November 4, 2010

Siapa Menabur Angin Siapa Menuai Badai?

Filed under: Uncategorized — rani @ 3:00 pm

Masih ingatkah peristiwa yang terjadi akhir tahun 2008, saat Presiden Amerika Serikat George Walker Bush Junior berpidato dalam suatu kunjungan ke suatu negara, dilempari sepatu oleh salah seorang pendengarnya? Peristiwa langka yang mempermalukan kepala negara adidaya ini suatu pelajaran berharga, terutama bagi pihak keamanan. Walaupun kepala Negara sudah berganti dan kebijakan pun lebih manusiawi, tetapi tetap saja (sebagian orang) masih berpandangan negatif terhadap sepak terjang Negara adidaya tersebut.

Usai perang dingin antara blok Timur (Uni Sovyet dan kawan-kawan) dengan blok Barat (Amerika Serikat dan sekutunya) kemudian disusul dengan keruntuhan rezim komunis (Uni Sovyet dan Negara blok Timur lainnya), menjadikan Amerika Serikat menjadi pemain tunggal dalam percaturan politik dunia sekaligus bertindak sebagai polisi dunia. Intervensi di Kabul dan Irak serta penangkapan orang-orang yang dianggap sebagai teroris dan dipenjarakan di suatu tempat khusus, memunculkan antipati di kalangan sebagian orang Islam di berbagai negara. Di Indonesia timbul peristiwa Bom Bali I dan Bom Bali II. Kemudian ketika George W. Bush lengser dan digantikan Barack Obama, terjadi perubahan kebijakan seperti yang dapat disimak pada pidatonya saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Negara Mesir. Namun rupanya tidak mudah memang mengubah citra yang sudah tertanam dalam dalam pikiran orang. Memerlukan waktu dan bukti nyata dengan berbagai kebijakan yang dapat dirasakan dan tidak menyudutkan golongan Islam sebagai teroris.

Kehadiran Presiden Barack Obama ke Indonesia saat ini sudah dua kali mengalami pembatalan, karena terkait dengan peristiwa yang terjadi di dalam Negara Amerika Seriktat sendiri. Kalau tidak ada aral melintang, kehadirannya kali ini pada tanggal 9 – 10 November akan diisi dengan beberapa kegiatan. Salah satu diantaranya akan bicara di Universitas Indonesia, yang memang sudah dirancang jauh-jauh hari. Kehadirannya dibayang-bayangi akan adanya demo anti Amerika di kalangan sebagian orang Indonesia. Mungkin ada juga sebagian mahasiswa. Uji coba dalam skala kecil yaitu saat Menteri Perdagangan dan Duta Besar Amerika Serikat baru-baru bicara dan melakukan orasi di UI, ternyata tidak menimbulkan kegaduhan atau demo anti Amerika. Bahkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para mahasiswa tidak bernada keras. Kecil juga kemungkinan akan adanya demo anti Amerika seperti demo anti Jepang yang terjadi pada peristiwa Malapetaka limabelas Januari (MALARI) 1974.

Kalau pun terjadi demo anti Amerika atau kegaduhan saat orasi di Kampus UI Depok, harus diterima dengan lapang dada. Karena hal itu merupakan akibat dari kebijakan pemimpin Amerika Serikat terdahulu yang “menabur angin” memojokkan dan mencurigai orang Islam sebagai teroris dan Presiden Barack Hussein Obama yang harus menuai badainya. Padahal Presiden ini pada masa kecilnya pernah merasakan budaya keislaman di Indonesia.