November 9, 2010

antara Menyelamatkan dan Penyelamatan

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:25 am

Di Yogya gara-gara “ulah” Gunung Merapi para mahasiswa Universitas ajah Mada diliburkan untuk waktu yang belum dapat ditentukan. Di Kampus UI Depok pada tanggal 10 november yang akan kedatangan Obama kegiatan kampus dihentikan. Jangan coba-coba menginjakkan kaki di kampus kalau tidak punya undangan dan tanda pengenal yang dikeluarkan Kedutaa Besar Amerika Serikat. Itupun harus datang sebelum jam 7 pagi. Inilah ironi, antara menyelematkan diri dari bencana alam dengan “penyelamatan” seseorang dari ancaman orang lain.

Di yogya pasukan kopassus bersama elemen masyarakat bahu membahu menyelamatkan rakyat dari amukan merapi dan bahkan dengan resiko nyawa sendiri terancam. Di Depok paspamres bersama polisi dan keamanan Amerika Serikat bahu membahu menjaga keamanan dan kelancaran suatu acara demi martabat dan kehormatan negara adidaya. Dua-duanya sama menyelamatkan nyawa, yang satu nyawa orang-orang biasa yang satu lagi nyawa seorang yang memimpin sebuah negara besar. Padahal, kalau sudah “sampai” waktunya, apakah nyawa orang biasa atau pun orang terkenal dan berpengaruh, tiada seorang pun yang bisa menghindar atau menolak walau dengan penjagaan seketat apapun.

Betapa kita senantiasa dibayangi dengan ketakutan yang kita buat sendiri. Kita merasa selalu berpikir dan bertindak benar. Tetapi tidak pernah berpikir bahwa tindakan dan pikiran kita sendirilah yang menyebabkan kesukaran pada diri sendiri. O…, tidak bisa begitu, berjaga-jaga dari berbagai hal yang tidak diinginkan perlu dilakukan. Oke, silahkan berpegang teguh pada pendapat sendiri, tapi ya..jangan sampai menyebabkan orang lain kesusahan atau berprasangka buruk dan menzalimi orang lain.

Seorang teman di milis memberikan komentar yang baik sekali untuk kita renungkan. “Kadang kita cepat sekali melihat sesuatu dari segi negatif/buruknya, malahan energi seperti itu yang tersedot mendekati kita. Andai kita lebih banyak melihat sesuatu dari segi positifnya, mungkin hidup bisa jauh lebih menyenangkan”.

Kampus Depok yang Lengang

Filed under: Uncategorized — rani @ 7:56 am

Hari ini (09/11) sekitar pukul 07.10 WIB masuk kampus UI Depok lewat pintu utama terasa lengang sekali, tidak terlihat kendaraan masuk kampus berbondong-bondong. Tidak ada pemeriksaan dari pihak keamanan. Melewati stasiun UI, hanya terlihat seorang wanita menyebrangi jalan menuju ke arah FISIP/Fpsikologi. Pihak keamanan pun tidak terlihat batang hidungnya. Banyak ojeg yang mangkal dekat gedung biru, tapi tidak terlihat warga kampus yang memanfaatkannya. (Mereka tidak tahu kalau hari ini kampus UI diliburkan).

Dari gedung biru belok ke arah balairung tidak ada pembatas atau penjaga sama sekali. Melewati balairung pun terasa lengang. DI sisi balairung sebelah danau tampak bangunan baru tenda-tenda berjejer. Pagar besi yang kemarin sempat malang melintang tidak karuan, sekarang terlihat rapih dan sudah ditutupi tirai hitam. Jalan ke arah Gedung Rektorat mudah dilalui, karena pagar besi tidak melintang di jalanan.

Hari ini sebetulnya ada penandatanganan kerjasama UI dengan Korea pukul 10 WIB. Tetapi di Rektorat sendiri para pegawai tidak masuk kantor, hanya ada beberapa satpam. Di tengah jalan berpapasan dengan Direktur SDM UI Dr. Herr Suryantoro, baru keluar kantor, mungkin akan ke Fakultas Teknik dimana dia biasa mengajar. Saat akan mengambil kunci ruangan, seorang petugas satpam mengatakan supaya ruangan tetap terbuka dan tidak dikunci, supaya memudahkan pemeriksaan pihak Paspamres.

Waktu menulis berita ini, tiba-tiba ada sms, rapat jam 10 WIB ini, untuk menentukan pengambilan gambar acara besok yang akan menjadi momen sejarah UI yang penting untuk masa mendatang.

November 8, 2010

Antara Sepelemparan Sepatu dan Sepelemparan Batu

Filed under: Uncategorized — rani @ 12:48 pm

Akhirnya Balairung dipilih menjadi tempat Presiden Barack Hussein Obama untuk berpidato di hadapan para mahasiswa dan undangan yang diperkirakan dipenuhi 5000 orang. Undangan sudah disebar, ada duaribu mahasiswa UI yang diundang. Kewenangan siapa saja yang diundang dan boleh hadir ada di tangan pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat. Kantor Humas UI saja tidak diundang dan tidak dilibatkan.

Gedung Balairung ditata sedemikian rupa sehingga aman untuk berpidato. Ada jarak antara panggung tempat pidato dengan undangan di bawah panggung. Kira-kira kalau orang melemparkan sepatu atau batu dari tempat duduk di bawah panggung tidak sampai kepada orang yang berpidato di panggung. Ini mengingatkan kepada peristiwa Presiden George W Bush sewaktu berpidato di salah satu negera, dilempari sepatu oleh seorang undangan. Batu atau kerikil bisa saja dibawa oleh undangan (mahasiswa) yang bisa disimpan di bawah sepatu atau disaku baju, meniru gerakan intifadha di Palestina yang melawan tentara Israel yang bersenjata lengkap dengan lemparan batu. Tetapi tadi pagi melihat ada spanduk ajakan kepada para mahasiswa UI dari yang mengatasnamakan BEM UI untuk mengenakan jaket almamater dan ditunggu di jalan, untuk “menguningkan” Jakarta jilid II pada tanggal 10 November.

Sudah ada empat panser, mobil pemadam kebakaran dan ambulance pemda Depok dan tampak pasukan paspamres melakukan pemeriksaan sekeliling gedung Balairung. Di sisi kanan balairung ada enam jenset berkapasitas 200 – 400 KVA tersedia untuk mensuplai kebutuhan energi di Balairung.

Aktivitas di berbagai fakultas masih ada kegiatan belajar. Bank-bank di dalam kampus masih aktif melayani nasabah. Sementara di Pusat adminstrasi Universitas, ada surat edaran dari Direktorat SDM, yang ditafsirkan oleh kebanyakan pegawai hari senin hingga hari rabu, boleh datang (terlambat) dan boleh tidak, tidak mengurangi absensi bulanan. Siang menjelang jam 13.00 WIB para pegawai sudah ada yang meninggalkan kantor. Esok hari entahlah, apakah masih dibolehkan orang lewat ke balairung.

Kampus UI Depok Mulai dijaga ketat

Filed under: Uncategorized — rani @ 8:26 am

Tadi pagi (08/11) ketika mau masuk ke Kampus Depok, beberapa pintu yan biasanya dipakai untuk jalan jalan motor ditutup dan hanya bisa masuk dari pintu jalan utama. Terilhat petugas polisi dan tentara yang menyandang senjata. Bagi pejalan kaki masih bisa melalui stasiun UI atau stasiun pondok Cina. Tapi jangan harap ada bis kuning atau motor ojek yang berkeliling. Sekitar gedung rektorat atau pusat admnistrasi sudah mulai dipasang pagar besi. Karena itu, berangkatlah agak lebih pagi dan siap-siap untuk jalan kaki .

Sejak minggu lalu memang tersebar kabar kegiatan di kampus Depok diliburkan menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat. Tetapi tadi pagi bertemu dengan seorang pegawai dari Direktorat Sumberdaya manusia UI, tidak ada pengumuman resmi dari pimpinan UI untuk libur. Beberapa fakultas masih banyak kegiatan yang dilakukan pada minggu ini. Diantaranya fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) menyelenggarakan Festival UI dari tanggal 3 November hingga 13 November. Di Balairung tampaknya menjadi pusat “komando”, terpasang tenda dan beberapa kendaraan panser. Juga ada pagar besi terpasang. dan Di depan stasiun UI terpampang spanduk (dari salah satu organisasi mahasiswa) himbauan kepada para mahasiswa UI memakai jaket kuning pada tanggal 10 november, yang akan menggelar acara pemberian tanda kepahlawanan kepada yang telah berjasa terhadap lingkungan sekitar kampus.

