December 13, 2010

Korea yang “ko, rea”

Filed under: Uncategorized — rani @ 4:29 pm

Senin lalu (06/12) baru Saja Rektor Universitas Indonesia (UI) menandatangani kerjasama dengan Universitas Politeknik Korea untuk membantu pengadaan peralatan E-Learning center UI sebesar US $ 3 juta dalam jangka waktu tiga tahun. Ini tonggak baru kerjasama dengan pihak Korea Selatan dan bantuan cukup besar yang diterima UI dari Korea.

Akhir Agustus lalu, untuk pertama kalinya UI mewisuda lulusan Program Studi Sastra Korea yang didirikan empat tahun lalu. Lulusan yang berjumlah sekitar 25 orang itu, mulai dari semester pertama hingga lulus semuanya mendapat beasiswa dari pemerintah Korea. Tahun 2003 UI meresmikan Information Technology Training Center (ITTC) di Perpustakaan Pusat, dimana ada 120 set komputer (40 diantaranya ditempatkan di Kampus Salemba) lengkap dengan mejanya yang dikirim langsung secara utuh dari Korea. Bantuan tersebut ditambah dengan merenovasi ruangan untuk ITTC bernilai US$ 1 juta. Pada tahun 2002, seorang Korea alumni S2 FISIP UI menyumbangkan sejumlah uang senilai Rp 1,1 Milyar untuk membangun kantin mahasiswa yang dikenal dengan sebutan Taman Korea (Takor). Satu ikon baru di UI membuat kafe mahasiswa, memadukan tempat aktivitas mahasiswa dengan kantin yang dulunya bernama kantin balsem (balik semak), kemudian konsep pembangunan kantin ini ditiru Fakultas Ekonomi UI.

Kedatangan orang Korea ke Indonesia ini juga rupanya juga sangat mempengaruhi kepada aspek lainnya. Misalnya saja saja mulai beredar pula film-film Korea, baik melalui piringan cakram DVD maupun film yang ditayangkan di stasiun televisi. Juga mulai terlihat berbagai restoran yang menyajikan makanan Korea. Di Jakarta ada supermarket yang khusus menyediakan berbagai hal yang berkaitan dengan Korea. Di KAmpus FISIP UI juga ada restoranKorea. Kalau dulu kita mengenal Korea dengan ginsengnya, maka kini para remaja pun mulai menggandrungi bintang film Korea.

Perkembangan investasi Korea di Indonesia dalam lima tahun terakhir ini menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Konon katanya ex-patriat Korea yang ada di Indonesia saat ini paling banyak diantara orang asing lainnya. Seorang teman orang Sunda dengan nada kental kesundaannya mengatakan investasi dan jumlah orang Korea di Indonesia “ko, rea”. “Ya, rea” pula dalam memberikan bantuan. (“rea” dalam bahasa Sunda artinya banyak).