December 27, 2010

Karisma yang Hilang

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:11 pm

Bukan! Bukan perkara Tim sepakbola Indonesia yang dikalahkan Malaysia 3-0 sehingga hilanglah karisma kesebelasan Indonesia yang selama ini selalu menjadi kebanggaan karena dalam pertandingan sepakbola AFF selalu meraih kemenangan. Karisma disini adalah nama seorang mahasiswa angkatan 2010 Departemen Biologi Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) yang raib (menghilang) sejak tanggal 16 Desember 2010.

Informasi ini didapat saat ke Gedung Biru (kantor PLK/Satpam) senin sore (27/12) sewaktu melapor kehilangan kartu ATM Bank BNI. Di kantor Satpam itu terpampang poster dengan gambar seorang gadis berambut panjang dengan disertai identitas dirinya, kepada yang menemukannya akan diberikan imbalan yang memadai. Sebelumnya memang pernah mendengar pembicaraan di kalangan mahasiswa yang menyatakan saat ini para mahasiswa UI menjadi incaran dari para penghipnotis saat pulang kuliah malam hari di angkutan umum. Diajak berputar-putar dulu sebelum “dipreteli” harta benda seperti uang, hp dan lainnya. Ada seorang tua mahasiswa yang menitipkan pesan untuk para petinggi UI, supaya waspada terhadap modus penculikan para mahasiswa UI.

Karisma ini anak Surabaya, tinggal di tempat kos-kosan sekitar Kutek (Kukusan dekat Fakultas Teknik). Teman-teman kosnya tidak ada yang tahu kemana Karisma pergi. Kakak Karisma dari Surabaya pernah mendatangi tempat kosannya Karisma, tetapi tidak mendapatkan informasi dimana keberadaan adiknya. Kepala Satpam UI juga telah menyisir hutan kota di kampus Depok, tetapi tidak menemukan sesosok mayat atau tercium bau bangkai. Menurut Kepala Satpam Kampus Depok, diduga Karisma ikut kelompok Islam Eksklusif semacam NII (Negara Islam Indonesia) yang biasanya merekrut para anggotanya dari kalangan mahasiswa yang berotak cemerlang tetapi pengetahuan agamanya tidak terlampau mendalam. Dari pengalaman orang-orang yang ikut kelompok ini, mereka ‘dicuci otaknya’ sedemikian rupa, sehingga hanya tunduk pada perintah ketua kelompoknya.

Inilah barangkali satu pesan yang jelas bagi para orang tua, untuk selalu menjaga dan mengawasi anak-anaknya, bukan saja dari pengaruh narkoba/nafza dan pergaulan negatif, tetapi juga pengaruh dari kelompok yang menamakan dirinya Islam eksklusif tetapi ternyata hanya sebagai kedok saja.

Refleksi Akhir Tahun MUI

Filed under: Uncategorized — rani @ 3:56 pm

Mesjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (MUI UI) menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Refleksi Akhir Tahun” pada hari Selasa (28/12) pada pukul 09.00 – 12.00 WIB di Mesjid UI Kampus Depok, dengan mengundang Ustadz “Aa Gym” Abdullah Gymnastiar. Ini kali kedua Aa Gym menginjakkan kaki di Kampus Depok. Kunjungan pertama terjadi pada tanggal 31 Maret 2004, waktu itu berceramah di Balairung dengan dihadiri warga UI dan juga masyarakat umum.

Kehadiran Da’i/penceramah pesohor ke Kampus Depok untuk memberikan ceramah/tausiah, sudah menjadi suatu hal yang biasa, baik yang dilakukan pusat administrasi universitas maupun fakultas atau lembaga/unit kegiatan mahasiswa di Kampus. Kegiatan ini membuat suasana kampus menjadi “hangat” dan dinamis, serta ada suasana lain dalam lingkungan kampus, yang biasanya disibukkan dengan kegiatan rutinitas akademis dalam disiplin mono atau lintas disiplin ilmu.

Tahun 2007 pun saat UI melangsungkan acara halal-bihalal warga UI, untuk pertama kalinya UI juga mengundang pesohor yang bergerak di bidang pelatihan ESQ Ary Ginanjar. Setelah itu, beberapa petinggi UI mengikuti kegiatan pelatihan ESQ dan kemudian diikuti pula dengan pelatihan ESQ bagi mahasiswa baru UI.Sudah dua angkatan para mahasiswa baru UI mendapat pelatihan ESQ. Walaupun kegiatan ini berupa memompa motivasi peserta, tetapi dasar-dasar yang diberikan penceramah bertitik tolak dari pengejawantahan ajaran agama Apakah secara signifikan pelatihan ESQ dapat meningkatan prestasi akademik mahasiswa? Barangkali perlu dievaluasi dengan seksama sebagai suatu refleksi di akhir tahun.

Apa yang akan menjadi pokok pembicaraan Aa Gym dalam ceramah besok, tetap menjadi suatu hal yang menarik. Paling tidak wawasan dan pengalamannya sebagai da’i kondang pastilah mempunyai ‘terobosan’ baru yang dapat dipetik hikmahnya .