Kedatangan Presiden Barack Hussein Obama ke UI tanggal 10 November, memang “dihantui” penolakan dari beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa. Di luar kampus Depok misalnya, ada spanduk yang menolak kedatangan Obama. Ada kata-kata “Amerika Untung, Indonesia Buntung”. Di kalangan mahasiswa UI pun ada kelompok mahasiswa senada dengan elemen masyarakat “tolak Obama”. Di tengah-tengah suasana seperti itu, Direktur Kemahasiswaan UI sedang melaksanakan ibadah haji, yang memang sudah direncanakan jauh hari.

November 5, 2010

Yogya yang Tenang, Merapi Meradang dan Rakyat Mengerang

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:34 am

Menyimak dan mencermati (Menyermati?) pemberitaan tentang Merapi, membuat hati terasa luluh lantak. Suasana Yogya yang tenang berubah saat Merapi meradang, debu, kerikil dan awan panas menerjang, rakyat pun mengerang dan terpanggang.

Dari berbagai peristiwa bencana alam yang melanda, didapat beberapa pola, yang secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut. Pertama tsunami yang menerjang dalam sekejap menyapu segala sesuatu yang ada di permukaan tanah dan selang waktu tertentu kemudian disusul lagi dengan tsunami berikutnya, tetapi dalam skala yang tidak terlalu besar. Kedua, gempa bumi yang terjadi dalam sekejap atau terus berulang diikuti dengan gempa berikutnya, sasaran gempa adalah bangunan yang ada di atas permukaan tanah. Ketiga, bencana alam banjir yang terjadi dalam kurun waktu tertentu menyapu segala sesuatu yang ada di atas permukaan tanah dan beberapa waktu kemudian sudah surut kembali. Sedangkan keempat, letusan gunung berapi, yang bisa terjadi terus menerus. Selain memuntahkan lahar dingin dan lahar panas, juga menyemburkan bebatuan dan debu ke berbagai arah. Sasaran yang dituju segala sesuatu yang ada di atas permukaan tanah, arah datang bencana dari atas sangat dipengaruhi kemana arah angin bertiup. Kapan datangnya bencana tersebut, tidak dapat diketahui secara pasti dan hanya dapat diperkirakan dengan cara menduga-duga. Hanya seperti itulah kemampuan manusia untuk memprediksi bencana alam.

Karena itulah maka kita sebagai makhluk yang menjadi bagian dari alam, selain berusaha menanggulangi bencana alam dengan memprediksi kemungkinan bencana alam yang terjadi secara ilmiah, juga tidak lupa senantiasa untuk meminta pertolongan kepada yang membuat alam dan seisinya, karena kita yakin segala musibah yang menimpa merupakan suatu ujian dari Yang Maha Kuasa dan selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa yang terjadi. Diyakini dengan bersikap seperti ini akan membuat kita menjadi kuat dalam menghadapi bencana dan musibah. Dengan keyakinan seperti ini pula kita tidak terlalu bersedih ketika menghadapi kenyataan kehilangan jiwa dan harta benda.Karena semuanya hanya sekedar titipan saja. Bahkan kita hidup di dunia ini hanya sekedar istirahat sesaat. Semua akan kembali kepadaNya jua.

Setelah kita mengetahui wilayah Indonesia rawan terhadap bencana yang disebutkan di atas, maka sebaiknya kita selalu waspada jika sewaktu-waktu bencana tersebut datang. Tampaknya memang perlu memberikan kesadaran kepada masyarakat, tanah air yang kita cintai ini selain dianugerahi dengan kesuburan dan kelimpahan sumber daya alam yang tidak dipunyai oleh bangsa lain, dibalik itu ada bahaya bencana alam mengancam seperti yang disebutkan di atas. Selain itu, sebagai ungkapan atau kesadaran akan datangnya bencana alam dan memupuk kesetiakawanan, perlu digalakkan tabungan bencana alam. Sisihkan sebagian dari harta kita untuk menanggulangi bencana alam, tidak usah harus menunggu adanya dompet bencana alam yang biasa dilakukan oleh lembaga tertentu. Jangan lupa juga untuk menyisihkan darah kita, karena darah sangat diperlukan bagi korban bencana alam, tidak bisa tergantikan oleh harta dan benda apa pun. Karena ternyata dalam situasi darurat seperti sekarang ini Palang Merah Indonesia (PMI) selalu kekurangan darah.

