November 23, 2010

Dimana Peranan Perguruan Tinggi Dalam Kasus TKI?

Filed under: Uncategorized — rani @ 3:12 pm

JAKARTA, (PRLM).-Pemerintah akan memperketat seleksi penempatan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Calon TKI (CTKI) yang belum melengkapi persyaratan dokumen dan tidak memiliki keterampilan dasar dan pengusaan bahasa asing tidak akan diperkenankan berangkat kerja ke luar negeri. Menakertrans menjelaskan, untuk membenahi sistem penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri dan menyelesaikan permasalahan TKI yang terjadi selama ini, pemerintah membentuk Tim Advokasi. Tim Advokasi terdiri dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, BNP2TKI, Bareskrim POLRI dan instansi terkait lainnya.

Kalimat di atas adalah kutipan dari suratkabar Pikiran Rakyat salah yang ditayangkan secara online hari senin (22/11) Tidak disebut-sebut atau dilibatkan secara langsung peranan perguruan tinggi dalam tim advokasi dalam penangan masalah TKI ini. Padahal dahulu (kalau tidak silap) semasa Kepemimpinan Rektor UI Prof.dr. M.K. Tadjudin (1994-1998), pernah ditandatangani kerjasama UI dengan Depnakertrans, untuk memberikan pelatihan dan menyeleksi tenaga kerja Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri. Fakultas yang terlibat langsung yaitu Fakultas Psikologi. Beberapa dosen terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Entahlah kini bagaimana dengan kelanjutan kerjasama tersebut. Setahu penulis setiap kerjasama berlaku antara tiga hingga lima tahun dan setelah itu dapat diperbaharui kembali.

Menurut salah seorang dosen Fakultas Psikologi UI, memang benar dahulu ada kerjasama dengan Kemenakertrans untuk melakukan psikotes bagi para tenaga kerja ke luar negeri. Tidak hanya dengan UI, melainkan juga dengan berbagai perguruan tinggi negeri di daerah yang ada bidang ilmu psikologi. Karena tidak mungkin para tenaga kerja di daerah harus pergi ke Jakarta hanya untuk melakukan psikotes. Terakhir, pada kepemimpinan Dekan Fakultas Psikologi UI Dr. Wilman Dahlan Mansur sekarang ini, sudah dijajagi kemungkinan melakukan kegiatan psikotes bagi tenaga kerja ke luar negeri, tetapi entah kenapa belum juga dapat direalisir. Ini sebetulnya menunjukkan perguruan tinggi jauh-jauh hari sudah berpikir untuk melakukan proses seleksi tenaga kerja yang akan berkerja di luar negeri. Sehingga dengan demikian, kasus TKI di luar negeri yang akhir-akhir ini menjadi pemberitaan hangat, dapat diminimalisir.

Jaman memang sudah berubah. Bisa dimaklumi kalau Menakertrans tidak tahu kalau perguruan tinggi khususnya UI pernah dilibatkan dalam urusan ketenagakerjaan. Sayangnya para pembantu Menakertrans tidak memberikan masukan mengenai hal ini kepada bossnya.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment