December 14, 2010

Demam Korea

Filed under: Uncategorized — rani @ 2:59 pm

Sejak kapan masyarakat Indonesia menggandrungi segala hal yang berbau Korea, tidak diketahui secara pasti. Tetapi dapat diduga ketika tahun 2002 Korea Selatan masuk putaran semifinal Sepakbola dunia, masyarakat terbelalak dan baru menyadari ada Negara Asia yang bisa menembus dominasi persepakbolaan yang biasanya “dikuasai” Negara-negara Amerika Latin. Atau bisa juga jauh sebelum itu, masyarakat mengenal Korea ketika diluncurkan Mobil merk Timor yang tadinya bermerk KIA buatan Korea, tetapi “disulap” sedemikian rupa dan dijual dengan harga dibawah Rp 100 juta. Waktu itu tidak ada sedan “gres” di bawah harga tersebut.

Tetapi yang jelas saat ini para remaja termasuk juga mahasiswa sangat menggandrungi hal-hal yang berbau Korea melalui film-filmnya, baik yang melalui piringan cakram maupun tayangan di stasiun televisi. Komunitas penggemar film Korea pun bermunculan dimana-mana, termasuk juga di kampus UI. Tahun 2004 misalnya, UI menerima seorang volunteer pemuda Korea yang bertugas memberikan pelatihan komputer kepada warga UI di ITTC (Information Technology Training Center) sumbangan Pemerintah Korea. Disela-sela pelatihan tersebut, secara berkala dilakukan pemutaran film-film Korea. Tadinya hanya ditonton sekitar 20 an orang. Tetapi lama kelamaan peminatnya semakin banyak, sehingga dilakukan dua kali pemutaran film. Pada perkuliahan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (BIPA –LBI FIB) UI sejak awal tahun 2000 an jumlah mahasiswa Korea menduduki urutan pertama diantara mahasiswa asing lainnya. Saat ini ada sekitar seratusan orang Korea yang mengikuti kuliah di BIPA.

Yang lebih menghebohkan lagi, demam terhadap film-film Korea ini juga melanda kota-kota lainnya, seperti Malang di Jawa Timur. Ariel Heryanto, sosiolog yang tinggal di Singapura, saat memberikan kuliah umum “multikulturalisme” dihadapan Warga Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) baru-baru ini, menceritakan bagaimana para remaja putri di Malang dalam suatu acara penyelenggaraan diskusi film Korea begitu antusiasnya. Bahkan mereka sampai mencium-cium poster bintang film Korea. Para panitia dan pengunjung acara tersebut, ternyata didominasi oleh para wanita yang berjilbab.