makhluk kecuali kepada Allah. Makin berharap kepada makhluk, ingin dipuji, ingin dilihat ingin dihargai, makin gelisahlah kita . Karena itu berharaplah hanya kepada Allah. Ada rumus untuk mencapai ketauhidan yang sejati. (1) Hati harus lurUS, (2) Ibadah harus bagUS, (3) hidup harus lurUS, (4) Ikhtiar harus seriUs, (5) Tobat terus menerUS. Maka banyaklah bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan lima “us” tersebut.

Aa Gym menyontohkan bagaimana ikhtiar harus serius seperti yang dicontohkan Siti Hajar sewaktu mencari air di padang pasir. Dia berlari dari bukit Sofa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Barulah didapat air, bukan di Buit Sofa dan bukit Marwah.

Dalam hal ikhtiar ini Aa Gym mencontohkan seorang pemuda (orang kebanyakan) yang mencoba melamar anak seorang pengusaha yang kaya raya.

Seorang pemuda datang menghadap seorang pengusaha untuk melamar putrinya. Pengusaha:” Ada apa ya! datang kemari?” Pemuda:”Saya ingin melamar putrid Bapak menjadi istri saya.” Pengusaha: ”Maaf ya! Tidak level anak saya nikah dengan kamu.” Pemuda dengan tenangnya meninggalkan rumah pengusaha. Sebulan kemudian pemuda itu mendatangi rumah pengusaha tersebut.

Pengusaha: ”Maaf ya, rasanya kita pernah ketemu?” Pemuda: “Betul! Bulan lalu saya kesini mengajukan lamaran meminang anak Bapak. Kali ini saya pun mengajukan lamaran meminang anak Bapak.” Pengusaha: “ saya sudah katakan, tidak level kamu menikahi anak saya.” Dengan wajah penuh ketenangan dan tanpa ada rasa malu dan kecewa, pemuda itu pun meninggalkan rumah pengusaha tersebut. Bulan berikutnya, pemuda itu pun datang kembali dan bertemu dengan pengusaha tersebut yang langsung disapa pengusaha. Pengusaha: “Kok, masih datang juga walaupun sudah ditolak dua kali?” Pemuda: “Wah, Pak ditolaknya kan baru dua kali, Siti Hajar saja tujuh kali dari Bukit Sofa ke Bukit Marwah, baru dapat air zam-zam.” Melihat kegigihan pemuda tersebut, pengusaha itu berpikir dan berkata dalam hati. Ini sama persis seperti yang ada dalam mimpinya sehabis shalat istiharah. Maka si pengusaha itu pun berujar kepada pemuda tersebut. Pengusaha: “Baiklah kalau begitu! Nanti saya nikahkan kamu dengan anak tetangga saya.” Pemuda: “!!!!!!?????”

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment