November 22, 2010

Kenangan dengan Ketua BEM UI

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:24 am

Kalau mendengar kata BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) , maka teringat kembali peristiwa 12 tahun lalu (1998) ketika para mahasiswa Universitas Indonesia (UI) “bergerak” melakukan demonstrasi dan orasi di lingkungan Kampus Salemba dan Depok. Bahkan mantan Rektor UI pun Prof.dr. M.K Tadjudin turut memberikan orasi. Beberapa tokoh yang melakukan orasi di kampus UI antara lain Prof.Dr. Sri-Edi Swasono, Mantan Ketua DMUI May Jen. dr. Hariadi Darmawan, Prof.Dr.Amien Rais, Faisal Basri, SE dan lain-lain.

Situasi perpolitikan di Indonesia saat itu, sudah seperti “ibu hamil tua”. Berbagai elemen masyarakat melakukan demonstrasi turun ke jalan dan juga pemberitaan media seperti sudah tidak bisa “dikendalikan”. Dalam situasi seperti itu, Ketua DPR/MPR Harmoko menyarankan supaya mandataris MPR legowo mengundurkan diri. Wakil dosen UI dengan pimpinan Rektor UI Prof.Dr.dr. A. Budisantoso Ranakusuma menghadap Presiden Soeharto. Bertindak sebagai Juru Bicara Prof.Dr. Miriam Boediardjo menyatakan “sangat menghargai” apabila Soeharto mengundurkan diri. Dalam salah satu demonstrasi di Kampus Salemba, Ketua BEM UI Rama Pratama, mahasiswa Fakultas Ekonomi melakukan orasi yang mendapat liputan luas dari media nasional dan pers asing. Penulis diminta reporter TVRI supaya menghubungi ketua BEM UI untuk melakukan wawancara khusus di Senayan. Maka penulis pun mendampingi Rama Pratama melakukan wawancara di studio TVRI. Sejak itu hubungan dengan Rama Pratama cukup akrab. Suatu waktu dia menghubungi penulis, meminta untuk meliput dialog antara mahasiswa UI dengan Fraksi ABRI di MPR. Dengan memakai kamera VHS punya seorang teman (Antony Bachtiar), acara dialog direkam dengan lengkap. Pimpinan Fraksi ABRI waktu itu Yunus Yosfiah. Anggota Fraksi ABRI antara lain Hari Sabarno. Dialog tersebut terhitung amat penting, karena hanya rombongan mahasiswa UI satu-satunya delegasi mahasiswa yang diterima secara resmi oleh wakil rakyat di MPR.

Setelah kegiatan dialog di MPR itu, penulis tidak pernah bertemu lagi dengan Rama Pratama. Hanya pernah mendengar dia mengelola sebuah tabloid berita., tetapi kemudian media tersebut “gulung tikar”. Terakhir Tahu-tahu mendapat kabar Rama Pratama menjadi salah seorang anggota DPR/MPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).