November 5, 2010

Yogya yang Tenang, Merapi Meradang dan Rakyat Mengerang

Filed under: Uncategorized — rani @ 11:34 am

Menyimak dan mencermati (Menyermati?) pemberitaan tentang Merapi, membuat hati terasa luluh lantak. Suasana Yogya yang tenang berubah saat Merapi meradang, debu, kerikil dan awan panas menerjang, rakyat pun mengerang dan terpanggang.

Dari berbagai peristiwa bencana alam yang melanda, didapat beberapa pola, yang secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut. Pertama tsunami yang menerjang dalam sekejap menyapu segala sesuatu yang ada di permukaan tanah dan selang waktu tertentu kemudian disusul lagi dengan tsunami berikutnya, tetapi dalam skala yang tidak terlalu besar. Kedua, gempa bumi yang terjadi dalam sekejap atau terus berulang diikuti dengan gempa berikutnya, sasaran gempa adalah bangunan yang ada di atas permukaan tanah. Ketiga, bencana alam banjir yang terjadi dalam kurun waktu tertentu menyapu segala sesuatu yang ada di atas permukaan tanah dan beberapa waktu kemudian sudah surut kembali. Sedangkan keempat, letusan gunung berapi, yang bisa terjadi terus menerus. Selain memuntahkan lahar dingin dan lahar panas, juga menyemburkan bebatuan dan debu ke berbagai arah. Sasaran yang dituju segala sesuatu yang ada di atas permukaan tanah, arah datang bencana dari atas sangat dipengaruhi kemana arah angin bertiup. Kapan datangnya bencana tersebut, tidak dapat diketahui secara pasti dan hanya dapat diperkirakan dengan cara menduga-duga. Hanya seperti itulah kemampuan manusia untuk memprediksi bencana alam.

Karena itulah maka kita sebagai makhluk yang menjadi bagian dari alam, selain berusaha menanggulangi bencana alam dengan memprediksi kemungkinan bencana alam yang terjadi secara ilmiah, juga tidak lupa senantiasa untuk meminta pertolongan kepada yang membuat alam dan seisinya, karena kita yakin segala musibah yang menimpa merupakan suatu ujian dari Yang Maha Kuasa dan selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa yang terjadi. Diyakini dengan bersikap seperti ini akan membuat kita menjadi kuat dalam menghadapi bencana dan musibah. Dengan keyakinan seperti ini pula kita tidak terlalu bersedih ketika menghadapi kenyataan kehilangan jiwa dan harta benda.Karena semuanya hanya sekedar titipan saja. Bahkan kita hidup di dunia ini hanya sekedar istirahat sesaat. Semua akan kembali kepadaNya jua.

Setelah kita mengetahui wilayah Indonesia rawan terhadap bencana yang disebutkan di atas, maka sebaiknya kita selalu waspada jika sewaktu-waktu bencana tersebut datang. Tampaknya memang perlu memberikan kesadaran kepada masyarakat, tanah air yang kita cintai ini selain dianugerahi dengan kesuburan dan kelimpahan sumber daya alam yang tidak dipunyai oleh bangsa lain, dibalik itu ada bahaya bencana alam mengancam seperti yang disebutkan di atas. Selain itu, sebagai ungkapan atau kesadaran akan datangnya bencana alam dan memupuk kesetiakawanan, perlu digalakkan tabungan bencana alam. Sisihkan sebagian dari harta kita untuk menanggulangi bencana alam, tidak usah harus menunggu adanya dompet bencana alam yang biasa dilakukan oleh lembaga tertentu. Jangan lupa juga untuk menyisihkan darah kita, karena darah sangat diperlukan bagi korban bencana alam, tidak bisa tergantikan oleh harta dan benda apa pun. Karena ternyata dalam situasi darurat seperti sekarang ini Palang Merah Indonesia (PMI) selalu kekurangan darah.