November 18, 2010

“Membadalkan” Kamera Video

Filed under: Uncategorized — rani @ 5:06 pm

Ini pengalaman lain sewaktu melaksanakan ibadah haji tahun 2008, yang kebetulan membawa peralatan kamera video (handycam Panasonic) untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan haji mulai dari keberangkatan dari tanah air, kegiatan selama di tanah suci hingga kembali lagi ke tanah air.

Saat tawaf ikut tawaf bahkan dekat sekali ke hijir Ismail, tidak ketinggalan Sa’i juga wukuf dan jumrah, menembus terowongan Mina yang pernah menelan korban jiwa jamaah haji Indonesia cukup banyak itu. Melihat-lihat perumahan mewah orang Arab di pesisir Laut Merah, menikmati “sunset” dan orang-orang Arab Berekreasi di malam Jumat dekat mesjid terapung di Laut Merah. Melihat air mancur yang ‘muncrat’ setinggi 80 meter, melewati pusat bisnis Al Balad, merekam tempat jagal/eksekusi hukuman pancung dan potong tangan, melewati kuburan Siti Hawa dan juga tidak lupa merekam “sepeda” Nabi Adam. Merekam suasana di percetakan Al Qur’an dan keramaian di salah satu perkebunan kurma. Juga merekam jalan mobil yang terpengaruh medan magnit (jabal magnit). Berkhalwat dan ziarah di Raudah Mesjid Nabawi ikut pula. Tidak ketinggalan ziarah ke kuburan Ma’la di Mekah dan Baqi di Medinah, dan juga melihat-lihat Jabal Rahmah dan jabal Uhud serta tempat yang bersejarah lainnya.

Alhamdulillah sang video tidak banyak mengalami kesukaran dalam menjalankan ‘tugasnya’. Kalau jamaah lain saat memasuki Mesjidil haram dan masjid Nabawi, diusir askar di pintu masuk karena kedapatan membawa kamera foto/tustel. Tetapi anehnya sang video penulis yang bentuknya lebih besar dari tustel, tidak terdeteksi oleh askar/tentara penjaga di pintu masuk. Memang pernah satu kali ketahuan di Mesjid Nabawi, saat askar meraba tas kecil yang penulis bawa, tetapi dia dengan sopan mempersilahkan untuk tidak masuk ke dalam mesjid. Tetapi tidak kurang akal. Melewati jam 2 pagi, masuk kembali ke Mesjidil haram, suasana di dalam tidak begitu ramai, dengan leluasa merekam suasana di Raudah, yaitu ruangan antara mimbar tempat Nabi berkhutbah dengan rumah Nabi (yang kemudian menjadi tempat kuburan Nabi dan sahabat Abubakan dan Umar). Tempat ini banyak diminati jamaah haji, karena menjadi salah satu dari tujuh tempat mustajab untuk berdo’a. Di Mekah pun ada tempat seperti itu yaitu di Hijir Ismail (di salah satu sisi Ka’bah dimana di atas Ka’bah ada tempat air mancur yang terbuat dari emas). Sempat masuk ke Hijir Ismail, tetapi sang video tidak sempat merekam, karena sangat padat dan waktu pun singkat untuk shalat di tempat tersebut, karena orang lain sudah menunggu berdesak-desakan untuk masuk.

Ketika pulang ke tanah air, jamaah haji lain banyak membawa berbagai macam oleh-oleh, penulis cukup berbahagia dengan telah meng ‘badal’ kan kamera video yang merekam perjalanan haji ke dalam kaset mini dv sebanyak 13 buah. (badal, yaitu menghajikan orang yang sudah meninggal dengan meminta bantuan kepada orang lain untuk melakukan ritual ibadah haji untuk dan atas nama orang yang sudah meninggal itu.)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment