December 31, 2010

Rumus Tauhid 5 us

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:36 am

Abdullah Gymanstiar (48), yang akrab dengan sapaan Aa Gym, setelah tahun 2004 berceramah di Balairung Universitas Indonesia (UI) Kampus Depok, pada tahun 2010 selasa lalu (28/12) kembali berceramah di UI, tetapi kali ini di Mesjid Ukhuwah Islamiyah (MUI), dengan membawakan tema “UI Bertauhid Bersama Aa Gym”.

Ada perbedaan dan persamaan dari kegiatan ceramah Aa Gym di Kampus UI Depok. Tahun 2004 tempat ceramah di Balairung yang dipadati pengunjung, sementara kemarin di mesjid UI, ruangan hanya terisi setengahnya. Persamaan dari ceramahnya itu, senantiasa menyelipkan humor-humor khas Sunda. Dari segi jumlah penanya, kemarin hanya ada satu pertanyaan dari pria, sedangkan dari wanita ada tiga penanya. Apakah ini satu indikasi, ceramah kiai masih digandrungi wanita ketimbang pria?

Ringkasan ceramahnya menyatakan, inti Ketauhidan yaitu tidak takut, tidak berharap, tidak tergantung kepada makhluk kecuali kepada Allah. Makin berharap kepada makhluk, ingin dipuji, ingin dilihat ingin dihargai, makin gelisahlah kita . Karena itu berharaplah hanya kepada Allah. Ada rumus untuk mencapai ketauhidan yang sejati. (1) Hati harus lurUS, (2) Ibadah harus bagUS, (3) hidup harus lurUS, (4) Ikhtiar harus seriUs, (5) Tobat terus menerUS. Maka banyaklah bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan lima “us” tersebut.

Aa Gym menyontohkan bagaimana ikhtiar harus serius seperti yang dicontohkan Siti Hajar sewaktu mencari air di padang pasir. Dia berlari dari bukit Sofa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Barulah didapat air, bukan di Buit Sofa dan bukit Marwah.

Dalam hal ikhtiar ini Aa Gym mencontohkan seorang pemuda (orang kebanyakan) yang mencoba melamar anak seorang pengusaha yang kaya raya.

Seorang pemuda datang menghadap seorang pengusaha untuk melamar putrinya. Pengusaha:” Ada apa ya! datang kemari?” Pemuda:”Saya ingin melamar putrid Bapak menjadi istri saya.” Pengusaha: ”Maaf ya! Tidak level anak saya nikah dengan kamu.” Pemuda dengan tenangnya meninggalkan rumah pengusaha. Sebulan kemudian pemuda itu mendatangi rumah pengusaha tersebut.

Pengusaha: ”Maaf ya, rasanya kita pernah ketemu?” Pemuda: “Betul! Bulan lalu saya kesini mengajukan lamaran meminang anak Bapak. Kali ini saya pun mengajukan lamaran meminang anak Bapak.” Pengusaha: “ saya sudah katakan, tidak level kamu menikahi anak saya.” Dengan wajah penuh ketenangan dan tanpa ada rasa malu dan kecewa, pemuda itu pun meninggalkan rumah pengusaha tersebut. Bulan berikutnya, pemuda itu pun datang kembali dan bertemu dengan pengusaha tersebut yang langsung disapa pengusaha. Pengusaha: “Kok, masih datang juga walaupun sudah ditolak dua kali?” Pemuda: “Wah, Pak ditolaknya kan baru dua kali, Siti Hajar saja tujuh kali dari Bukit Sofa ke Bukit Marwah, baru dapat air zam-zam.” Melihat kegigihan pemuda tersebut, pengusaha itu berpikir dan berkata dalam hati. Ini sama persis seperti yang ada dalam mimpinya sehabis shalat istiharah. Maka si pengusaha itu pun berujar kepada pemuda tersebut. Pengusaha: “Baiklah kalau begitu! Nanti saya nikahkan kamu dengan anak tetangga saya.” Pemuda: “!!!!!!?????”

December 30, 2010

Hari Kemarin Setahun yang Lalu

Filed under: Uncategorized — rani @ 2:51 pm

Hari kemarin (29/12) setahun yang lalu, di Kampus Salemba Jakarta, terlihat banyak lalu lalang kendaraan diplomatik di halaman Gedung Rektorat. Juga banyak karangan bunga yang diletakkan di depan Mesjid Arief Rahman Hakim (ARH). UI kedatangan Syeikh Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Muthliq Menteri Penasihat Dewan Kerajaan Saudi Arabia dan Syeikh Dr. Abdurrahim bin Muhammad As-Sudais Imam Masjidil Haram dan Guru Besar Syariah Universitas Ummul Qurro Mekah, Syeikh Dr. Abdul Muchsin Al Khosim Imam Mesjdi Nabawi dan Putra Raja Saudi Arabia Amir Abdul Aziz bin Suud bin Fahd. Mereka hadir untuk melihat secara langsung peresmian Mesjid Kampus Attauhid ARH UI.

Mesjid ARH pertama kali diresmikan 16 Agustus 1969. Sejak tahun 2004 mesjid ARH direnovasi dengan menelan biaya 16 Milyar rupiah, 13 milayr rupiah diantaranya sumbangan dari Atase Agama Islam Kedutaan Besar Saudi Arabia. Atas saran dari pihak Kerajaan Saudi Arabia, nama mesjid Kampus ditambah sehingga menjadi Mesjid Attauhid Arief Rahman Hakim. Peresmian Mesjid ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Rektor UI dan Menteri Agama RI.

Kegiatan peresmian mesjid ini merupakan babak baru hubungan UI dengan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Tahun 2007 Rektor UI dan istri Mendapat undangan khusus untuk melaksanakan ibadah Haji dan menjadi pimpinan dari para jamaah haji yang diundang secara khusus oleh pihak Kerajaan Saudi Arabia. Setelah itu, Rektor UI memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Arab. Pemberian gelar doktor ini dilakukan di Saudi Arabia. Pada pertengahan tahun ini, UI juga secara khusus mengundang para Dubes di wilayah Jazirah Arab (termasuk Mesir dan beberapa Negara Afrika) melihat-lihat kampus Depok dan dijamu di restoran mang Engking.

Waktu itu sempat bertanya kepada Rektor, hasil konkrit apa yang bisa didapat dari pertemuan pertemuan tersebut. Prof. Gumilar menyatakan, yang penting mereka tahu dahulu suasana lingkungan kampus Depok. Selanjutnya mungkin akan ada pertukaran atau lawatan dosen/ mahasiswa baik dari UI maupun dari Negara-negara Jazirah Arab.

December 29, 2010

Hari ini 26 Tahun Lalu

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:24 am

Hari ini (29/12) duapuluh enam tahun lalu, para mahasiswa baru Universitas Indonesia sebanyak duaribu orang melakukan kegiatan perkemahan bersama di Kampus Depok selama tiga hari. Untuk pertama kalinya Kampus Depok didatangi secara beramai-ramai oleh warga UI dari kampus Salemba, Pegangsaan dan Rawamangun.

Dari Kampus Salemba rombongan dibawa dengan mengendarai puluhan truk tentara. Jarak Kampus Salemba ke Kampus Depok ditempuh dalam waktu kurang lebih tiga jam. Waktu itu jalan Pasar Minggu hingga ke Kampus Depok masih satu jalur dan kendaraan mobil paling tidak harus melintasi empat pintu kereta api.

Waktu itu kampus Depok masih berupa tegalan dan hutan karet. Danau Kenanga dekat Mesjid UI masih berupa rawa yang ditumbuhi rerumputan setinggi dua meter.Di tengah hutan karet baru terlihat tiang pancang beton gedung rektorat yang baru dipancangkan pada bulan oktober. Tetapi Kampus Politeknik telah melakukan kegiatan akademis setelah diresmikan tahun 1982.

Lokasi perkemahan terletak di hutan karet dekat gedung rektorat dengan memakai tenda peleton pinjaman dari TNI. Tempat upacara dan api unggun di lapangan dekat Fakultas Ilmu Komputer (belakang kantin prima). Kepanitiaan kemping diserahkan kepada para mahasiswa angkatan 1983 dengan dibantu unit kegiatan mahasiswa MAPALA, MENWA, Pramuka, Paduan Suara, Orkes dan unit kegiatan mahasiswa lainnya. (Para mahasiswa baru UI angkatan 1983 melakukan kegiatan perkemahannya di Cinumpang Sukabumi). Beberapa pimpinan UI yang terlibat langsung dalam kegiatan ini yaitu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dijabat Drs. Djamang Ludiro, para pembantu Dekan III dari berbagai fakultas antara lain M.Nazief (FE), Merdias Almatsier (FK), Pratomo Marlan (FISIP) dan lain-lain.

