December 20, 2010

FMIPA dari Dulu Hingga Kini

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:17 am

Ini hanya sekedar pandangan subyektif, yang bisa jadi terlalu sangat subyektif sehingga tidak punya nilai apa-apa. Tetapi paling tidak bagi penulis menjadi sarana untuk mengeluarkan segala apa yang ada dalam pikiran yang selama ini membebani pikiran. Siapa tahu bisa menginspirasi orang lain untuk juga membagi pengalamannya yang berkaitan dengan FMIPA. Mohon maaf, tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan seseorang atau lembaga, semata-mata untuk mencurahkan apa yang penulis ketahui.

Sebelum menjadi anggota sivitas akademika UI, pernah terbetik kabar di media massa, seorang mahasiswa MIPA dan juga aktivis mesjdi UI melakukan percobaan “pembuatan bom” di dalam lingkungan mesjid. Tentu saja ini sangat “menghebohkan” dan menarik perhatian dari aparat pemerintahan Rezim Orde Baru, yang saat itu memang sangat “berkuasa sekali”. Di kalangan warga FMIPA sendiri sampai saat ini tidak pernah terdengar pembicaraan mengenai kasus ini. Kini aktivis si “pembuat bom” itu saat ini giat melakukan da’wah dan lebih suka memakai KH di depan namanya, seperti yang terlihat di dalam blognya.

Lain lagi dengan salah seorang alumni FMIPA yang dulu aktif pula di lingkungan mesjid ARH. Sewaktu masih di kampus pernah membuat jam digital raksasa yang dipasang di atas gedung Rektorat Kampus Salemba. Beberapa puluh tahun kemudian ketika bertemu dia menceritakan pengalamannya selama bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak pernah diceritakan kepada media manapun. Kini dia menjadi staf ahli Menristek, yang dulunya juga aktif sebagai pengelola perpustakaan mesjid ARH Kampus Salemba.

Beberapa waktu lalu sempat bertemu dengan salah seorang alumni Biologi FMIPA. Beberapa tahun lalu sempat ketemu dia sedang aktif melakukan promosi kegiatan salah satu pusat belanja di Depok, jauh sekali dari bidang ilmunya yang selama di kampus ditekuninya. Kemarin bertemu dan bercerita tentang pekerjaannya yang baru di lembaga yang mengkaji mengenai perilaku seksualitas di kalangan masyarakat. Lembaga tersebut justru berada di lingkungan ilmu sosial dan ilmu politik. Dia merasa bisa mengembangkan dirinya ketimbang harus aktif di lingkungan fakultasnya.

Suatu waktu pernah menghadiri acara pengukuhan Guru Besar FMIPA. Luar biasa karangan bunga ucapan selamat dari berbagai instansi yang ada di halaman gedung dimana acara pengukuhan dilakukan. Usianya masih terbilang muda, tapi di luar UI namanya cukup dikenal sebagai seoran ilmuwan yang handal. Waktu ditanya apa kiat-kiatnya, dia mengatakan sejak lulus dia selalu aktif melakukan kegiatan yang berkaitan dengan bidang ilmunya, tidak saja di lingkunan kampus tetapi juga di luar kampus. Keahliannya banyak dimanfaatkan institusi pemerintahan dan swasta, sehingga mempunyai hubungan yang luas dengan berbagai orang dari berbagai lembaga. Hingga kini dia sehabis memberikan kuliah masih menyempatkan diri untuk menulis. Tidak jarang dia pulang ke rumah larut malam.

Penulis punya kenalan seorang ahli teori fisika, dosen di FMIPA. Seorang yang sangat menyintai bidang ilmunya dan loyal dengan ke-PNS-annya. Dalam satu kesempatan pemberian Satya Lencana, dia merasa bangga difoto dengan memegang piagam dan lencana yang terpasang di dadanya. Tulisan dalam jurnal ilmiah internasionalnya luar biasa banyaknya, seperti yang diakui Dekan FMIPA. Peringkat UI di tingkat dunia salah satunya ditopang karena publikasi ilmiahnya.

Ada lagi dosen FMIPA yang lebih banyak menekuni bidang ilmunya secara aplikatif. Dia mengembangkan satu jenis minuman dan mematenkannya proses pembuatan minuman tersebut. Puluhan tahun dia melakukan penelitiannya hingga akhirnya dia merasa harus dikembangkannya dalam skala industri yang cukup besar. Tetapi kemudian akhirnya dia “terperosok” dan tertipu oleh orang yang mengaku sebagai pengusaha. Pelajaran yang palling berharga dari pengalaman itu, jangan sekali-kali seorang ilmuwan/peneliti ikut terjun dalam dunia bisnis. Dua hal yang sangat bertentangan, tidak bisa dipersatukan. Ada lagi seorang teman asrama yang menjadi dosen FMIPA. Ketika di masyarakat sedang tren tentang nano-teknologi dan ada lembaga swasta di Indonesia yang mengembangkan teknologi tersebut, maka dia pun ikut bergabung.

Pada tahun 2000-an, dalam beberapa kali wisuda, lulusan FMIPA UI selalu diumumkan memegang peringkat memperoleh IPK tertinggi dengan nilai sempurna (4). Sejak tiga tahun terakhir ini, FMIPA UI juga memelopori dan menjadi panitia Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi dengan sponsor PERTAMINA. Suatu terobosan baru mengajak masyarakat untuk menyintai bidang ilmu pengetahuan alam. Tahun ini juga FMIPA mendapat bantuan peralatan laboratoriun senilai 5 Milyar rupiah dari Pertamina. Dan tahun ini pula FMIPA UI membuka program studi (S2) Herbal/obat-obatan alami.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment