November 9, 2010

antara Menyelamatkan dan Penyelamatan

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:25 am

Di Yogya gara-gara “ulah” Gunung Merapi para mahasiswa Universitas ajah Mada diliburkan untuk waktu yang belum dapat ditentukan. Di Kampus UI Depok pada tanggal 10 november yang akan kedatangan Obama kegiatan kampus dihentikan. Jangan coba-coba menginjakkan kaki di kampus kalau tidak punya undangan dan tanda pengenal yang dikeluarkan Kedutaa Besar Amerika Serikat. Itupun harus datang sebelum jam 7 pagi. Inilah ironi, antara menyelematkan diri dari bencana alam dengan “penyelamatan” seseorang dari ancaman orang lain.

Di yogya pasukan kopassus bersama elemen masyarakat bahu membahu menyelamatkan rakyat dari amukan merapi dan bahkan dengan resiko nyawa sendiri terancam. Di Depok paspamres bersama polisi dan keamanan Amerika Serikat bahu membahu menjaga keamanan dan kelancaran suatu acara demi martabat dan kehormatan negara adidaya. Dua-duanya sama menyelamatkan nyawa, yang satu nyawa orang-orang biasa yang satu lagi nyawa seorang yang memimpin sebuah negara besar. Padahal, kalau sudah “sampai” waktunya, apakah nyawa orang biasa atau pun orang terkenal dan berpengaruh, tiada seorang pun yang bisa menghindar atau menolak walau dengan penjagaan seketat apapun.

Betapa kita senantiasa dibayangi dengan ketakutan yang kita buat sendiri. Kita merasa selalu berpikir dan bertindak benar. Tetapi tidak pernah berpikir bahwa tindakan dan pikiran kita sendirilah yang menyebabkan kesukaran pada diri sendiri. O…, tidak bisa begitu, berjaga-jaga dari berbagai hal yang tidak diinginkan perlu dilakukan. Oke, silahkan berpegang teguh pada pendapat sendiri, tapi ya..jangan sampai menyebabkan orang lain kesusahan atau berprasangka buruk dan menzalimi orang lain.

Seorang teman di milis memberikan komentar yang baik sekali untuk kita renungkan. “Kadang kita cepat sekali melihat sesuatu dari segi negatif/buruknya, malahan energi seperti itu yang tersedot mendekati kita. Andai kita lebih banyak melihat sesuatu dari segi positifnya, mungkin hidup bisa jauh lebih menyenangkan”.

Kampus Depok yang Lengang

Filed under: Uncategorized — rani @ 7:56 am

Hari ini (09/11) sekitar pukul 07.10 WIB masuk kampus UI Depok lewat pintu utama terasa lengang sekali, tidak terlihat kendaraan masuk kampus berbondong-bondong. Tidak ada pemeriksaan dari pihak keamanan. Melewati stasiun UI, hanya terlihat seorang wanita menyebrangi jalan menuju ke arah FISIP/Fpsikologi. Pihak keamanan pun tidak terlihat batang hidungnya. Banyak ojeg yang mangkal dekat gedung biru, tapi tidak terlihat warga kampus yang memanfaatkannya. (Mereka tidak tahu kalau hari ini kampus UI diliburkan).

Dari gedung biru belok ke arah balairung tidak ada pembatas atau penjaga sama sekali. Melewati balairung pun terasa lengang. DI sisi balairung sebelah danau tampak bangunan baru tenda-tenda berjejer. Pagar besi yang kemarin sempat malang melintang tidak karuan, sekarang terlihat rapih dan sudah ditutupi tirai hitam. Jalan ke arah Gedung Rektorat mudah dilalui, karena pagar besi tidak melintang di jalanan.

Hari ini sebetulnya ada penandatanganan kerjasama UI dengan Korea pukul 10 WIB. Tetapi di Rektorat sendiri para pegawai tidak masuk kantor, hanya ada beberapa satpam. Di tengah jalan berpapasan dengan Direktur SDM UI Dr. Herr Suryantoro, baru keluar kantor, mungkin akan ke Fakultas Teknik dimana dia biasa mengajar. Saat akan mengambil kunci ruangan, seorang petugas satpam mengatakan supaya ruangan tetap terbuka dan tidak dikunci, supaya memudahkan pemeriksaan pihak Paspamres.

Waktu menulis berita ini, tiba-tiba ada sms, rapat jam 10 WIB ini, untuk menentukan pengambilan gambar acara besok yang akan menjadi momen sejarah UI yang penting untuk masa mendatang.