November 4, 2010

Siapa Menabur Angin Siapa Menuai Badai?

Filed under: Uncategorized — rani @ 3:00 pm

Masih ingatkah peristiwa yang terjadi akhir tahun 2008, saat Presiden Amerika Serikat George Walker Bush Junior berpidato dalam suatu kunjungan ke suatu negara, dilempari sepatu oleh salah seorang pendengarnya? Peristiwa langka yang mempermalukan kepala negara adidaya ini suatu pelajaran berharga, terutama bagi pihak keamanan. Walaupun kepala Negara sudah berganti dan kebijakan pun lebih manusiawi, tetapi tetap saja (sebagian orang) masih berpandangan negatif terhadap sepak terjang Negara adidaya tersebut.

Usai perang dingin antara blok Timur (Uni Sovyet dan kawan-kawan) dengan blok Barat (Amerika Serikat dan sekutunya) kemudian disusul dengan keruntuhan rezim komunis (Uni Sovyet dan Negara blok Timur lainnya), menjadikan Amerika Serikat menjadi pemain tunggal dalam percaturan politik dunia sekaligus bertindak sebagai polisi dunia. Intervensi di Kabul dan Irak serta penangkapan orang-orang yang dianggap sebagai teroris dan dipenjarakan di suatu tempat khusus, memunculkan antipati di kalangan sebagian orang Islam di berbagai negara. Di Indonesia timbul peristiwa Bom Bali I dan Bom Bali II. Kemudian ketika George W. Bush lengser dan digantikan Barack Obama, terjadi perubahan kebijakan seperti yang dapat disimak pada pidatonya saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Negara Mesir. Namun rupanya tidak mudah memang mengubah citra yang sudah tertanam dalam dalam pikiran orang. Memerlukan waktu dan bukti nyata dengan berbagai kebijakan yang dapat dirasakan dan tidak menyudutkan golongan Islam sebagai teroris.

Kehadiran Presiden Barack Obama ke Indonesia saat ini sudah dua kali mengalami pembatalan, karena terkait dengan peristiwa yang terjadi di dalam Negara Amerika Seriktat sendiri. Kalau tidak ada aral melintang, kehadirannya kali ini pada tanggal 9 – 10 November akan diisi dengan beberapa kegiatan. Salah satu diantaranya akan bicara di Universitas Indonesia, yang memang sudah dirancang jauh-jauh hari. Kehadirannya dibayang-bayangi akan adanya demo anti Amerika di kalangan sebagian orang Indonesia. Mungkin ada juga sebagian mahasiswa. Uji coba dalam skala kecil yaitu saat Menteri Perdagangan dan Duta Besar Amerika Serikat baru-baru bicara dan melakukan orasi di UI, ternyata tidak menimbulkan kegaduhan atau demo anti Amerika. Bahkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para mahasiswa tidak bernada keras. Kecil juga kemungkinan akan adanya demo anti Amerika seperti demo anti Jepang yang terjadi pada peristiwa Malapetaka limabelas Januari (MALARI) 1974.

Kalau pun terjadi demo anti Amerika atau kegaduhan saat orasi di Kampus UI Depok, harus diterima dengan lapang dada. Karena hal itu merupakan akibat dari kebijakan pemimpin Amerika Serikat terdahulu yang “menabur angin” memojokkan dan mencurigai orang Islam sebagai teroris dan Presiden Barack Hussein Obama yang harus menuai badainya. Padahal Presiden ini pada masa kecilnya pernah merasakan budaya keislaman di Indonesia.

November 3, 2010

Orang tak Dikenal “Berkeliaran” di Kampus

Filed under: Uncategorized — rani @ 6:44 pm

Sejak hari Senin (01/11) di kampus Depok terlihat ‘berkeliaran’ beberapa orang tak dikenal di seputar lapangan rotunda depan gedung Pusat Administrasi Universitas (PAU). Mereka mondar mandir dari gedung Balai Sidang, Balairung hingga ke gedung PAU sambil melihat sekeliling lapangan. Yang lebih mencurigakan lagi, mereka itu bukan mahasiswa apalagi pegawai kampus, melainkan para bule-bule yang tidak bosan-bosannya memeriksa setiap sudut dan bagian dari lapangan, seperti ingin meyakinkan, setiap jengkal lapangan aman dan tidak akan terjadi sesuatu yang mencurigakan. Untungnya warga kampus tidak ada yang peduli dengan apa yang dilakukan orang tak dikenal tersebut, sehingga tidak menjadi tontonan masyarakat.