Beberapa kegiatan yang dilakukan para mahasiswa antara lain melakukan kegiatan penanaman pohon di seputar stadion UI dan penanaman pohon kelapa di lokasi Fakultas Teknik. (Sebagian pohon kelapa yang ditanam masih bisa dilihat di dekat gedung Departemen Teknik Industri). Lahan pusgiwa waktu itu masih diratakan buldoser,sementara danau yang memanjang di bawah gedung pusgiwa masih berupa lembah yang ditanami padi. Di sela-sela kegiatan kemping, para mahasiswa baru masih sempat latihan paduan suara bertempat di kampus Politeknik.

Kegiatan perkemahan tersebut masih dapat dilihat dalam dokumentasi video REPLIKA (Rekaman Peristiwa Selintas Kampus).

December 28, 2010

Martabat Bangsa

Filed under: Uncategorized — rani @ 6:18 pm

Sering kita mendengar kata-kata “harkat” dan “martabat” dalam satu tulisan atau pembicaraan orang. Tetapi kita tidak tahu pasti akan makna yang sesungguhnya dari kata tersebut. Tetapi kalau kita mendengar kata “harga diri” mungkin bisa ditebak maknanya. Demikian arti dan makna kata martabat. Lebih jelasnya simaklah cerita di bawah ini.

Pada waktu perebutan piala dunia Sepak bola tahun 2006, ada satu peristiwa yang menghebohkan. Zinedin Zidane, pemain nasional Perancis “menanduk” dengan kepalanya kepada salah seorang pemain Italia dalam laga tersebut. Konon menurut berita, Zidane berbuat demikian karena pemain Italia itu telah mengeluarkan kata-kata kotor, yang membangkitkan emosi Zidane. Padahal waktu itu, sedang dilakukan pertandingan sepakbola yang mempertaruhkan nama bangsa dan Negara, dimana menyangkut martabat atau harga diri suatu bangsa. Tetapi karena ulah pemain Italia yang dianggap “keterlaluan” dan sangat menyinggung perasaannya, Zidane sampai rela melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji, mengorbankan martabat dan harga diri bangsanya. Orang sekaliber Zidane sampai bertindak demikian, tentulah bukan sekedar ingin mencari perhatian, kalau bukan ada satu hal yang membuatnya bertindak demikian. Harga diri dan kehormatan bangsa dikorbankan karena ternyata ada yang lebih berharga yaitu kehormatan dan rasa kemanusiaan yang terinjak-injak karena perkataan dari pemain sepakbola Italia tadi. Ketika akhirnya FIFA menjatuhkan sanksi kepada Zidane dan membebaskan pemain sepakbola Italia dari kesalahan yang diperbuatnya, nama Zidnae semakin harum dan orang semakin respek dengan apa yang dilakukannya. Sementara pemain sepakbola Italia tidak terdengar lagi kabar beritanya. Ini membuktikan, Tindakan yang dilakukan Zidane bukan suatu kesalahan fatal. Walaupun akhirnya Italia menjadi juara, tetapi menjadi cacat, karena ulah seorang pemain sepakbolanya.

Walaupun kasusnya agak berbeda, tetapi peristiwa pertandingan final sepakbola AFF antara Indonesia melawan Malaysia 26 Desember lalu di Bukit Jalil Malaysia, mempunyai kemiripan dalam hal adu ketangkasan menggocek si kulit bundar, yaitu mempertaruhkan nama bangsa dan Negara.Tetapi rupanya bagi para suporter Malaysia, kemenangan menjadi tujuan utama sehingga tidak segan-segan untuk melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji, yang belum pernah dilakukan para suporter di seluruh dunia, dengan menyorotkan sinar laser kepada Markus kiper kesebelasan Indonesia. Di Fesbuk dan twiter konon katanya, saat suporter Indonesia meninggalkan stadion, para suporter Malaysia melemparinya dan mencaci maki dengan kata-kata kotor. Setelah peristiwa kekalahan kekalahan itu, Indonesia yang akan menjadi tempat terakhir final AFF akan berlangsung 29 Desember, mulai dari pimpinan Negara hingga aparat keamanan sudah mewanti-wanti kepada para penonton untuk tidak melakukan tindakan seperti yang terjadi di Bukit Jalil. Begitulah seharusnya sebagai bangsa yang bermartabat, kalah dan menang bukanlah menjadi tujuan utama. Menjaga harga diri bangsa satu hal yang paling utama. Lihatlah bagaimana Pemerintah Malaysia sampai saat terakhir sebelum berlaga tanggal 29 Desember, tak ada pernyataan penyesalan ataupun permintaan maaf tentang peristiwa yang terjadi di Bukit Jalil. Begitukah sikap dan tindakan sebagai bangsa yang bermartabat?

December 27, 2010

Karisma yang Hilang

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:11 pm

Bukan! Bukan perkara Tim sepakbola Indonesia yang dikalahkan Malaysia 3-0 sehingga hilanglah karisma kesebelasan Indonesia yang selama ini selalu menjadi kebanggaan karena dalam pertandingan sepakbola AFF selalu meraih kemenangan. Karisma disini adalah nama seorang mahasiswa angkatan 2010 Departemen Biologi Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) yang raib (menghilang) sejak tanggal 16 Desember 2010.

Informasi ini didapat saat ke Gedung Biru (kantor PLK/Satpam) senin sore (27/12) sewaktu melapor kehilangan kartu ATM Bank BNI. Di kantor Satpam itu terpampang poster dengan gambar seorang gadis berambut panjang dengan disertai identitas dirinya, kepada yang menemukannya akan diberikan imbalan yang memadai. Sebelumnya memang pernah mendengar pembicaraan di kalangan mahasiswa yang menyatakan saat ini para mahasiswa UI menjadi incaran dari para penghipnotis saat pulang kuliah malam hari di angkutan umum. Diajak berputar-putar dulu sebelum “dipreteli” harta benda seperti uang, hp dan lainnya. Ada seorang tua mahasiswa yang menitipkan pesan untuk para petinggi UI, supaya waspada terhadap modus penculikan para mahasiswa UI.

Karisma ini anak Surabaya, tinggal di tempat kos-kosan sekitar Kutek (Kukusan dekat Fakultas Teknik). Teman-teman kosnya tidak ada yang tahu kemana Karisma pergi. Kakak Karisma dari Surabaya pernah mendatangi tempat kosannya Karisma, tetapi tidak mendapatkan informasi dimana keberadaan adiknya. Kepala Satpam UI juga telah menyisir hutan kota di kampus Depok, tetapi tidak menemukan sesosok mayat atau tercium bau bangkai. Menurut Kepala Satpam Kampus Depok, diduga Karisma ikut kelompok Islam Eksklusif semacam NII (Negara Islam Indonesia) yang biasanya merekrut para anggotanya dari kalangan mahasiswa yang berotak cemerlang tetapi pengetahuan agamanya tidak terlampau mendalam. Dari pengalaman orang-orang yang ikut kelompok ini, mereka ‘dicuci otaknya’ sedemikian rupa, sehingga hanya tunduk pada perintah ketua kelompoknya.

Inilah barangkali satu pesan yang jelas bagi para orang tua, untuk selalu menjaga dan mengawasi anak-anaknya, bukan saja dari pengaruh narkoba/nafza dan pergaulan negatif, tetapi juga pengaruh dari kelompok yang menamakan dirinya Islam eksklusif tetapi ternyata hanya sebagai kedok saja.

Refleksi Akhir Tahun MUI

Filed under: Uncategorized — rani @ 3:56 pm

Mesjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (MUI UI) menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Refleksi Akhir Tahun” pada hari Selasa (28/12) pada pukul 09.00 – 12.00 WIB di Mesjid UI Kampus Depok, dengan mengundang Ustadz “Aa Gym” Abdullah Gymnastiar. Ini kali kedua Aa Gym menginjakkan kaki di Kampus Depok. Kunjungan pertama terjadi pada tanggal 31 Maret 2004, waktu itu berceramah di Balairung dengan dihadiri warga UI dan juga masyarakat umum.

Kehadiran Da’i/penceramah pesohor ke Kampus Depok untuk memberikan ceramah/tausiah, sudah menjadi suatu hal yang biasa, baik yang dilakukan pusat administrasi universitas maupun fakultas atau lembaga/unit kegiatan mahasiswa di Kampus. Kegiatan ini membuat suasana kampus menjadi “hangat” dan dinamis, serta ada suasana lain dalam lingkungan kampus, yang biasanya disibukkan dengan kegiatan rutinitas akademis dalam disiplin mono atau lintas disiplin ilmu.

Tahun 2007 pun saat UI melangsungkan acara halal-bihalal warga UI, untuk pertama kalinya UI juga mengundang pesohor yang bergerak di bidang pelatihan ESQ Ary Ginanjar. Setelah itu, beberapa petinggi UI mengikuti kegiatan pelatihan ESQ dan kemudian diikuti pula dengan pelatihan ESQ bagi mahasiswa baru UI.Sudah dua angkatan para mahasiswa baru UI mendapat pelatihan ESQ. Walaupun kegiatan ini berupa memompa motivasi peserta, tetapi dasar-dasar yang diberikan penceramah bertitik tolak dari pengejawantahan ajaran agama Apakah secara signifikan pelatihan ESQ dapat meningkatan prestasi akademik mahasiswa? Barangkali perlu dievaluasi dengan seksama sebagai suatu refleksi di akhir tahun.

Apa yang akan menjadi pokok pembicaraan Aa Gym dalam ceramah besok, tetap menjadi suatu hal yang menarik. Paling tidak wawasan dan pengalamannya sebagai da’i kondang pastilah mempunyai ‘terobosan’ baru yang dapat dipetik hikmahnya .

December 25, 2010

Makan Memakan, Apa Maknanya?

Filed under: Uncategorized — rani @ 3:31 pm

Empat hari berturut-turut terakhir ini, sempat menikmati makan siang di berbagai tempat yang berbeda dan dalam situasi yang berbeda-beda pula. Tentunya juga mendatangkan kelezatan dan kenikmatan tersendiri yang berbeda pula. Tetapi ada satu hal yang sama, kalau tidak bisa menahan diri, penyakit membayangi dan mengintai kita.

Hari Rabu (22/12) bersama sepuluhan orang staf kantor Komunikasi UI berkesempatan makan siang di Hotel Shangrila Jakarta. Segala macam makanan disediakan mulai dari makanan tradisonal hingga menu internasional. Ada makanan sayuran, buah-buahan hingga berbagai macam kueh yang lekert hingga aneka es krim. Semuanya bisa dinikmati dan tidak ada batasnya, asal perut bisa menampungnya. Cara penyajian dan memasaknya mengundang dan merangsang selera dan juga mata yang memandangnya. Kecenderungannya kalau tersedia berbagai makanan selalu ingin mencoba semuanya

Hari Kamis (23/12) di FMIPA UI dilakukan peletakan batu pertama gedung Laboratorium serbaguna sumbangan dari Pertamina yang dihadiri wakil Menteri Pendidikan Nasional, Pimpinan Pertamina, Pimpinan UI dan tamu undangan lainnya. Para tamu disuguhi makanan yang disajikan catering nomor satu di UI. Menu makannya ada nasi tumpeng kuning lengkap, mie kangkung, Steak, macaroni, salad sayuran dicampur buah-buahan dan keju. buah-buahan jeruk, salak, lengkeng dan minuman dingin.

Hari Jum’at (24/12) makan di daerah yang berjarak 60 kilometer kea rah selatan kota Cianjur. Menu makan siang yang disajikan, nasi putih yang baru saja dipanen dari sawah, ikan asin tawes, sop ayam kampung, sambel terasi mentah, lalapannya daun putat. Dimakan sambil duduk sila dengan mamakai tangan.

Hari Sabtu (25/12), makan pagi menjelang siang di Ciloto Puncak, dengan menu makan nasi timbel (nasi yang dibungkus daun pisang berbentuk panjang bulat) dengan sate Maranggi (sate daging sapi) yang dibeli di dekat Istana Presiden di Cipanas, dimakan beramai-ramai bersama mertua dan adik-adik ipar. Sate ini sudah cukup dikenal masyarakat dan selalu menjadi salah satu tujuan dan incaran para pecinta kuliner.

Pengalaman makan di empat tempat yang berbeda itu memberikan makna tersendiri dengan nuansa dan kenikmatan yang berbeda pula. Alhamdulillah masih bisa menikmati berbagai macam makanan tersebut dalam keadaan sehat walafiat bersama dengan teman-teman, kolega dan keluarga. Penulis menyadari suatu saat nanti, tidak akan bisa lagi menikmati makanan seperti yang dialami kemarin itu. Seperti kejadian yang menimpa teman yang sama-sama makan siang di Hotel Shangrila kemarin itu. Kita makan-makan bersuka ria seperti tak ada kesusahan apa-apa. Besok paginya setelah makan siang itu, dia tidak bisa lagi makan bersama-sama dengan suami tercintanya, karena ternyata hari Kamis jam 02.00, suaminya meninggal tanpa ada gejala sakit sebelumnya. Hanya sebelumnya hanya terdengar sesak nafas tersengal-sengal, setelah itu diam. Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi roojiuun. Sesungguhnya kita ini berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya jua.

December 23, 2010

UU KIP Membayangi UI

Filed under: Uncategorized — rani @ 2:02 pm

Minggu lalu, Universitas Indonesia (UI) baru saja kedatangan seorang anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) yang disertai dengan beberapa wartawan yang meminta beberapa informasi yang menyangkut dengan pembayaran SPP yang dibebankan kepada mahasiswa, karena adanya laporan pengaduan masyarakat terkait dengan tidak transparannya perhitungan dan penetapan Student Unit Cost (SUC) bagi mahasiswa. Apa yang dilakukan ICW ini merupakan bagian dari pelaksanaan UU No.14 tahun 2008 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik).

Ada pun yang diminta ICW dari UI yaitu hal yang berkaitan dengan data dan dokumen, UU, PP Permendiknas, Permenkeu, Surat Edaran Menteri, SK Rektor yang digunakan sebagai pertimbangan dalam menetapkan besaran operasional pendidikan dan subsidi setiap jalur masuk.

Kasus ini merupakan babak baru di lingkungan UI, dimana “orang luar” meminta informasi tentang masalah keuangan, yang bagi penyelenggara administrasi keuangan UI dianggap rahasia yang tidak semua orang bisa mengetahuinya termasuk orang dalam UI sendiri. Mungkin karena belum ada kejelasan bagi para pengambil kebijakan di UI mana yang boleh diketahui publik dan mana yang tidak boleh.

Kepala Humas UI yang terdahulu (Henny Widyaningsih), setelah tidak menjabat dan aktif di lembaga yang berkaitan dengan sosialisasi UU KIP pernah mengingatkan, suatu saat nanti UI akan menghadapi gugatan ketidakpuasan dari masyarakat. Di dalam UU KIP tersebut disebutkan setiap lembaga diharuskan untuk memberikan respon terhadap gugatan/keberatan dari masyarakat dan akan terkena sanksi hukum kalau tidak merespon gugatan tersebut.

December 22, 2010

FKG 50 Tahun

Filed under: Uncategorized — rani @ 12:20 am

Hari kemarin (21/12) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) mengadakan syukuran sudah berusia 50 tahun. Selain warga FKG hadir pula Rektor UI Prof. Gumilar Rusliwa Somantri. Sayang penulis tidak bisa hadir. Banyak kenangan yang penulis alami bersama dengan warga FKG UI yang tidak bisa terlupakan begitu saja. Rasanya dahulu begitu dekat dan akrab, boleh dikatakan sudah menjadi “fakultas kedua” setelah FISIP. Kalau ada kegiatan di Kampus Salemba, pasti akan mampir ke FKG, khususnya ke Bagian/Departemen Kesehatan Masyarakat.

Dulu sekali, sewaktu mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, ada tiga pilihan yang harus dicantumkan dalam formulir pendaftaran. Salah satu diantaranya FKG. Selain karena ada famili yang menjadi dosen, juga karena ada seseorang yang “diincar” sejak masih sama-sama ikut bimbingan tes di SKALB. Tetapi rupanya garis tangan menentukan harus kuliah di Kampus Rawamangun. Namun demikian, toh tetap saja hati ‘terpaut’ di Kampus Salemba.

Pertama kali terjun ikut kegiatan FKG, diajak Dr.drg.Armasastra Bahar, untuk mendokumentasikan kegiatan pencarian dana untuk satu kegiatan. Waktu itu (1985) FKG UI menggelar acara “Malam Cinta Produksi Dalam Negeri” yang berlangsung di Hotel Borobudur. Acara yang digelar berupa Fashion Show yang diperagakan peragawan dan peragawati terkenal ibukota. Waktu itu mudah saja mengajak peragawati Ibukota karena ada Atiek Sinuko alumni FKG yang berprofesi sebagai model. Sejak saat itu, penulis selalu diikutkan dalam berbagai kegiatan di FKG, diantaranya mengikuti Kongres Persatuan Dokter Gigi Seluruh Indonesia (PDGI) di Medan.

Di bidang pengabdian masyarakat, ikut juga kegiatan penyuluhan gigi di berbagai daerah di wilayah Serpong (ketika BSD masih berupa hutan Karet). Waktu itu Dekan FKG yang dijabat Prof.S.W. Prayitno, oleh seorang guru sekolah di Serpong disebutnya sebagai “Budekan”. Dalam kesempatan lain pernah juga mengikuti kegiatan penelitian yang dilakukan para mahasiswa FKG UI di Serpong juga. Menginap di Wisma Astra, bangunan dan lahan milik UI sumbangan dari Yayasan Astra Internasional (kini menjadi kompleks puskesmas Kecamatan Serpong dekat pasar Serpong). Dosen pembimbingnya Dr.Drg. Julia Maria agak nyentrik dan cenderung sedikit “mbeling”. Pagi hingga siang melakukan kegiatan penelitian. Malam harinya, para mahasiswa diajak nonton film di bioskop misbar yang letaknya tidak jauh dari Pasar Serpong. Disitulah kita bisa melihat kehidupan nyata masyarakat Serpong waktu itu.

Satu saat FKG akan mengadakan bakti sosial di daerah Sumatera yang memakan waktu cukup lama. Penulis mendapat tugas mendokumentasikan kegiatan tersebut. Tetapi sayang tidak bisa ikut, karena ‘bertabrakan’ dengan kegiatan untuk segera menyelesaikan skripsi. Akhirnya penulis meminta bantuan seorang teman yang kuliah di Fakultas Hukum (kini dia seorang diplomat) untuk menggantikan posisi penulis. Akhirnya dia menyanggupinya dan pimpinan rombongan bakti Sosial FKG pun menyetujui penggantian tersebut. Pulang dari kegiatan bakti sosial, ternyata ada dua hati yang bertaut, yang kemudian dikekalkan dalam ikatan tali perkawinan. Itulah barangkali “garis tangan”. Apakah kalau penulis ikut kegiatan bakti sosial FKG tersebut bisa mendapatkan “pelabuhan hati”? Wallahualam bisawab.

December 20, 2010

FMIPA dari Dulu Hingga Kini

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:17 am

Ini hanya sekedar pandangan subyektif, yang bisa jadi terlalu sangat subyektif sehingga tidak punya nilai apa-apa. Tetapi paling tidak bagi penulis menjadi sarana untuk mengeluarkan segala apa yang ada dalam pikiran yang selama ini membebani pikiran. Siapa tahu bisa menginspirasi orang lain untuk juga membagi pengalamannya yang berkaitan dengan FMIPA. Mohon maaf, tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan seseorang atau lembaga, semata-mata untuk mencurahkan apa yang penulis ketahui.

Sebelum menjadi anggota sivitas akademika UI, pernah terbetik kabar di media massa, seorang mahasiswa MIPA dan juga aktivis mesjdi UI melakukan percobaan “pembuatan bom” di dalam lingkungan mesjid. Tentu saja ini sangat “menghebohkan” dan menarik perhatian dari aparat pemerintahan Rezim Orde Baru, yang saat itu memang sangat “berkuasa sekali”. Di kalangan warga FMIPA sendiri sampai saat ini tidak pernah terdengar pembicaraan mengenai kasus ini. Kini aktivis si “pembuat bom” itu saat ini giat melakukan da’wah dan lebih suka memakai KH di depan namanya, seperti yang terlihat di dalam blognya.

Lain lagi dengan salah seorang alumni FMIPA yang dulu aktif pula di lingkungan mesjid ARH. Sewaktu masih di kampus pernah membuat jam digital raksasa yang dipasang di atas gedung Rektorat Kampus Salemba. Beberapa puluh tahun kemudian ketika bertemu dia menceritakan pengalamannya selama bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak pernah diceritakan kepada media manapun. Kini dia menjadi staf ahli Menristek, yang dulunya juga aktif sebagai pengelola perpustakaan mesjid ARH Kampus Salemba.

Beberapa waktu lalu sempat bertemu dengan salah seorang alumni Biologi FMIPA. Beberapa tahun lalu sempat ketemu dia sedang aktif melakukan promosi kegiatan salah satu pusat belanja di Depok, jauh sekali dari bidang ilmunya yang selama di kampus ditekuninya. Kemarin bertemu dan bercerita tentang pekerjaannya yang baru di lembaga yang mengkaji mengenai perilaku seksualitas di kalangan masyarakat. Lembaga tersebut justru berada di lingkungan ilmu sosial dan ilmu politik. Dia merasa bisa mengembangkan dirinya ketimbang harus aktif di lingkungan fakultasnya.

Suatu waktu pernah menghadiri acara pengukuhan Guru Besar FMIPA. Luar biasa karangan bunga ucapan selamat dari berbagai instansi yang ada di halaman gedung dimana acara pengukuhan dilakukan. Usianya masih terbilang muda, tapi di luar UI namanya cukup dikenal sebagai seoran ilmuwan yang handal. Waktu ditanya apa kiat-kiatnya, dia mengatakan sejak lulus dia selalu aktif melakukan kegiatan yang berkaitan dengan bidang ilmunya, tidak saja di lingkunan kampus tetapi juga di luar kampus. Keahliannya banyak dimanfaatkan institusi pemerintahan dan swasta, sehingga mempunyai hubungan yang luas dengan berbagai orang dari berbagai lembaga. Hingga kini dia sehabis memberikan kuliah masih menyempatkan diri untuk menulis. Tidak jarang dia pulang ke rumah larut malam.

Penulis punya kenalan seorang ahli teori fisika, dosen di FMIPA. Seorang yang sangat menyintai bidang ilmunya dan loyal dengan ke-PNS-annya. Dalam satu kesempatan pemberian Satya Lencana, dia merasa bangga difoto dengan memegang piagam dan lencana yang terpasang di dadanya. Tulisan dalam jurnal ilmiah internasionalnya luar biasa banyaknya, seperti yang diakui Dekan FMIPA. Peringkat UI di tingkat dunia salah satunya ditopang karena publikasi ilmiahnya.

Ada lagi dosen FMIPA yang lebih banyak menekuni bidang ilmunya secara aplikatif. Dia mengembangkan satu jenis minuman dan mematenkannya proses pembuatan minuman tersebut. Puluhan tahun dia melakukan penelitiannya hingga akhirnya dia merasa harus dikembangkannya dalam skala industri yang cukup besar. Tetapi kemudian akhirnya dia “terperosok” dan tertipu oleh orang yang mengaku sebagai pengusaha. Pelajaran yang palling berharga dari pengalaman itu, jangan sekali-kali seorang ilmuwan/peneliti ikut terjun dalam dunia bisnis. Dua hal yang sangat bertentangan, tidak bisa dipersatukan. Ada lagi seorang teman asrama yang menjadi dosen FMIPA. Ketika di masyarakat sedang tren tentang nano-teknologi dan ada lembaga swasta di Indonesia yang mengembangkan teknologi tersebut, maka dia pun ikut bergabung.

Pada tahun 2000-an, dalam beberapa kali wisuda, lulusan FMIPA UI selalu diumumkan memegang peringkat memperoleh IPK tertinggi dengan nilai sempurna (4). Sejak tiga tahun terakhir ini, FMIPA UI juga memelopori dan menjadi panitia Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi dengan sponsor PERTAMINA. Suatu terobosan baru mengajak masyarakat untuk menyintai bidang ilmu pengetahuan alam. Tahun ini juga FMIPA mendapat bantuan peralatan laboratoriun senilai 5 Milyar rupiah dari Pertamina. Dan tahun ini pula FMIPA UI membuka program studi (S2) Herbal/obat-obatan alami.