November 30, 2010

KORPRI..oh..KORPRI

Filed under: Uncategorized — rani @ 9:16 am

Bulan November ini biasanya diperingati hari Ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan tahun inimenginjak yang ke-39 . Beberapa institusi pemerintahan ada yang memperingatinya antara tanggal 25 hingga 29 November dengan berbagai kegiatan seperti upacara bendera, olahraga/gerak jalan dan sebagainya. KORPRI yang lahir tanggal 29 November 1971 mengemban tiga tugas utama yaitu sebagai abdi Negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintahan. Organisasi yang mewadahi para Pegawai Negeri Sipil (PNS), saat ini telah tampil sebagai organisasi yang profesional dan makin mandiri.

Sepuluh tahun lalu, Di UI setiap kali seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) apakah itu dari kalangan staf pengajar atau tenaga administratif akan diangkat sebagai PNS penuh, diharuskan mengikuti pelatihan yang dinamakan Latihan Pra-Jabatan selama kurang lebih dua minggu. Materi yang diberikan meliputi Pemahaman tentang Pancasila dan UUD 1945, Perkantoran, Teknik mengajar atau Pra-AA, Protokol dan Kehumasan, Sejarah dan Perkembangan UI, Litsus dan sebagainya. Semua staf pengajar dan staf administrasi dari berbagai fakultas, pusat administrasi dan kelembagaan yang ada di UI, dikumpulkan berbaur menjadi satu, sehingga satu sama lain saling mengenal. Dua minggu hingga satu bulan kemudian diumumkan siapa saja yang lulus dan kemudian dilakukan angkat sumpah secara bersama-sama dan penandatanganan naskah berita acara angkat sumpah. Setelah itu maka resmilah menjadi PNS. Gaji yang tadinya sebagai CPNS 80 %, setelah angkat sumpah menjadi 100%.

Ada cerita lain, seorang teman sewaktu mengisi kuesioner yang berkaitan dengan litsus (penelitian khusus) dia menjawab sekenanya dan menyebut-nyebut salah satu organisasi terlarang. Waktu pengumuman kelulusan, ternyata namanya tidak tercantum. Terpaksa dia ikut Latihan Prajabatan tahun berikutnya. Kini dia sudah menjadi Profesor dan sudah mendapat satya Lencana Karya Satya 20 tahun. Tapi dia tidak hadir pada waktu upacara pemberian penghargaan tersebut. Seorang seperti Prof. Rhenald Kasali, Ph.D merasa bangga dengan ke-PNS-annya. Dia mengaku berkat PNS lah dia menjadi seperti sekarang ini. Dr. Terry Mart Dosen Fisika FMIPA UI, penulis paling produktif di jurnal ilmiah internasional, merasa bangga difoto dengan memeluk piagam penghargaan Karya Satya serta medali yang tersemat didadanya.

Sejak sepuluh tahun lalu, menjelang keruntuhan Orde Baru lembaga ini “digugat” tidak netral dan tidak profesional. Pada suatu demonstrasi di Kampus Salemba tahun 1998, seorang staf pengajar muda dari salah satu fakultas di Kampus Salemba secara demonstratif mencopot baju Korpri yang dikenakannya. Pada tahun 2000 UI yang memasuki era Badan Hukum Milik Negara (BHMN), pimpinan UI melakukan kebijakan tidak lagi melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tetapi merekrutmen dan menggaji sendiri pegawai UI non-PNS. Sementara perguruan tinggi BHMN lainnya, masih tetap menerima pegawai CPNS setiap tahunnya. Baru tiga tahun belakangan ini, UI mengajukan formasi CPNS kembali kepada Kementerian Pendidikan Nasional. Dan ternyata peminatnya sangat banyak.

Tetapi rupanya di UI sudah terlanjur menganut pola rekrutmen pegawai sendiri dan kemudian melakukan pola pengaturan pengembangan SDM dan kesejahteraan antara PNS dan non-PNS yang lebih berkeadilan. Tetapi apa lacur, Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP), yang berarti perguruan tinggi negeri BHMN statusnya sama dengan perguruan tinggi lainnya, tidak ada lagi keistimewaan dalam hal penerimaan dan pencaharian dana , harus dilaporkan semuanya ke pihak Kementeriaan Keuangan. Padahal dalam hal pencarian sumber-sumber pendanaan inilah sebetulnya dapat dilihat keunggulan satu perguruan tinggi dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya.