December 28, 2010

Martabat Bangsa

Filed under: Uncategorized — rani @ 6:18 pm

Sering kita mendengar kata-kata “harkat” dan “martabat” dalam satu tulisan atau pembicaraan orang. Tetapi kita tidak tahu pasti akan makna yang sesungguhnya dari kata tersebut. Tetapi kalau kita mendengar kata “harga diri” mungkin bisa ditebak maknanya. Demikian arti dan makna kata martabat. Lebih jelasnya simaklah cerita di bawah ini.

Pada waktu perebutan piala dunia Sepak bola tahun 2006, ada satu peristiwa yang menghebohkan. Zinedin Zidane, pemain nasional Perancis “menanduk” dengan kepalanya kepada salah seorang pemain Italia dalam laga tersebut. Konon menurut berita, Zidane berbuat demikian karena pemain Italia itu telah mengeluarkan kata-kata kotor, yang membangkitkan emosi Zidane. Padahal waktu itu, sedang dilakukan pertandingan sepakbola yang mempertaruhkan nama bangsa dan Negara, dimana menyangkut martabat atau harga diri suatu bangsa. Tetapi karena ulah pemain Italia yang dianggap “keterlaluan” dan sangat menyinggung perasaannya, Zidane sampai rela melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji, mengorbankan martabat dan harga diri bangsanya. Orang sekaliber Zidane sampai bertindak demikian, tentulah bukan sekedar ingin mencari perhatian, kalau bukan ada satu hal yang membuatnya bertindak demikian. Harga diri dan kehormatan bangsa dikorbankan karena ternyata ada yang lebih berharga yaitu kehormatan dan rasa kemanusiaan yang terinjak-injak karena perkataan dari pemain sepakbola Italia tadi. Ketika akhirnya FIFA menjatuhkan sanksi kepada Zidane dan membebaskan pemain sepakbola Italia dari kesalahan yang diperbuatnya, nama Zidnae semakin harum dan orang semakin respek dengan apa yang dilakukannya. Sementara pemain sepakbola Italia tidak terdengar lagi kabar beritanya. Ini membuktikan, Tindakan yang dilakukan Zidane bukan suatu kesalahan fatal. Walaupun akhirnya Italia menjadi juara, tetapi menjadi cacat, karena ulah seorang pemain sepakbolanya.

Walaupun kasusnya agak berbeda, tetapi peristiwa pertandingan final sepakbola AFF antara Indonesia melawan Malaysia 26 Desember lalu di Bukit Jalil Malaysia, mempunyai kemiripan dalam hal adu ketangkasan menggocek si kulit bundar, yaitu mempertaruhkan nama bangsa dan Negara.Tetapi rupanya bagi para suporter Malaysia, kemenangan menjadi tujuan utama sehingga tidak segan-segan untuk melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji, yang belum pernah dilakukan para suporter di seluruh dunia, dengan menyorotkan sinar laser kepada Markus kiper kesebelasan Indonesia. Di Fesbuk dan twiter konon katanya, saat suporter Indonesia meninggalkan stadion, para suporter Malaysia melemparinya dan mencaci maki dengan kata-kata kotor. Setelah peristiwa kekalahan kekalahan itu, Indonesia yang akan menjadi tempat terakhir final AFF akan berlangsung 29 Desember, mulai dari pimpinan Negara hingga aparat keamanan sudah mewanti-wanti kepada para penonton untuk tidak melakukan tindakan seperti yang terjadi di Bukit Jalil. Begitulah seharusnya sebagai bangsa yang bermartabat, kalah dan menang bukanlah menjadi tujuan utama. Menjaga harga diri bangsa satu hal yang paling utama. Lihatlah bagaimana Pemerintah Malaysia sampai saat terakhir sebelum berlaga tanggal 29 Desember, tak ada pernyataan penyesalan ataupun permintaan maaf tentang peristiwa yang terjadi di Bukit Jalil. Begitukah sikap dan tindakan sebagai bangsa yang bermartabat?

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment