December 15, 2010

Memori Golden Ballroom

Filed under: Uncategorized — rani @ 4:07 pm

Ada saja hal-hal atau kejadian yang membuat terkenang kepada masa lalu dan itu merangsang ingatan kita untuk mengingat kembali peristiwa yang terjadi di masa lampau. Seperti yang terjadi pada hari Rabu pagi ini (15/12), saat menghadiri peresmian Pusat Kajian Perlindungan Anak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) di Golden Ballroom Hotel Sultan (d/h Hilton) Jakarta. Padahal semalam baru saja mengobrol dengan seorang teman yang baru pulang melaksanakan ibadah haji. Katanya Hotel Hilton di Depan Halaman Mesjidil Haram sudah tidak ada lagi. Padahal tahun lalu masih dua tahun lalu masih bertengger nama Hotel Hilton.

Tahun 1997 (kalau tidak silap) di Golden Ballroom Fakultas Teknik UI meluncurkan program pembangunan Kampus Fakultas Teknik yang terpadu, dimana disitu diperlihatkan maket gedung-gedung baru yang akan dibangun. Dekan Fakultas Teknik UI waktu itu dijabat Prof.Dr.Ir. Djoko Hartanto mengundang para alumni FTUI baik yang ada di pemerintahan maupun di sektor swasta. Akbar Tanjung sebagai alumni FTUI waktu itu menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat menyumbangkan sejumlah uang untuk pembangunan FTUI. Ada juga bendahara Golkar Enggartiarso Lukito turut juga menyumbang. Ada milyaran rupiah yang berhasil dikumpulkan. Tetapi tidak lama setelah itu, Rezim Orde Baru runtuh, maka pembangunan pun terbengkalai. Hanya Engineering Center FTUI yang bisa dibangun dari hasil pengumpulan dana di Golden Ballroom.

Tahun 2002, di Golden Ballroom diluncurkan buku “Nanoteknologi” karya Dr. Mochtar Riady yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat UI. Pada buku itu juga ada tulisan Prof.Dr.derSoz Gumilar Rusliwa Somantri, yang masih menjabat sebagai dekan FISIP. Inilah “buku pintar” Mochtar Riady yang berisikan gagasan-gagasannya dalam rangka mengubah pola kerja UI dari sistem birokrat kepada sistem kerja korporat. Pada kesempatan itu juga dilakukan bedah buku dengan para pembicara yang sudah dikenal, antara lain Dr. Rhenald Kasali. Para undangan yang hadir pun terbilang istimewa, ada tokoh-tokoh konglomerat/taipan yang biasanya hanya didengar dari media saja.

Tahun 2005/2006, Departemen Dalam Negeri mengadakan seminar membahas tentang kartu identitas (KTP dan paspor) dengan memakai chip. Mengundang para tokoh dari berbagai negara yang sudah menerapkan sistem tersebut, seperti Hongkong, Singapura, beberapa negara Eropa dan Amerika. Juga diadakan pameran dari berbagai perusahaan yang memberikan jasa layanan pembuatan Chip. UI berkepentingan karena akan menerapkan kartu mahasiswa dengan memakai chip.