November 8, 2010

Antara Sepelemparan Sepatu dan Sepelemparan Batu

Filed under: Uncategorized — rani @ 12:48 pm

Akhirnya Balairung dipilih menjadi tempat Presiden Barack Hussein Obama untuk berpidato di hadapan para mahasiswa dan undangan yang diperkirakan dipenuhi 5000 orang. Undangan sudah disebar, ada duaribu mahasiswa UI yang diundang. Kewenangan siapa saja yang diundang dan boleh hadir ada di tangan pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat. Kantor Humas UI saja tidak diundang dan tidak dilibatkan.

Gedung Balairung ditata sedemikian rupa sehingga aman untuk berpidato. Ada jarak antara panggung tempat pidato dengan undangan di bawah panggung. Kira-kira kalau orang melemparkan sepatu atau batu dari tempat duduk di bawah panggung tidak sampai kepada orang yang berpidato di panggung. Ini mengingatkan kepada peristiwa Presiden George W Bush sewaktu berpidato di salah satu negera, dilempari sepatu oleh seorang undangan. Batu atau kerikil bisa saja dibawa oleh undangan (mahasiswa) yang bisa disimpan di bawah sepatu atau disaku baju, meniru gerakan intifadha di Palestina yang melawan tentara Israel yang bersenjata lengkap dengan lemparan batu. Tetapi tadi pagi melihat ada spanduk ajakan kepada para mahasiswa UI dari yang mengatasnamakan BEM UI untuk mengenakan jaket almamater dan ditunggu di jalan, untuk “menguningkan” Jakarta jilid II pada tanggal 10 November.

Sudah ada empat panser, mobil pemadam kebakaran dan ambulance pemda Depok dan tampak pasukan paspamres melakukan pemeriksaan sekeliling gedung Balairung. Di sisi kanan balairung ada enam jenset berkapasitas 200 – 400 KVA tersedia untuk mensuplai kebutuhan energi di Balairung.

Aktivitas di berbagai fakultas masih ada kegiatan belajar. Bank-bank di dalam kampus masih aktif melayani nasabah. Sementara di Pusat adminstrasi Universitas, ada surat edaran dari Direktorat SDM, yang ditafsirkan oleh kebanyakan pegawai hari senin hingga hari rabu, boleh datang (terlambat) dan boleh tidak, tidak mengurangi absensi bulanan. Siang menjelang jam 13.00 WIB para pegawai sudah ada yang meninggalkan kantor. Esok hari entahlah, apakah masih dibolehkan orang lewat ke balairung.

Kampus UI Depok Mulai dijaga ketat

Filed under: Uncategorized — rani @ 8:26 am

Tadi pagi (08/11) ketika mau masuk ke Kampus Depok, beberapa pintu yan biasanya dipakai untuk jalan jalan motor ditutup dan hanya bisa masuk dari pintu jalan utama. Terilhat petugas polisi dan tentara yang menyandang senjata. Bagi pejalan kaki masih bisa melalui stasiun UI atau stasiun pondok Cina. Tapi jangan harap ada bis kuning atau motor ojek yang berkeliling. Sekitar gedung rektorat atau pusat admnistrasi sudah mulai dipasang pagar besi. Karena itu, berangkatlah agak lebih pagi dan siap-siap untuk jalan kaki .

Sejak minggu lalu memang tersebar kabar kegiatan di kampus Depok diliburkan menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat. Tetapi tadi pagi bertemu dengan seorang pegawai dari Direktorat Sumberdaya manusia UI, tidak ada pengumuman resmi dari pimpinan UI untuk libur. Beberapa fakultas masih banyak kegiatan yang dilakukan pada minggu ini. Diantaranya fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) menyelenggarakan Festival UI dari tanggal 3 November hingga 13 November. Di Balairung tampaknya menjadi pusat “komando”, terpasang tenda dan beberapa kendaraan panser. Juga ada pagar besi terpasang. dan Di depan stasiun UI terpampang spanduk (dari salah satu organisasi mahasiswa) himbauan kepada para mahasiswa UI memakai jaket kuning pada tanggal 10 november, yang akan menggelar acara pemberian tanda kepahlawanan kepada yang telah berjasa terhadap lingkungan sekitar kampus.

Kedatangan Presiden Barack Hussein Obama ke UI tanggal 10 November, memang “dihantui” penolakan dari beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa. Di luar kampus Depok misalnya, ada spanduk yang menolak kedatangan Obama. Ada kata-kata “Amerika Untung, Indonesia Buntung”. Di kalangan mahasiswa UI pun ada kelompok mahasiswa senada dengan elemen masyarakat “tolak Obama”. Di tengah-tengah suasana seperti itu, Direktur Kemahasiswaan UI sedang melaksanakan ibadah haji, yang memang sudah direncanakan jauh hari.