Selidik punya selidik, ternyata mereka itu orang-orang dari Kedutaa Besar Amerika Serikat, tengah mempersiapkan rencana kedatangan Presiden Barack Obama ke Kampus Depok yang akan melakukan orasi di hadapan banyak orang. Tetapi sampai hari ini (03/11), sebuah sumber yang dekat dengan pimpinan UI menyatakan, kehadiran Presiden AS di Kampus Depok antara jadi dan tidak, belum ada kepastian yang jelas mengenai kehadirannya di Kampus Depok.

Menelaah kembali ke belakang, sungguh suatu perjalanan yang panjang dan melelahkan untuk bisa mendatangkan kehadiran Presiden Obama ke Kampus Depok. Konon katanya, pada saat rencana kehadiran pertama yang batal itu, UI sudah melayangkan surat ke pihak berwenang permohonan supaya Presiden Obama bisa hadir dan melakukan orasi ilmiah. Sudah menjadi komitmen pimpinan UI, secara berkala bisa menghadirkan seorang tokoh dan melakukan orasi dihadapan warga UI. Tetapi ternyata sudah didahului perguruan tinggi negeri lainnya. Sehingga diusulkan pihak Sekretaris Kabinet untuk membuat surat permohonan ulang ke pihak terkait, terutama Kementerian Luar negeri. Maka dilakukanlah persiapan secara intensif antara pemerintah RI dengan pihak Kedubes AS dan selalu melibatkan pihak UI. Tidak mengherankan ketika Dubes AS terdahulu selesai menjalankan tugas dan akan meninggalkan Indonesia, secara khusus mendatangi UI dan berpamitan kepada Rektor UI.

Kalau jadi melakukan orasi, Rencananya Presiden Obama akan berorasi di panggung yang terletak diantara dua pohon langka baobab di sisi kiri gedung PAU dekat dengan gedung Balairung menghadap ke lapangan rotunda yang dipenuhi oleh sekitar 25 ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Untuk menyambut kedatangannya kalau tidak melewati jalan raya, lapangan sepakbola di stadion UI bisa dipakai sebagai helipad, yang pernah dipakaia mendarat helikopter pribadi mantan Ketua MWA UI Mochtar Riady. Atau bisa juga memanfaatkan boulevard yang sudah dibangun di selatan gedung BNI.

Untuk mengamankan lokasi, di kalangan warga UI beredar kabar, kampus akan disterilkan beberapa hari sebelum hari “H”, aktifitas kampus akan dihentikan untuk beberapa saat. Tetapi tidak ada satu pihak pun yang berani menjamin kebenaran kabar ini, tergantung kepada situasi dan kondisi yang berkembang hingga saat kedatangan Presiden Obama. Kemarin berita di salah satu stasiun televisi swasta menyatakan, Presiden AS batal untuk melakukan kunjungan ke SD di Menteng Dalam, dimana dahulu presiden Barack Obama Menuntut ilmu. Begitu juga kabar tentang rencana persatuan para pedagang bakso akan membuat menu khusus masakan bakso, belum ada kepastian apakah Presiden AS akan mencicipinya. Disinilah repotnya, urusan kemanusiaan yang berbenturan dengan kepentingan dan keamanan negara, selalu terkalahkan. Apa boleh buat, itulah realita kehidupan. Selalu ada batas keterbatasan yang membatasinya.

November 2, 2010

Diplomasi Tanaman

Filed under: Uncategorized — rani @ 10:41 pm

Bermula ketika pertama kali datang ke Universitas Indonesia (UI) memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa dari bebagai perguruan tinggi di Jakarta serta diikuti pula para mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya dengan bantuan Global Development Learning Network (GDLN) yang berlangsung Jum’at (29/10). Kemudian rupanya kegiatan berlanjut. Hari ini (02/11) rencananya Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) Untuk Indonesia Scot Marciel akan ke Sukamandi Subang melihat tanaman baobab (ki Tambleg), seperti yang dilihatnya di Kampus Depok.

Dubes AS Scot Marciel Jumat pagi (29/10) memberikan kuliah umum dihadapan 400 mahasiswa yang memadati gedung Balai Sidang kampus Depok. Usai acara, rektro UI Prof.Dr.derSoz Gumilar Rusliwa Somantri mengajak Dubes AS jalan kaki dari gedung Balai Sidang menuju gedung Pusat Administrasi Universitas. Sambil jalan, Rektor UI menjelaskan tentang bangunan perpustakaan yang dalam tahap penyelesaian.Kemudian Rektor UI juga menjelaskan tentang 5 pohon Baobab (ki tambleg) tanaman langka berumur ratusan tahun yang menjadi penghuni baru di kampus Depok.

Rupanya Sang Dubes tertarik dengan tanaman langka tersebut dan berkeinginan untuk melihat tanaman tersebut dalam bentuk aslinya sebelum dipangkas batang dan daunnya di tempat asal tumbuhnya. Dan kebetulan pula di Sukamandi Subang, masih ada satu pohon Baobab yang umurnya paling tua serta pohonnya juga paling besar dibandingkan dengan pohon yang sudah “bermukim” ke kampus Depok.

Rektor UI sejak jaman mahasiswa sudah senang akan tanam-tanaman, karena latar belakangnya dari daerah dan berasal dari keluarga petani. Pada waktu tinggal di Asrama Daksinapati Rawamangun, di jendela kamarnya banyak pot berisi tanaman. Ada satu pohon jeruk ‘bonsai’ yang ditanam dari biji yang disemai sendiri.

Ketika tanaman baobab dipindah ke kampus Depok, banyak yang bependapat tidak akan bisa tumbuh, selain karena usianya yang sudah ratusan tahun, juga habitatnya berbeda. Karena itulah maka, pada waktu tanaman itu dipindah ke kampus Depok,tidak berani untuk mempublikasikannya ke media. Ketika 4 pohon ki tambleg sudah mulai tumbuh pucuk daun, barulah berani untuk mempublikasikannya. Salah seorang yang ‘terjerat’ publikasi tanaman ini adalah Dubes AS.

Pemindahan tanaman langka ini ke kampus, sama sekali tidak membebani UI karena semua biaya ditanggung para alumni dan sponsor yang punya kepedulian terhadap tanaman langka. Manfaat tanaman ini, biji buahnya ini banyak mengandung vitamin C, dan Program Studi Herbal Departemen Farmasi FMIPA UI akan meneliti lebih lanjut manfaat lainnya dari tanaman ini.

November 1, 2010

Kopassus KOk PASS dan bagUS

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:12 am

Media online kompas 31 Oktober 2010 memberitakan tentang seorang sersan kopassus memaksa mengevakuasi seorang nenek dari dusun Palemsari dengan menggendongnya, walaupun sang nenek meronta dan menggigitnya. Material gunung seperti pasir panas meluncur dengan cepat dan terus membuntuti anggota kopassus yang melakukan evakuasi. Ini adalah salah satu contoh bagaimana petugas secara cerdas menyelematkan nyawa manusia sambil juga memperhitungkan keselamatan dirinya sendiri.

Terkadang demi dedikasi terhadap pekerjaan ataupun demi memperturutkan rasa kemanusiaan kita sampai lupa terhadap nyawa sendiri. Seolah-olah pekerjaan dan rasa kemanusiaan itu lebih berharga daripada nyawa. Padahal nyawa itulah harta paling berharga yang diberikan Illahi kepada manusia. Tetapi masyarakat kita tampaknya lebih mengagung-agungkan seseorang yang meninggal dalam melaksanakan tugasnya, apakah itu demi ketaatan terhadap perintah atasan atau demi rasa kemanusiaan, tetapi dengan mengabaikan pemberian yang paling berharga dari Yang Maha Kuasa.

Kita bisa saja berargumen dan saling membantah satu sama saling tentang masalah ini, tetapi mari kita kaji dan renungkan kembali peristiwa yang telah lalu untuk menjadi pembelajaran bagi kita semua. Karena setiap perbuatan yang kita lakukan dan motif-motif apa yang melatarbelakanginya harus dipertanggungjawabkan pada pengadilan Yang Maha Adil, yang tidak bisa dibohongi dan tidak bisa disuap, apalagi digugat.